Kondisi Miris Pria Palestina Jadi Cacat Disiksa Israel, Disiram Cairan Kimia Hingga Terbakar 3 Hari
Pria Palestina ungkap kekejaman tentara Israel padanya saat ditahan di penjara zionis.
Seorang warga Gaza, Palestina, yang dibebaskan Israel, Mohammad Abu Tawil, mengungkap kekejaman tentara Israel terhadap dirinya. Dalam wawancaranya, Abu Tawil menceritakan rincian penyiksaan sadis yang dilakukan tentara Israel kepada dirinya.
"Saya ditangkap dari gedung Al-Mu'taz 1 di sebelah kantor urusan sipil. Mereka melihat saya ke gedung milik keluarga Al-Yazji di belakang kantor urusan sipil," kata Abu Tawil dikuitp dari video di akun X @warfareanalysis (25/2).
"(Badan) Saya terkena bahan kimia. Bahan kimia tersebut menggunakan klorin, larutan asam, deterjen pencuci piring, serta sabun dan pengharum ruangan," tambahnya.
Abu Tawil mengatakan, jika larutan bahan kimia tersebut sengaja dibakar oleh tentara Israel di tubuhnya selama tiga hari beruturt-turut.
"Setelah tiga hari, IDF melihat bahwa tubuh saya bereaksi terhadap api (asam). Jadi, saya kemudian dibawa ke wilayah pendudukan," kata Tanwil.
Setelah dipindah, penyiksaan tentu tidak berhenti. Tawil tetap mendapat penganiayaan dari para tentara Israel. Dia mengaku mendapat pukulan, dibiarkan kelaparan, dan tidak mendapat pakaian atau selimut.
Setelah mengalami luka-luka akibat penyiksaan lebih dari satu bulan, Tawil baru dikirim ke rumah sakit.
"Sebulan setengah dengan IDF lalu dikirim ke Rumah Sakit Al-Ramla selama 15 sampai 20 hari pindah ke penjara," ungkapnya.
Di penjara, pasukan Israel juga masih terus memukulinya di seluruh bagian tubuh termasuk wajah. Tawil pun mengalami luka parah di bagian punggung akibat cairan kimia. Mata sebelah kirinya juga cacat akibat penyiksaan yang diterima.
"Mereka akan mengirim anjing ke arah kami dan memukuli kami di dalam, mengikat tangan kami dan membawa kami keluar ke halaman. Mereka juga akan menendang kami dengan kaki mereka sehingga wajah kami membengkak dan wajah kami berdarah. Dan mereka tidak mau merawat yang terluka," ungkap Tawil.
Kondisi Tahanan Palestina Memprihatinkan
Dilansir dari Al-Jazeera, disebutkan jika banyak warga Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel menunjukkan tanda-tanda bekas penyiksaan. Mereka mengalami memar, patah tulang, dan kelaparan.
Siksaan keji dilakukan Israel kepada warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara yang mereka buat. Mulai dari tak diberi makan minum, dipukuli, ditelanjangi, disetrum, digigit anjing, hingga diperkosa. Banyak tahanan Palestina hingga meregang nyawa akibat siksaan keji zionis.
Hamas pun mengutuk penyiksaan para tahanan asal Palestina oleh Israel. Hamas menyebut, pihaknya selalu menyediakan perawatan kesehatan yang diperlukan bagi tawanan asal Israel meskipun kondisi di Gaza buruk.
Termasuk saat pengeboman dan serangan gencar Israel yang menewaskan lebih dari 47.000 orang di daerah kantong itu sejak Oktober 2023. Namun, Israel justru tak melakukan hal serupa kepada para warga Palestina yang ditahanan mereka.