Kapal Perang Terbesar & Termodern di Dunia Ada di Indonesia, Panglima TNI Kagum Lihat Isinya
Bersama Menhan, keduanya diketahui berkesempatan melihat langsung kapal induk Perancis, Charles De Gaulle (CDG).
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membagikan momen langka saat dirinya mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertolak ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (1/2) lalu.
Bersama Menhan, keduanya diketahui berkesempatan melihat langsung kapal induk Perancis, Charles De Gaulle (CDG) yang belum lama ini tengah berlabuh di pesisir Lombok.
Saat di lokasi, rombongan Panglima TNI bahkan disuguhi beragam gambaran menakjubkan. Terlebih pada saat rombongan diizinkan masuk untuk melihat lebih lanjut isi dari salah satu kapal perang modern dan terbesar di dunia itu. Berikut ulasan selengkapnya.
Panglima TNI Dampingi Menhan
Beberapa waktu lalu, Panglima TNI Agus Subiyanto berbagi video dalam akun Instagram pribadinya @91agussubiyanto yang menampilkan kunjungan kerjanya saat mendampingi Menhan Sjafrie ke Pelabuhan Gili Mas, Lombok.
Berbalut seragam loreng lengkap dengan topi, jenderal bintang empat TNI itu tampak gagah saat berjalan beriringan dengan sang Menhan.
Keduanya langsung mendapat sambutan secara resmi nan hangat dari Menteri Pertahanan Perancis Sebastian Lecornu hingga diizinkan untuk menyaksikan kehebatan dari kapal bertenaga nuklir yang melakukan pelayaran perdananya pada tahun 2001 silam.
"Mendampingi Menhan RI menghadiri undangan kunjungan ke Kapal Induk Perancis, Charles De Gaulle [R91] bertempat di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, NTB, 1 Februari 2025," tulis Panglima TNI, demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Kagum Lihat Isi Kapal
Tak berselang lama usai penyambutan, Panglima TNI dan Menhan Sjafrie langsung berkeliling didampingi rombongan prajurit Perancis.
Di dalam kapal, ada berbagai hal menakjubkan yang membuat Panglima TNI dan rombongan terpukau. Di antaranya yakni landasan pacu yang begitu panjang hingga berbagai pesawat tempur modern yang diperkenalkan satu persatu.
Sekadar informasi, kapal induk Charles de Gaulle merupakan kapal induk Perancis yang kesepuluh. Namanya diilhami dari presiden dan jenderal Perancis Charles de Gaulle.
Di dalamnya, diketahui terdapat pesawat jet Dassault Rafale M dan E-2C Hawkeye, helikopter AS365F Dauphin Pedro, EC725 Caracal dan AS532 Cougar untuk pencarian dan penyelamatan tempur, serta elektronik modern dan rudal Aster.
Dengan adanya kunjungan ini, Panglima TNI berharap dapat meningkatkan hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dengan Perancis. Dia juga berharap jika hal tersebut dapat membuahkan berbagai bentuk kerja sama lainnya di bidang militer.
"Kunjungan ke salah satu Kapal Perang terbesar dan termodern di dunia ini, diharapkan dapat meningkatkan hubungan persahabatan dan kerjasama diantara kedua negara, Indonesia dan Perancis," tutup Panglima TNI.
Melihat aksi kompak Panglima TNI bersama Menhan Sjafrie di atas kapal induk Perancis membuat warganet ramai memberi beragam komentar. Banyak di antaranya yang ikut merasa takjub hingga mendoakan kebaikan bagi kedua tokoh tersebut.
"Kereeennn," tulis akun @riptography_
"Sehat selalu bapak Panglima dan Menhan ❤️," tulis akun @yuni_sugiharto
"Mantap Bapak Panglima TNI dengan Bapak Menhan RI...Smg sukses selalu," tulis akun @susanto4169
"Luar biasa mantap👏," tulis akun @radenmas93
"Sehat terus panglima tni," tulis akun @priyanto3391
Menhan Sjafrie Kunjungi Kapal Induk Perancis
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Sabtu (1/2)) diketahui mengunjungi kapal induk Perancis, Charles De Gaulle (CDG) yang sedang berlabuh di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sjafrie disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Perancis Sebastian Lecornu, meninjau combat management system di kapal CDG itu. Pihak militer Perancis pun menjelaskan seluruh fasilitas kapal kepada Menhan Sjafrie selama kunjungan kapal berlangsung.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang menyatakan kunjungan kemiliteran ini, menjadi gambaran kuatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Perancis, dan akan ditindaklanjuti dengan procurement, di mana saat ini Indonesia membeli 42 pesawat tempur Rafale, termasuk kapal selam Scorpene.