Inovasi Luar Biasa, Sampah Plastik Disulap Jadi Batu Bata Bikin Rumah Tahan Gempa Tanpa Semen
Sampah plastik secara mengejutkan ternyata dapat disulap menjadi batu bata tahan gempa.
Seiring berjalannya waktu, manusia senantiasa melakukan berbagai macam inovasi tiada henti demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Inovasi biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan lebih mudah.
Siapa sangka, inovasi yang satu ini bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan manusia di bidang konstruksi, melainkan juga dapat menjadi solusi dari permasalahan lingkungan hidup. Ya, sampah plastik secara mengejutkan ternyata dapat disulap menjadi batu bata.
Menariknya, batu bata tersebut diklaim memiliki banyak keunggulan. Salah satunya yakni membuat bangunan menjadi kokoh dan tahan terhadap gempa bumi. Berikut ulasan selengkapnya.
Sampah Plastik Diubah jadi Batako
Belum lama ini, akun TikTok @lamonica.geffrey membagikan sebuah video berdurasi kurang dari 2 menit yang menampilkan inovasi terbarukan luar biasa. Sebuah perusahaan konstruksi bernama Plaex secara mengejutkan berhasil membuat inovasi.
Mereka berhasil menyulap ribuan kilogram sampah plastik menjadi batu bata alias batako yang cukup efisien. Dalam satu buah batu bata, mereka menyebut jika di dalamnya terdapat 90 persen limbah plastik yang tak lagi digunakan manusia.
“Batako ini 90 persen terbuat dari limbah plastik,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Untuk menjadi satu buah batako, mereka biasanya akan mengumpulkan sampah plastik untuk kemudian dihancurkan menjadi serpihan-serpihan kecil. Setelah itu, serpihan tersebut akan dicampurkan dengan unsur beton sebelum akhirnya dipanaskan menjadi cairan kental.
Cairan yang berisi sampah plastik dan beton tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cetakan hingga berubah menjadi bentuk tertentu.
“Cara membuatnya pun cukup mudah, sampah plastik yang telah dikumpulkan kemudian dihancurkan lalu dipanaskan sampai menjadi kental. Lalu ditambahkan unsur beton dalam proporsi tertentu dan dituangkan ke dalam cetakan lalu ditekan agar menjadi bentuk tertentu,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Dalam hal ini, Plaex secara khusus membentuk limbah plastik tersebut menjadi batako berbentuk seperti lego. Masing-masing batu bata pun dapat disusun tanpa menggunakan bantuan peralatan profesional.
Sehingga, mereka mengeklaim jika orang awam sekalipun dapat melakukan pekerjaan konstruksi ini untuk membangun tembok. Menariknya, menyusun satu bata ke batu bata lainnya disebut hanya membutuhkan waktu 10 detik saja.
“Batakonya pun memiliki bentuk sederhana seperti lego. Sehingga tanpa peralatan profesional, orang awam akan bisa membangun tembok menggunakan tangan mereka sendiri dalam hitungan 10 detik,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Punya Deretan Keunggulan
Selain tidak memakan banyak waktu, hasil konstruksi dari batu bata plastik ini disebut memiliki ketahanan luar biasa terhadap gempa. Bahkan, batu bata itu diklaim punya kekuatan tiga kali lebih besar daripada batu bata konvensional yang kini masih banyak digunakan manusia.
“Hasilnya, batako dari limbah plastik akan memiliki kekuatan tiga kali lebih besar dari batu bata tradisional dan punya ketahanan luar biasa terhadap gempa bumi,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Keunggulan lain juga diklaim dapat dihasilkan dari pembangunan yang menggunakan batu bata plastik ini. Di antaranya yakni seperti hemat hingga dapat mengurangi limbah plastik di permukaan bumi.
“Hal ini membawa keuntungan tersendiri bagi semua pihak seperti dapat menekan biaya, 40 persen, tiga kali pembangunan lebih cepat, dan 4.400 pounds sampah plastik bisa berkurang dari permukaan bumi,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.