Damai dan Nyaman, Pegawai BUMN Pilih Hidup di Tengah Sawah Sambil Buka Warung Kopi
Begini kisah hidup eks BUMN yang pilih keluar dari pekerjaan demi bangun usaha di tengah sawah.
Seorang mantan pegawai BUMN membagikan pengalaman hidupnya saat memilih mundur dari perusahaanya dahulu dan memilih berwirausaha lewat wisata alam.
Sosok yang diketahui bernama Wawan tersebut merupakan pemilik wisata alam "Lebak Alam Sari" yang berada di Kampung Citebus, Desa Cibitung, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Dilansir dari kanal YouTube Kang Hardi, Selasa (6/5) Wawan menceritakan perjalanan hidupnya hingga memilih membangun usaha sederhana di tengah sawah.
Meski sering menghadapi banyak tantangan, Wawan mengaku senang dan nyaman dalam menjalani kesehariannya saat ini. Seperti apa kisah selengkapnya? Simak informasi berikut ini.
Keluar dari PLN Pilih Berwirausaha
Wawan membagikan kisah hidupnya saat memilih mundur dari PLN demi membuka usaha sendiri. Cara berpikirnyalah yang membuat tekadnya bulat untuk mulai membangun bisnis di pedesaan.
"Yang pertama saya kan pengin punya usaha sendiri lah. Kalau nanti saya udah nunggu pensiunan ketika udah tua, mana mungkin saya bisa jadi bos buru-buru. Kan seperti itu. Nah, saya memutuskan untuk resign pensiun dini daripada PLN. Saya mau buka wisata alam. Intinya saya ingin mendongkrak ekonomi lingkungan juga di sini kan gitu," ucapnya.
Selain ingin membangun masa depannya, Wawan bertekad membantu ekonomi masyarakat sekitar melalui wisata alam yang ia buat.
Menurutnya, tempat wisatanya itu mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam berbagai bidang.
"Secara sistem ketika kita buka sebuah usaha atau wisata mungkinlah di pasisian seperti ini ya. Kalau Allah mengizinkan ini ramai nanti ke depannya kan gitu bisa mengangkat perekonomian masyarakat juga di lingkungan saya kan gitu."
"Contohnya kalau nanti udah skalanya besar mungkin ya yang pertama di parkiran enggak mungkin kan bisa saya urus sendiri kan gitu. Yang kedua, masyarakat pun kan kalau nanti sudah besar mungkin bisa ikut jualan dan lain sebagainya. Kan secara sistem kan ekonomi lingkungan juga akan terangkat kan gitu," tandasnya.
Lika-liku Bangun Wisata Alam
Wisata Lebak Alam Sari memiliki berbagai fasilitas seperti saung, lesehan, hingga villa. Namun biasanya pengunjung memilih untuk bermain air di sungai kecil yang melewati wisata tersebut.
Meski tergolong kecil, wisatanya itu telah banyak memiliki pengunjung. Menurut penuturannya, kebanyakan berasal dari wilayah sekitar Jawa Barat.
"Penghasilannya belum besarlah intinya penghasilan sudah ada cuman belum besar sekarang mah. Kebetulan dari kita suka-suka banyak orang tamu juga ini tuh ya dari Karawang, dari Cikarang, dari Ciasem, Kalijati, Purwadadi, Pamanukan juga," ucapnya.
Wawan melihat potensi wisata dari para pengunjung yang kebanyakan melakukan kunjungan kembali. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi peluang besar untuknya membangun lebih besar lagi kawasan wisatanya itu.
"Kebetulan tadi itu dari Lembang, dari Bandung, dari Padararang juga suka ada ke sini. Cuman itu teh kolega doang. Maksud kolega tuh orang yang pernah dulu ke sini, ke sini lagi, ke sini lagi. Seperti itu. Makanya keyakinan saya tuh semakin kuat untuk menjadikan tempat ini sebagai wisata. Karena mungkin dengan kehadiran mereka beberapa kali ke sini tuh semakin kuat keyakinan saya karena ada ke kenyamanan tersendiri mungkinlah di tempat saya ini kan gitu ya," sambungnya lagi.
Selama mengoperasikan wisata tersebut, Wawan mengaku belum memungut harga tiket alias gratis. Menurutnya siappun pengunjungnya diperbolehkan datang termasuk boleh membawa makanan sendiri dari rumah.
"Enggak ada tiket sama sekali. Enggak dipungut biaya sama sekali. Tapi ngopi silakan. Ya, kebetulan kan kalau orang menyediakan tempat ya enggak boleh bawa makanannya kan biasanya kan gitu." "Kalau di kita mah bawa makanan ya silakan. Ada yang bawa Pop Mie sendiri juga karena mungkin takut mahal. Padahal kan saya mah di sini enggak mahal-mahal. Kelapa muda aja cuman Rp8.000. Itu pun dadakan kan ngambil tadi pagi siangnya disajikan ya. Alhamdulillah habis," tambahnya.
Dirikan Bangunan Sederhana di Sawah
Selain bisnis wisata alam, Wawan juga mengolah lahan sawah di sekitar wisatanya tersebut. Karena alasan tersebut, Wawan memilih membangun wisata sembari digunakan sebagai tempatnya beristirahat.
"Kalau rumah ini baru baru 1 tahun. Kalau saya tinggal di sini udah 6 tahun. Dulu sebelum ada rumah seperti ini ya, bangunan bangunan nyaman lah intinya kan gitu."
"Yang pertama saya kan sudah memutuskan tadi ya mau ini tempat mau dijadikan wisata alam. Secara sistem saya tiap hari tuh ada di sini kan gitu. Kadang 24 jam saya di sini. Terus kerjaan saya juga sekarang kan sambil ngurus ini tempat saya bertani juga bercocokan di sini kan anak sanduran dan lain-lain di sini kan gitu," ucapnya.
Meski memiliki rumah sendiri, ia justru lebih sering tinggal di rumah yang berada di tengah sawah. Menurutnya ia merasa nyaman lantaran setiap hari harus bercocok tanam di sawah.
"Alasannya saya harus pagi-pagi harus balik ke sini, harus pulang lagi. Kalau saya tinggal di sana kan ya mending di sini aja kan gitu," jelasnya.