Ahok Sampai Heran Lihat Koruptor Harta Sudah Disita, Pas Bebas Lebih Kaya Naik Roll-Royce
Saking lemahnya hukum, Ahok heran melihat bekas tahanan koruptor yang justru semakin kaya.
Ahok Sampai Heran Lihat Koruptor Harta Sudah Disita, Pas Bebas Lebih Kaya Naik Roll-Royce
Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berbicara soal permasalahan korupsi di tanah air. Dia menyoroti hukum dan sanksi para koruptor.
Saking lemahnya hukum, Ahok heran melihat bekas tahanan koruptor yang justru semakin kaya. Beberapa di antaranya bahkan tak segan pamer kekayaan.
Seperti apa ungkapannya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube MerdekaDotCom, Senin (15/7).
Ahok Soal Sanksi Korupsi
Ungkapan Ahok tersebut selayaknya yang diperbincangkan dalam sebuah perbincangan bersama praktisi hukum Todung Mulya Lubis beberapa waktu lalu.
Keduanya berbicara soal masalah korupsi di tanah air yang seolah-olah terus berputar.
Ahok pun merasa prihatin dengan nasib generasi muda di masa mendatang.
Dia khawatir lantaran soal korupsi tak pernah mendapat sanksi berat hingga rawan menjadi cermin para generasi muda di masa kini.
"Mungkin anak-anak muda ini melihat tidak ada sanksi di setiap tindakan," ujarnya.
Heran Makin Kaya
Dia mengungkap, ada bukti nyata jika para koruptor justru mampu melenggang bebas tanpa dibebani banyak hal, termasuk rasa moral.
Salah satunya soal kehidupan para eks tahanan koruptor.
Alih-alih kian sederhana dan jauh dari hidup nyaman, para koruptor justru tetap bergelimang harta.
Lantaran hal ini, eks duet Jokowi di Ibu Kota itu pun mengaku begitu heran.
"Orang keluar penjara korup, loh kok makin kaya. Sudah disita semua hartanya, keluar tapi masih naik Roll-Royce atau apa itu," ungkapannya.
Kacamata dari Praktisi Hukum
Menurut Todung Mulya Lubis, ada hukum yang perlu ditegakkan dengan baik dan benar. Salah satunya soal hukum yang seharusnya bak piramida terbalik.
Banyak sanksi hukum tegas yang bisa menyasar para elit, termasuk soal korupsi.
"Jadi menurut saya, konsep piramida terbalik kalau tidak dilakukan ya jadinya ga mungkin (berhenti)," terang Todung Mulya Lubis.
"Orang bisa saja punya hidup mewah, uang banyak di bank, dan kita tidak pernah tahu asal-usulnya," imbuh Todung Mulya.
"Semua harta bisa ditulisnya mereka, hibah, hibah, hibah gitu ya," balas Ahok.
Tuai Beragam Tanggapan
Perbincangan kedua tokoh tersebut turut menuai beragam tanggapan dari publik. Banyak di antaranya yang ikut mendiskusikan permasalahan mengenai sanksi koruptor di masa mendatang.
"Panjang perdebatan masalah koruptor," tulis akun @sitysahrotun6610
"Harta yang dititipin yang dibelikan sesuatu atas nama orang dengan upah menggiurkan, bagaimana cara mengetahuinya," tulis akun @KhalariAri-if1wc
"Saya pengen Ahok jadi menteri pemberantas koruptor dan HAM," tulis akun @NurnajmiNajmi