5 Pemain Diaspora Timnas Indonesia yang Terancam 'Dibuang' Klubnya, Merapat Liga Malaysia?
Kontrak hampir habis pada musim panas ini, sejumlah klub Malaysia mulai incar jasa pemain diaspora Timnas Indonesia.
Kontrak beberapa pemain diaspora Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan berakhir pada tahun 2025. Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan besar terkait masa depan mereka di klub masing-masing dan juga kontribusi mereka di Timnas Indonesia.
Sejumlah nama diprediksi akan keluar dari klub saat ini usai kontraknya berakhir. Selain performa yang buruk, tak sedikit dari mereka yang mulai kehilangan tempat di klub.
Kabar ini sedikit banyak akan sangat berpengaruh pada kedalaman skuad Timnas Indonesia. Apalagi para pemain ini memiliki peran penting di Timnas sehingga masa depan mereka tentu akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan tim di masa mendatang.
Spekulasi transfer dan negosiasi kontrak pun mulai bermunculan, menambah dinamika situasi yang cukup menarik untuk diikuti. Apalagi beberapa klub Malaysia mulai ikut dalam perburuan tanda tangan para pemain.
Kabar adanya minat dari klub di Liga Malaysia membuat publik sepakbola tanah air mulai khawatir akan masa depan para pemain. Tak sedikit yang mengkritik dan meminta agar mereka tetap berusaha mendapat klub di Eropa. Lantas siapa saja pemain yang dimaksud?
1. Jordi Amat
Bek tengah andalan Timnas Indonesia, Jordi Amat, saat ini bermain untuk Johor Darul Ta'zim (JDT) di Liga Super Malaysia. Kontraknya akan berakhir pada 31 Mei 2025. Rumor kepindahannya ke Liga 1 Indonesia cukup santer terdengar, dengan Persib Bandung dan Bali United disebut-sebut sebagai klub yang berminat.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari klub maupun pemain, peluang Jordi Amat kembali ke Indonesia cukup besar. Ia telah menunjukkan kualitas dan profesionalismenya selama membela Timnas Indonesia. Dukungan dari suporter Indonesia juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.
Namun bukan hal mustahil jika ia memilih tantangan di klub Liga Malaysia lain atau mencoba peruntungan kembali ke sejumlah klub Eropa.
2. Rafael Struick
Berbeda dengan Jordi Amat, Rafael Struick yang bermain untuk Brisbane Roar di Australia, dihadapkan pada situasi yang lebih menantang. Kontraknya berakhir pada 30 Juni 2025, dan belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak.
Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa Rafael Struick tidak masuk dalam skuad utama Brisbane Roar. Hal ini tentu menjadi sinyal peringatan bagi pemain muda berbakat tersebut. Ia perlu mempertimbangkan berbagai opsi untuk masa depannya.
Kemungkinan Rafael Struick untuk kembali ke Indonesia juga terbuka. Namun, ia juga perlu mempertimbangkan tawaran dari klub lain, baik di dalam maupun luar negeri. Kompetisi yang ketat di dunia sepak bola menuntutnya untuk membuat keputusan yang tepat.
Kabar yang beredar, klub asal Liga Malaysia Selangor FC dan Kuala Lumpur City FC berminat memburu tanda tangan sang pemain. Meski begitu, gosip tersebut masih dalam tahap pemantauan dan belum ada komunikasi lebih lanjut.
3. Justin Hubner
Justin Hubner merupakan pemain muda berbakat yang bermain untuk Wolverhampton U-21 di Inggris. Pemain berusia 21 tahun tersebut juga menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Menurut kabar, kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2025, dan belum ada konfirmasi perpanjangan kontrak dari klub. Situasi Justin Hubner sedikit berbeda dengan Jordi Amat dan Rafael Struick. Ia masih terikat kontrak dengan klub besar di Eropa, namun peluang bermain reguler masih belum terjamin.
Kembalinya Justin Hubner ke kompetisi di benua Asia juga menjadi opsi yang menarik. Berbekal pengalamannya memperkuat Cerezo Osaka di J-League membuka peluang untuk kembali tampil di level Asia.
Namun, ia juga perlu mempertimbangkan tawaran dari klub lain di Eropa atau liga-liga top dunia lainnya. Keputusan yang tepat akan sangat menentukan perjalanan kariernya di masa depan.
4. Nathan Tjoe A On
Nathan Tjoe A On bergabung bersama klub Championship Swansea City pada musim panas 2023 lalu. Ia diboyong The Swans dengan biaya transfer senilai Rp5,8 miliar dari klub Eredivisie, Excelsior. Nathan mendapat kontrak selama 3 tahun hingga 2026 dengan opsi perpanjangan satu tahun hingga 2027.
Meski mendapat kontrak panjang, Nathan belum banyak mendapat kepercayaan. Swansea City hanya memberikannya kesempatan beraksi tiga kali di berbagai kejuaraan, termasuk di Championship, dengan jumlah 127 menit.
Nathan Tjoe-A-On sama sekali tidak dimainkan Swansea City pada setengah musim pertamanya, sebelum dipinjamkan ke klub Belanda, SC Heerenveen, pada Januari 2024, tetapi di sana ia hanya bermain empat kali dengan total 15 menit.
Rumor yang beredar, Nathan sempat masuk dalam daftar jual Swansea City di bursa transfer Januari 2025 lalu. Namun belum ada kabar lebih lanjut terkait keputusan klub terhadapnya.
Menjelang akhir musim 2024/2025, Nathan Tjoe A On kembali digosipkan hengkang. Belum ada rumor klub mana yang tertarik dengannya, namun belakangan banyak yang menyarankan agar Nathan bisa kembali ke Liga Belanda.
5. Elkan Baggott
Elkan Baggott menjadi pemain Timnas Indonesia selanjutnya yang diprediksi tidak akan dipertahankan klubnya di musim panas ini. Elkan merupakan pemain asal klub Ipswich Town yang saat ini dipinjamkan ke klub League One, Blackpool FC selama satu musim.
Sejatinya, pemain berdarah Inggris tersebut mendapat kontrak dari Ipswich Town selama 3 tahun sejak 2022 hingga 2025 dengan opsi perpanjangan tambahan selama 12 bulan.
Meski mendapat kontrak panjang, Elkan justru lebih sering dipinjamkan oleh Ipswich Town. Sejak 2022 ia pernah memperkuat Gillingham (2022), Cheltenham Town (2023), Bristol Rovers (2024) dan Blackpool (2024).
Belum ada kabar terbaru terkait posisi Elkan di Ipswich Town hingga sekarang. Namun berkaca dari posisinya sekarang, kemungkinan besar ia tidak akan diperpanjang oleh Ipswich Town.
Namun, pilihan berkarier di klub Inggris diprediksi tetap menjadi yang utama. Melihat peran pentingnya saat ini di Blackpool, bukan hal mustahil ia akan dipermanenkan oleh klubnya sekarang.