40 Kata Bijak Quotes Bahasa Jawa yang Penuh Makna Beserta Artinya
Kata bijak quotes bahasa jawa penuh makna untuk inspirasi dan motivasi.
Kata-kata bijak dan quotes bahasa Jawa mengandung banyak pesan moral dan filosofi kehidupan yang mendalam. Mulai dari nasihat tentang cinta, persahabatan, kerja keras, kesabaran, hingga hubungan dengan Tuhan.
Meski disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan kadang jenaka, namun makna di baliknya sangat dalam dan bisa menjadi pedoman hidup. Ungkapan-Ungkapan tersebut, menunjukkan kekayaan nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Jawa sejak dulu.
Dengan memahami dan menerapkan pesan-pesan bijak ini, diharapkan kita bisa menjalani hidup dengan lebih bijaksana dan bermakna. Berikut kumpulan kata-kata bijak bahasa Jawa dan artinya. Simak ulasannya:
- Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu. (Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, agar nasibmu baik)
- Aja mbedakake marang sak sapadha-pada. (Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)
- Gusti Allah mboten sare. (Tuhan tidak pernah tidur)
- Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan. (Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)
- Yen urip mung isine isih nuruti napsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu. (Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemuliaan hidup akan semakin sulit ditemukan)
- Memayu hayuning bawana. (Menghiasi alam semesta)
- Urip iku koyo kopi, yen ndak iso nikmati rasane panggah pait. (Hidup itu bagaikan secangkir kopi, jika tidak bisa menikmatinya yang dirasakan hanyalah pahit)
- Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso. (Cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul karena berani bersusah dahulu)
- Sabar iku ingaran mustikaning laku. (Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibarat sebuah hal yang sangat indah dalam kehidupan)
- Ambeg utomo, andhap asor. (Selalu menjadi yang utama tetapi selalu rendah hati)
- Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa. (Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)
- Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno. (Kalau sudah punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah pergi lupakan, kalau hilang ikhlaskan)
- Nek wes niat kerjo iku, ojo golek perkoro, nek wes diniati golek rejeki iku ora usah golek rai. (Kalau sudah mendapatkan pekerjaan itu jangan cari perkara, kalau sudah diniatkan cari rezeki itu tidak usah cari muka)
- Manungsa mung ngunduh wohing pakarti. (Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)
- Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku mung etok-etok ora ngerti yen mbok apusi. (Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya pura-pura tidak tahu kalau kamu berbohong)
- Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati. (Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)
- Urip kang utama, mateni kang sempurna. (Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya)
- Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi. (Terkadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah mengucap, tetapi hati tak bisa dibohongi)
- Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah. (Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)
- Ala lan becik iku gegandhengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran. (Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)
- Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit. (Dosa yang paling menyedihkan adalah mengeluh tidak punya uang)
- Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing nyiptaaken manungsa. (Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah yang telah menciptakan manusia)
- Natas, nitis, netes. (Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)
- Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih. (Kacang itu gurih, tapi kalau diabaikan itu perih)
- Mergo seng gaene ngekeki cokelat bakal kalah karo seng ngekeki seperangkat alat sholat. (Karena yang memberi cokelat akan kalah dengan orang yang memberikan seperangkat alat salat)
- Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur. Ngko lambemu kesampluk pesawat. (Kalau berbicara jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat)
- Wit, yen di uncali watu tetep dibales kanggo woh. (Hiduplah seperti pohon, ketika dilempari batu tetap dibalas dengan buah)
- Guyon ki ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan. (Bercanda jangan kelewatan, kalau kelewatan putar baliknya jauh)
- Nek pacarmu ora gelem masang fotomu, mungkin wonge isin karo raimu. (Kalau pacarmu tidak mau pasang fotomu, mungkin dia malu terhadap wajahmu)
- Ala lan becik iku gegandhengan, kabeh kuwi saka kersaning Pangeran. (Kebaikan dan kejahatan ada bersama-sama, itu semua adalah kehendak Tuhan)
- Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit. (Dosa yang paling menyedihkan adalah mengeluh tidak punya uang)
- Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing nyiptaaken manungsa. (Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah yang telah menciptakan manusia)
- Natas, nitis, netes. (Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan Tuhan kita kembali)
- Kacang iku gurih, tapi nek dikacangin iku perih. (Kacang itu gurih, tapi kalau diabaikan itu perih)
- Mergo seng gaene ngekeki cokelat bakal kalah karo seng ngekeki seperangkat alat sholat. (Karena yang memberi cokelat akan kalah dengan orang yang memberikan seperangkat alat salat)
- Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur. Ngko lambemu kesampluk pesawat. (Kalau berbicara jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat)
- Wit, yen di uncali watu tetep dibales kanggo woh. (Hiduplah seperti pohon, ketika dilempari batu tetap dibalas dengan buah)
- Guyon ki ojo kelewatan. Nek kelewatan ngko mutere kadohan. (Bercanda jangan kelewatan, kalau kelewatan putar baliknya jauh)
- Nek pacarmu ora gelem masang fotomu, mungkin wonge isin karo raimu. (Kalau pacarmu tidak mau pasang fotomu, mungkin dia malu terhadap wajahmu)