4 Bulan Warga Terisolasi di Pulau Enggano, Rieke 'Oneng' Gercep Terjun Langsung ke Bengkulu 'Semoga Didengar Oleh Presiden'
Rieke Diah Pitaloka datang untuk pantau pengerukan di Pelabuhan Baai.
Pulau Enggano di Provinsi Bengkulu terisolasi akibat pendangkalan pelabuhan. Hal ini menyebabkan kapal layanan laut tidak mampu bersandar ke dermaga, sehingga distribusi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat pun terganggu.
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka secara khusus datang langsung ke Pelabuhan Baai untuk meninjau alur pengerukan yang sedang dilakukan sebagai salah satu upaya membantu masyarakat yang terisolasi di Pulau Enggano.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Rieke mengunggah video merekam momen saat dia datang ke lokasi pengerukan bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Bengkulu.
"Ini langsunh meninjau alur pengerukan terjadinya pendangkalan di pelabuhan Pulau Baai yang itu berakibat fatal pada kehidupan 4.300 jiwa di Pulau Enggano. Kita sedang mencari solusi InsyaAllah kita terus berjuang besti-besti," kata Rieke.
Pulau Enggano sendiri merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Luas wilayahnya mencapai 400,6 km² dan terletak sekitar 130 mil laut dari Kota Bengkulu.
Berdasarkan informasi, disebutkan jika terputusnya arus transportasi laut Pulau Enggane sudah terjadi sejak akhir Maret 2025. Kurang lebih empat bulan lamanya, masyarakat di sana terisolasi karena kesulitan melakukan distribusi.
Pendangkalan di Pelabuhan Pulau Baai juga turut menghambat pola distribusi BBM ke TBBM Pertamina. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak serius pada penyediaan dan distribusi BBM di Provinsi Bengkulu secara keseluruhan.
Penyebab utama gangguan ini adalah pendangkalan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai. Saat ini, PT Pelindo sedang melakukan pengerukan, dengan target tahap darurat (tahap 1) selesai pada awal Juli 2025 untuk memastikan minimal operasional pelabuhan.
Berharap Presiden Beri Perhatian Khususs
Dalam keterangannya, Rieke menyebut jika berbagai pihak termasuk PT Pelindo dan KSOP Kelas III Pulau Baai telah berupaya mencari solusi, terutama terkait transportasi penumpang.
Namun, belum ada solusi memadai terkait distribusi barang dan hasil bumi, yang justru merupakan kebutuhan utama masyarakat. Rieke pun berharap, Presiden Prabowo Subianto bisa menaru perhatian khusus kepada masyarakat yang tinggal di Pulau Enggano.
"Saya meyakini Presiden Prabowo memiliki kepekaan dan perhatian terhadap kondisi darurat masyarakat di pulau-pulau terluar Indonesia, termasuk Pulau Enggano," ungkap Rieke dalam keterangan resminya.
"Dengan segala kerendahan hati, saya memohon penanganan yang komprehensif, cepat, dan tepat sasaran atas kedaruratan Pulau Enggano, khususnya pelayanan transportasi barang dan hasil bumi," tambahnya.
Dalam pernyataannya, Rieke juga mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan diskusi bersama Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasco terkait hal tersebut. Dia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dengan menyuarakan tagar #SaveEnggano dalam postingannya.