25 Kata Bijak KH Hasyim Asy'ari yang Penuh Ajaran Kebaikan, Mencerahkan Jiwa
Simak 50 kata bijak KH Hasyim Asy'ari yang penuh makna dan inspirasi berikut ini.
KH Hasyim Asy'ari merupakan ulama besar dan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama yang meninggalkan banyak petuah bijak. Petuah ini kemudian banyak dikenang oleh para pengikutnya hingga menjadi kata-kata bijak yang bisa menjadi pedoman hidup.
Kata-kata bijak KH Hasyim Asy'ari ini tentunya mengandung banyak pelajaran berharga tentang ilmu, perjuangan, persatuan, kebijaksanaan hidup, serta akhlak mulia. Petuah-petuah beliau masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan di zaman sekarang. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Lantas, apa saja kata-kata bijak dari sang ulama ini? Simak kumpulan kata-kata mutiara dan nasihat beliau yang penuh makna berikut ini.
Tentang Ilmu dan Pendidikan
- Gunakan masa muda dan umurmu untuk memperoleh ilmu. Jangan terpedaya oleh rayuan menunda-nunda.
- Setiap detik yang terlewatkan dari umur tidak akan tergantikan.
- Kita lebih membutuhkan adab meskipun sedikit, dibandingkan ilmu sekalipun banyak.
- Berusahalah membeli buku. Jika tidak memungkinkan, menyewa atau meminjamlah. Itulah cara memperoleh ilmu.
- Tatkala umurku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?
- Bekerja dan berjuang bukan karena kedudukan atau kekayaan, melainkan demi kepentingan agama dan masyarakat.
- Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya.
- Masuklah (NU) dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu, dan dengan ikatan jiwa raga.
- Hidupkan NU ini, namun jangan sekali-kali mencari hidup di NU.
- Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah!
Tentang Persatuan dan Perbedaan
- Jangan jadikan perbedaan pendapat sebagai sebab perpecahan dan permusuhan.
- Perpecahan dan pertikaian adalah kejahatan besar yang bisa meruntuhkan tatanan masyarakat.
- Sesungguhnya kebenaran bisa lemah karena perselisihan, sementara kebatilan kadang menjadi kuat karena persatuan.
- Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Keduanya saling menguatkan.
- Dakwah dengan cara memusuhi ibarat orang membangun kota, tetapi merobohkan istananya.
- Tak ada satu pun di dunia ini yang kekal. Maka, ukirlah cerita indah sebagai kenangan.
- Menerima sandang pangan apa adanya dengan kesabaran akan mendatangkan ilmu yang luas.
- Pandai membagi waktu dan memanfaatkan sisa umur yang paling berharga itu.
- Bersikap wara' (menjauhi perkara syubhat) dan berhati-hati dalam segala hal.Makan dan minum sedikit.
- Kenyang hanya akan mencegah ibadah dan membuat badan berat untuk belajar.
- Seorang santri hendaknya membersihkan hatinya dari segala hal yang dapat mengotorinya.
- Meninggalkan pergaulan yang tidak mendewasakan pikiran, terutama dengan lawan jenis.
- Hendaknya memiliki niat yang baik dalam mencari ilmu, yaitu untuk mendapatkan ridho Allah.
- Mengagungkan atau menghormati masjid hukumnya wajib, sedangkan meremehkannya adalah haram.
- Watak manusia itu seperti pencuri ulung, cepat meniru perilaku orang lain.