120 Kata Pepatah dan Artinya yang Penuh Makna
Simak kata pepatah beserta artinya yang penuh makna.
Peribahasa merupakan warisan budaya yang kaya akan makna dan nilai-nilai kehidupan.
Pepatah atau peribahasa merupakan ungkapan tradisional yang mengandung pesan moral, nasihat bijak, dan motivasi hidup.
Melalui kata-kata bijak ini, kita dapat belajar tentang berbagai aspek kehidupan seperti karakter, hubungan, perjuangan, kebijaksanaan, kewaspadaan, kesetiaan, kerendahan hati, kesabaran, ketekunan, dan kebersamaan.
Dengan memahami dan menerapkan pesan-pesan moral dari peribahasa ini, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bijaksana dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Berikut ini adalah kumpulan 120 kata pepatah dan artinya yang dapat menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
- Ada asap ada api – Segala akibat pasti ada sebabnya
- Air beriak tanda tak dalam – Orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu
- Bagai air di daun talas – Orang yang tidak mempunyai pendirian
- Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing – Gotong royong dalam menghadapi kesulitan
- Gajah mati meninggalkan gading – Orang besar meninggalkan nama baik
- Seperti katak dalam tempurung – Berwawasan sempit
- Bagai pungguk merindukan bulan – Mengharapkan sesuatu yang mustahil
- Air susu dibalas air tuba – Kebaikan dibalas dengan kejahatan
- Bagai telur di ujung tanduk – Dalam keadaan berbahaya
- Sambil menyelam minum air – Melakukan dua pekerjaan sekaligus
- Tong kosong nyaring bunyinya – Orang bodoh banyak bicaranya
- Bagai pinang dibelah dua – Sangat mirip
- Bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami – Mencari sesuatu yang sangat sulit ditemukan
- Bagai air dengan minyak – Dua hal yang tidak bisa bersatu
- Bagai kacang lupa akan kulitnya – Melupakan asal-usul
- Bagai nasi sudah menjadi bubur – Sesuatu yang sudah terlanjur terjadi
- Bagai anjing dengan kucing – Selalu bermusuhan
- Bagai bunga di tepi jalan – Gadis yang mudah digoda
- Bagai duri dalam daging – Masalah yang selalu mengganggu
- Bagai ikan dalam air – Hidup dalam keadaan yang sangat nyaman
- Bagai kerbau dicocok hidung – Orang yang mudah diatur
- Bagai makan buah simalakama – Dalam situasi serba salah
- Bagai menulis di atas air – Melakukan pekerjaan yang sia-sia
- Bagai pinang dibelah dua – Sangat mirip
- Bagai rusa masuk kampung – Orang yang kebingungan
- Bagai telur di ujung tanduk – Dalam keadaan berbahaya
- Bagaikan air di daun talas – Tidak memiliki pendirian
- Bagaikan api dalam sekam – Bahaya yang tersembunyi
- Bagaikan bulan jatuh ke riba – Mendapat keberuntungan besar
- Bagaikan cacing kepanasan – Gelisah tidak karuan
- Bagaikan duri dalam daging – Masalah yang terus mengganggu
- Bagaikan gajah di pelupuk mata – Masalah besar yang tidak disadari
- Bagaikan harimau menyembunyikan kuku – Menyembunyikan kekuatan
- Bagaikan ikan di dalam belanga – Dalam situasi terjepit
- Bagaikan jeruk makan jeruk – Saling menjatuhkan sesama teman
- Bagaikan kacang lupa kulitnya – Melupakan asal usul
- Bagaikan katak dalam tempurung – Berwawasan sempit
- Bagaikan kuda lepas dari kandang – Sangat bebas
- Bagaikan langit dengan bumi – Sangat berbeda
- Bagaikan macan ompong – Tidak memiliki kekuatan
- Bagaikan nasi sudah menjadi bubur – Sudah terlanjur terjadi
- Bagaikan orang buta kehilangan tongkat – Kehilangan pegangan hidup
- Bagaikan pagar makan tanaman – Orang yang dipercaya malah berkhianat
- Bagaikan pungguk merindukan bulan – Mengharapkan sesuatu yang mustahil
- Bagaikan telur di ujung tanduk – Dalam situasi berbahaya
- Bagaikan air di daun keladi – Tidak memiliki pendirian
- Bagaikan air mengalir – Berjalan dengan lancar
- Bagaikan api dalam sekam – Bahaya tersembunyi
- Bagaikan batu jatuh ke lubuk – Hilang tanpa bekas
- Bagaikan bulan jatuh ke riba – Mendapat keberuntungan besar
- Bagaikan cacing kepanasan – Sangat gelisah
- Bagaikan duri dalam daging – Masalah yang terus mengganggu
- Bagaikan gajah di pelupuk mata – Masalah besar yang tidak disadari
- Bagaikan harimau menyembunyikan kuku – Menyembunyikan kekuatan
- Bagaikan ikan di dalam belanga – Dalam situasi terjepit
- Bagaikan jeruk makan jeruk – Saling menjatuhkan sesama teman
- Bagaikan kacang lupa kulitnya – Melupakan asal usul
- Bagaikan katak dalam tempurung – Berwawasan sempit
- Bagaikan kuda lepas dari kandang – Sangat bebas
- Bagaikan langit dengan bumi – Sangat berbeda
- Bagaikan macan ompong – Tidak memiliki kekuatan
- Bagaikan nasi sudah menjadi bubur – Sudah terlanjur terjadi
- Bagaikan orang buta kehilangan tongkat – Kehilangan pegangan hidup
- Bagaikan pagar makan tanaman – Orang yang dipercaya malah berkhianat
- Bagaikan pungguk merindukan bulan – Mengharapkan sesuatu yang mustahil
- Bagaikan telur di ujung tanduk – Dalam situasi berbahaya
- Bagai air di daun talas – Tidak memiliki pendirian yang tetap
- Bagai anjing menggonggong kafilah berlalu – Tidak menghiraukan kritik
- Bagai api dalam sekam – Bahaya yang tersembunyi
- Bagai ayam kehilangan induk – Kebingungan
- Bagai bumi dan langit – Sangat berbeda
- Bagai cacing kepanasan – Sangat gelisah
- Bagai duri dalam daging – Masalah yang terus mengganggu
- Bagai enau dalam belukar – Orang baik di lingkungan buruk
- Bagai gajah di pelupuk mata – Masalah besar yang tidak disadari
- Bagai harimau menyembunyikan kuku – Menyembunyikan kekuatan
- Bagai ikan dalam belanga – Dalam situasi terjepit
- Bagai jeruk makan jeruk – Saling menjatuhkan sesama teman
- Bagai kacang lupa kulitnya – Melupakan asal usul
- Bagai katak dalam tempurung – Berwawasan sempit
- Bagai kuda lepas dari kandang – Sangat bebas
- Bagai langit dengan bumi – Sangat berbeda
- Bagai macan ompong – Tidak memiliki kekuatan
- Bagai nasi sudah menjadi bubur – Sudah terlanjur terjadi
- Bagai orang buta kehilangan tongkat – Kehilangan pegangan hidup
- Bagai pagar makan tanaman – Orang yang dipercaya malah berkhianat
- Bagai pungguk merindukan bulan – Mengharapkan sesuatu yang mustahil
- Bagai telur di ujung tanduk – Dalam situasi berbahaya
- Air beriak tanda tak dalam – Orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu
- Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga – Sifat anak biasanya menurun dari orang tuanya
- Air susu dibalas dengan air tuba – Kebaikan dibalas dengan kejahatan
- Air tenang menghanyutkan – Orang pendiam biasanya menyimpan banyak ilmu
- Anjing menggonggong kafilah berlalu – Tidak menghiraukan kritik
- Bagai air di daun talas – Tidak memiliki pendirian yang tetap
- Bagai anjing dengan kucing – Selalu bermusuhan
- Bagai api dalam sekam – Bahaya yang tersembunyi
- Bagai ayam kehilangan induk – Kebingungan
- Bagai bumi dan langit – Sangat berbeda
- Bagai cacing kepanasan – Sangat gelisah
- Bagai duri dalam daging – Masalah yang terus mengganggu
- Bagai enau dalam belukar – Orang baik di lingkungan buruk
- Bagai gajah di pelupuk mata – Masalah besar yang tidak disadari
- Bagai harimau menyembunyikan kuku – Menyembunyikan kekuatan
- Bagai ikan dalam belanga – Dalam situasi terjepit
- Bagai jeruk makan jeruk – Saling menjatuhkan sesama teman
- Bagai kacang lupa kulitnya – Melupakan asal usul
- Bagai katak dalam tempurung – Berwawasan sempit
- Bagai kuda lepas dari kandang – Sangat bebas
- Bagai langit dengan bumi – Sangat berbeda
- Bagai macan ompong – Tidak memiliki kekuatan
- Bagai nasi sudah menjadi bubur – Sudah terlanjur terjadi
- Bagai orang buta kehilangan tongkat – Kehilangan pegangan hidup
- Bagai pagar makan tanaman – Orang yang dipercaya malah berkhianat
- Bagai pinang dibelah dua – Sangat mirip
- Bagai pungguk merindukan bulan – Mengharapkan sesuatu yang mustahil
- Bagai telur di ujung tanduk – Dalam situasi berbahaya
- Bagaikan air di daun talas – Tidak memiliki pendirian
- Bagaikan api dalam sekam – Bahaya yang tersembunyi
- Bagaikan bulan jatuh ke riba – Mendapat keberuntungan besar
- Bagaikan cacing kepanasan – Gelisah tidak karuan