10 Kebiasaan Sehari-Hari ini Dapat Merusak Hati Liver Tanpa Kita Sadari
Tanpa kita sadari, banyak kebiasaan harian yang dapat membahayakan kesehatan liver.
Hati atau liver merupakan salah satu organ yang paling aktif dalam tubuh manusia. Fungsi hati meliputi penyaringan racun, membantu proses pencernaan makanan, serta pengaturan metabolisme tubuh.
Menurut informasi yang dilansir dari Times of India pada hari Senin (17/2/2025), penyakit hati menyebabkan sekitar dua juta kematian setiap tahunnya, yang setara dengan 4% dari total kematian global, atau satu dari setiap 25 kematian.
Meskipun hati memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki diri, namun paparan terhadap kebiasaan buruk yang berlangsung terus-menerus dapat mengurangi kemampuannya seiring berjalannya waktu. Sayangnya, banyak individu yang tidak menyadari bahwa mereka terlibat dalam kebiasaan sehari-hari yang berpotensi merusak kesehatan hati.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali beberapa kebiasaan yang dapat berdampak negatif pada hati dalam jangka panjang.
1. Mengonsumsi Gula Olahan Secara Berlebihan
Asupan gula yang berlebihan tidak hanya dapat merusak kesehatan gigi atau menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi juga dapat memberikan beban tambahan pada hati. Ketika terlalu banyak gula olahan, terutama fruktosa, dikonsumsi, hati akan mengubahnya menjadi lemak.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD), yang kini menjadi penyebab utama kerusakan liver di seluruh dunia.
2. Penggunaan Obat Penghilang Rasa Sakit yang Berlebihan
Banyak orang sering mengandalkan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi sakit kepala, nyeri otot, atau demam tanpa mempertimbangkan dampaknya. Namun, konsumsi asetaminofen (parasetamol) dalam dosis tinggi dapat menjadi berbahaya bagi hati.
Bahkan, overdosis dalam jumlah kecil pun bisa menyebabkan kerusakan hati yang serius. Oleh karena itu, sangat penting untuk mematuhi dosis yang dianjurkan dan menghindari mencampurkan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Jika Anda mencari cara untuk meredakan rasa sakit, pertimbangkanlah alternatif alami seperti jahe atau kunyit.
3. Kurang Minum
Dehidrasi dapat menyebabkan kesulitan bagi hati dalam mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Saat asupan air Anda tidak mencukupi, racun akan terakumulasi, yang pada gilirannya memberikan beban tambahan pada organ hati.
Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri dengan minum minimal 8 gelas air setiap hari. Selain itu, teh herbal dan minuman detoks seperti air lemon juga dapat membantu mendukung kesehatan fungsi hati.
4. Mengonsumsi Alkohol
Alkohol merupakan salah satu zat yang paling berbahaya bagi kesehatan hati. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan, meskipun hanya sesekali, dapat mengakibatkan perlemakan hati, peradangan, serta sirosis, yang merupakan kondisi di mana jaringan hati mengalami kerusakan permanen.
Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi alkohol dengan bijak dan memberikan waktu bagi hati untuk pulih. Sebagai alternatif, Anda dapat memilih untuk mengganti minuman beralkohol dengan mocktail atau minuman herbal yang lebih sehat.
5. Mengonsumsi Makanan Olahan Secara Berlebihan
Junk food, makanan yang digoreng, dan produk olahan memiliki kandungan lemak trans serta bahan pengawet yang tinggi, yang dapat membebani hati. Lemak yang tidak sehat ini dapat menyebabkan akumulasi lemak dan peradangan, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit hati berlemak.
Sebagai alternatif, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang dimasak di rumah dengan menggunakan lemak sehat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat. Selain itu, penting untuk mengurangi asupan makanan cepat saji dan lebih memprioritaskan makanan yang kaya akan nutrisi.
6. Melewatkan Makan atau Mengikuti Diet Ekstrem
Melakukan puasa atau sering kali melewatkan waktu makan dapat memperlambat proses metabolisme serta menyebabkan penumpukan lemak di hati. Selain itu, menjalani diet ekstrem yang tidak mengandung nutrisi penting dapat merusak fungsi hati seiring berjalannya waktu.
Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan dalam porsi kecil namun seimbang sepanjang hari. Diet yang mengandung banyak protein, serat, dan lemak sehat sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan hati.
7. Kurang Tidur
Waktu tidur adalah saat yang penting bagi tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi diri. Jika seseorang mengalami kurang tidur secara kronis, hal ini dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang pada gilirannya dapat memicu berbagai penyakit hati.
Oleh karena itu, penting untuk berusaha mendapatkan tidur yang berkualitas selama 7 hingga 8 jam setiap malam. Selain itu, menjaga rutinitas waktu tidur dan membatasi penggunaan layar sebelum tidur juga sangat disarankan.
8. Konsumsi Berlebihan Minuman Berkafein atau Minuman Berenergi
Walaupun mengonsumsi kopi dalam jumlah yang moderat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan hati, namun asupan kafein yang berlebihan, terutama dari minuman berenergi yang tinggi gula, dapat menimbulkan peradangan serta memberikan stres pada organ hati.
Sebaiknya, batasi konsumsi kopi menjadi 1 hingga 2 cangkir per hari dan hindari minuman berenergi yang mengandung gula. Sebagai alternatif yang lebih sehat, Anda bisa memilih teh herbal seperti teh hijau atau teh dandelion yang juga baik untuk kesehatan.
9. Buah dan Sayuran Tidak Dicuci dengan Baik
Banyak jenis buah dan sayuran yang mengandung pestisida serta bahan kimia berbahaya yang dapat memberikan beban pada liver. Jika dikonsumsi secara rutin, hal ini dapat menyebabkan penumpukan racun yang menghambat proses detoksifikasi hati.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mencuci bersih produk buah dan sayuran di bawah aliran air yang mengalir. Anda juga bisa merendamnya dalam campuran cuka dan air selama beberapa menit untuk menghapus sisa-sisa zat berbahaya yang mungkin tertinggal.
10. Malas Bergerak
Kurangnya gerak dan aktivitas fisik dapat menjadi faktor penyebab obesitas serta penyakit hati berlemak. Melakukan olahraga secara teratur sangat membantu liver dalam memproses lemak dengan lebih baik dan mencegah terjadinya peradangan.
Untuk menjaga kesehatan liver, disarankan untuk berolahraga setidaknya selama 30 menit setiap harinya. Aktivitas seperti berjalan kaki, yoga, atau latihan kekuatan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan hati.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4155579/original/019346500_1663033506-Infografis_manfaat_berjalan_kaki.jpg)