Uji Coba Kedua SpaceX Tangkap Roket Starship Berhasil
SpaceX berhasil menangkap Super Heavy untuk kedua kalinya, namun kehilangan komunikasi dengan Starship.
SpaceX berhasil menangkap Super Heavy booster untuk kedua kalinya selama uji coba penerbangan Starship yang ketujuh dari Boca Chica, Texas. Booster tersebut berhasil ditangkap oleh lengan 'chopstick' di menara peluncuran, menandai pencapaian penting dalam teknologi peluncuran luar angkasa.
Meskipun berhasil menangkap booster, SpaceX mengalami masalah komunikasi dengan pesawat luar angkasa Starship yang terpasang di atasnya.
“Kendaraan tersebut berhasil dipisahkan dari booster Super Heavy, tetapi selama fase pendakian tersebut, beberapa mesin mati, dan tak lama kemudian, kami kehilangan komunikasi dengan kendaraan tersebut," ujar Kate Tice dari SpaceX dikutip The Verge, Jumat (17/1).
Tim SpaceX berasumsi bahwa mereka telah kehilangan pesawat tersebut. Menurut SpaceX, Starship mengalami 'disassembly yang tidak terjadwal dengan cepat' selama fase pembakaran pendakian. Tim saat ini sedang menganalisis data untuk memahami penyebab dari masalah ini.
Detail Penerbangan dan Inovasi Teknologi
Beberapa saksi di pulau Turks dan Caicos melaporkan melihat puing-puing Starship saat memasuki kembali atmosfer dan membagikan video tersebut di media sosial. Versi Starship kali ini memiliki 'perbaikan besar untuk keandalan dan kinerja', menjadikannya sedikit lebih tinggi dibandingkan versi sebelumnya.
Pada penerbangan kali ini, SpaceX juga memperkenalkan sistem propulsi yang dirancang ulang dan komputer penerbangan yang lebih baik. Selain itu, sebuah pelindung panas baru dengan 'beberapa pilihan ubin logam, termasuk satu dengan pendinginan aktif' diuji untuk mengeksplorasi bahan alternatif dan 'lapisan cadangan untuk melindungi dari ubin yang hilang atau rusak.'
Sebelum penerbangan, SpaceX menyatakan bahwa sejumlah ubin di tahap atas Starship akan dihapus untuk menguji area yang rentan di seluruh kendaraan, meskipun belum diketahui apakah ini berkontribusi pada kehancurannya.
Super Heavy: Pendorong Terbesar di Dunia
Super Heavy yang diuji kali ini merupakan yang pertama kali menggunakan mesin Raptor dari uji terbang sebelumnya. Dengan tinggi 403 kaki, Starship adalah kendaraan peluncuran terbesar yang pernah ada. Kendaraan ini terdiri dari dua bagian: pesawat luar angkasa Starship yang dirancang untuk mengangkut kru dan kargo ke orbit, serta Super Heavy Booster yang dilengkapi dengan 33 mesin Raptor SpaceX untuk membantu mendorong Starship ke luar angkasa.
Kedua komponen, baik pesawat Starship maupun Super Heavy booster, dirancang untuk dapat digunakan kembali. Tahun lalu, menara peluncuran SpaceX berhasil menangkap Super Heavy setelah peluncuran, menunjukkan kemajuan teknologi yang signifikan dalam misi luar angkasa.
Misi Starship dan Peluncuran Starlink
Selama penerbangan uji ketujuh ini, Starship seharusnya meluncurkan 10 'simulator' Starlink untuk pertama kalinya. Simulator ini memiliki ukuran dan berat yang sama dengan satelit internet Starlink yang sebenarnya, tetapi tidak direncanakan untuk tetap berada di ruang angkasa. Sebagai gantinya, mereka akan memiliki 'trajektori suborbital yang sama dengan Starship' dan akan 'hilang saat masuk kembali ke atmosfer.'
Pembaruan pada 16 Januari menunjukkan hasil penerbangan dan menambahkan video puing-puing yang terlihat di atas Turks dan Caicos. Kejadian ini menyoroti tantangan yang dihadapi SpaceX dalam mengembangkan teknologi peluncuran yang lebih aman dan efisien di masa depan.