Terungkap Ditemukan Terowongan Antar Bintang di Luar Angkasa
Salah satu penemuan yang menarik baru-baru ini adalah adanya terowongan antarbintang yang terletak di dalam Local Hot Bubble (LHB).
Alam semesta yang sangat luas masih menyimpan berbagai misteri hingga kini. Astronom dan ilmuwan terus melakukan penelitian di luar angkasa untuk menemukan hal-hal baru yang menarik. Salah satu penemuan terbaru yang berhasil diungkap adalah adanya terowongan antarbintang di dalam Local Hot Bubble (LHB).
Menurut laman Science Alert yang dimuat pada Selasa (26/11), LHB merupakan area di ruang angkasa yang memiliki suhu tinggi dan kepadatan rendah, serta meluas lebih dari 1.000 tahun cahaya. Teori mengenai LHB bermula sekitar 14 juta tahun lalu, saat sejumlah supernova terjadi.
Fenomena kematian bintang ini menghilangkan materi antarbintang di sekitarnya, sehingga menciptakan rongga besar yang diisi gas sangat panas dengan suhu mendekati satu juta Kelvin.
Berbeda dengan daerah pembentuk bintang lainnya, sebagian besar LHB tidak memiliki materi. Kondisi ini memungkinkan radiasi sinar-X untuk bocor ke luar dan dapat diamati oleh para astronom. Teleskop eROSITA baru-baru ini berhasil memvalidasi struktur unik dari gelembung tersebut.
Gelembung ini terletak lebih dari 1,5 juta kilometer dari Bumi. Teknologi perisai yang dimiliki oleh eROSITA sangat canggih dan dirancang untuk meminimalkan distorsi yang mungkin timbul akibat atmosfer planet tersebut. Dengan demikian, ketajaman gambar yang dihasilkan hampir mencapai kualitas terbaik yang mungkin dicapai.
Penelitian terbaru telah menghasilkan peta gelembung yang memaparkan bentuk serta pola variasi suhu gelembung tersebut. Temuan ini mendukung adanya bentuk asimetris dan fluktuasi suhu yang berkaitan dengan fenomena supernova. Beberapa studi juga mengidentifikasi struktur aneh yang terletak di arah konstelasi Centaurus, yang didefinisikan sebagai lubang dalam LHB yang telah mengalami pendinginan.
Terowongan ini mungkin menghubungkan gelembung berdensitas rendah LHB dengan gelembung serupa lainnya, dan bahkan berfungsi sebagai bagian dari jaringan intergalaksi yang lebih luas dalam galaksi Bima Sakti.
Konsep mengenai gelembung panas dan terowongan yang saling terhubung dalam medium antarbintang ini telah diajukan sejak tahun 1974 dan semakin mendapat pengakuan berkat hasil-hasil penelitian terkini.
Terowongan antarbintang ini juga berpotensi untuk mengidentifikasi keberadaan aktivitas supernova di masa lalu dan dampaknya selama jutaan tahun yang terintegrasi dalam struktur galaksi. Namun, hingga saat ini, lokasi spesifik dari terowongan Centaurus masih belum diketahui.
Para astronom mengaitkan terowongan ini dengan Nebula Gum serta awan molekuler lain yang ditemukan di sekitarnya, menunjukkan adanya beberapa koneksi pada skala kosmik yang lebih luas.