Selama 7 Tahun NASA akan Mencari Harta Karun di Planet Mars dan Jupiter, Ini Bocoran Benda Berharganya
NASA dan SpaceX bekerjasama untuk menemukan harta karun di Mars dan Jupiter.
NASA dan SpaceX bekerjasama untuk menemukan harta karun di Mars dan Jupiter.
Selama 7 Tahun NASA akan Mencari Harta Karun di Planet Mars dan Jupiter, Ini Bocoran Benda Berharganya
NASA mengirimkan roket ke luar angkasa dengan harapan dapat membawa pulang harta karun.
Misi ini direncanakan pada Jumat, 13 Oktober lalu, untuk menjelajahi asteroid misterius bernama 16 Psyche.
Asteroid 16 Psyche disinyalir berada di sabuk asteroid antara planet Mars dan Jupiter. Perjalanan ini diperkirakan memakan waktu sekitar 7 tahun menggunakan Falcon Heavy, sebuah pesawat luar angkasa yang dibuat oleh SpaceX, milik Elon Musk.
"Kami meluncurkan pesawat ruang angkasa bernilai miliaran dolar untuk melakukan perjalanan jauh ke Mars dan daerah Jupiter dekat asteroid logam. Selain itu, setelah diambil kami akan mempelajari tentang batuan logam dari tempat tersebut,"
NASA Administrator, Bill Neson dikutip dari Indy100, Rabu (18/10).
Pesawat Falcon Heavy, lepas landas pada pukul 10.19 pagi waktu Florida, dari Kennedy Space Center dan melakukan perjalanan sejauh 4 miliar mill.
Pada bulan Mei 2026, diperkirakan pesawat ini akan melewati planet Mars dan menggunakan gaya gravitasi planet untuk mendorong pesawat tersebut ke arah asteroid.
Setelah berhasil melemparkan diri ke arah asteroid, maka dalam jangka waktu 4 tahun kemudian pesawat Falcon Heavy akan sampai pada tujuannya. Disanalah penjelajahan harta karun dimulai.
Harta karun apa yang mereka cari?
Dari perjalanan ini, NASA berharap dapat menemukan harta karun berupa berlian dan rubi sebagai penemuan baru dan perkembangan penelitian yang berasal dari benda luar angkasa.
Para ilmuwan sangat yakin bahwa mereka akan menemukan batu yang terbuat dari besi dan nikel. Bahkan, mereka juga berpendapat bahwa disana mereka akan menemukan batuan yang mengandung logam mulia dan permata.
Hal tersebut terjadi lantaran 16 Psyche sebelumnya pernah membuat para astronom bingung. Pasalnya pada 1980-an, pembaca radar menemukan adanya batuan yang terbuat dari logam.
Sehingga, para ilmuwan berspekulasi bahwa batuan sepanjang 130 mil di antara planet Mars dan Jupiter pernah kehilangan lapisan luar, yang disebabkan oleh tabrakan dengan asteroid lain.