Sebuah Dokumen Penting Bocor sebut HP Bisa Rekam Aktivitas Penggunanya Secara Diam-diam
Bocoran dokumen dari mitra pemasaran Facebook menunjukkan teknologi eavesdropping yang mendengarkan percakapan pengguna untuk menargetkan iklan.
Sebuah kebocoran informasi mengindikasikan bahwa ponsel benar-benar mendengarkan percakapan kita. Dokumen yang diduga berasal dari mitra pemasaran Facebook, Cox Media Group (CMG), mengungkapkan bahwa perangkat lunak “Active-Listening” menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengumpulkan dan menganalisis data suara dari mikrofon ponsel, laptop, atau asisten rumah tangga pintar.
Mengutip DailyMail, Jumat (6/9), dokumen ini menunjukkan bahwa perusahaan seperti Facebook, Google, dan Amazon mungkin menggunakan teknologi ini untuk menargetkan iklan kepada konsumen.
Menurut presentasi yang bocor ini, perangkat lunak tersebut mampu menangkap data niat konsumen secara real-time dan mencocokkannya dengan data perilaku untuk membuat iklan yang lebih relevan.
Setelah kabar ini muncul, Google menghapus CMG dari situs "Partners Program" mereka. Meta, yang membawahi Facebook, dengan cepat membantah keterlibatan dalam praktik ini dan menyatakan, "Meta tidak menggunakan mikrofon ponsel Anda untuk iklan."
Sementara itu, Amazon juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah bekerja dengan CMG dalam program ini dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya. Dokumen tersebut menguraikan proses enam langkah bagaimana perangkat lunak Active-Listening mengumpulkan data suara pengguna dari berbagai perangkat.
Namun, tidak jelas apakah perangkat lunak ini aktif mendengarkan secara terus-menerus atau hanya pada saat-saat tertentu ketika mikrofon ponsel diaktifkan. Aktivitas eavesdropping ini, meskipun mengejutkan, diklaim legal oleh CMG melalui sebuah posting blog yang kemudian dihapus.
Mereka mengklaim bahwa saat pengguna mengunduh atau memperbarui aplikasi baru, ada persetujuan dalam ketentuan penggunaan yang mengizinkan aktivitas ini. Sejak adanya bocoran ini, CMG belum memberikan komentar resmi dan tetap diam terhadap permintaan klarifikasi dari berbagai media.
Jika benar, ini menjadi perkembangan terbaru dalam perdebatan panjang tentang privasi pengguna dan praktik pengumpulan data oleh perusahaan teknologi besar.