Potensi Teknologi AI Berbasis Neurosains
Penting menggali potensi teknologi AI berbasis neurosains dalam merevolusi metode belajar dan inovasi pendidikan.
Myriam Da Silva, CEO CheckIT Learning asal Amerika Serikat menyebut betapa pentingnya menggabungkan teknologi dengan pemahaman ilmiah tentang otak.
“Kami percaya bahwa masa depan pembelajaran harus menyesuaikan dengan cara otak manusia bekerja. Dengan memadukan AI dan neurosains, kami dapat menciptakan sistem yang benar-benar membantu setiap individu belajar dengan cara yang paling sesuai untuknya,” ujar Myriam.
Sementara itu, Wiwin Windrati, seorang Performance Storyteller, pendidik, dan penggiat pengembangan diri, memberikan perspektif yang lebih holistik.
“Inovasi teknologi seharusnya tidak menjauhkan kita dari nilai-nilai kemanusiaan. Justru sebaliknya, teknologi seperti AI dapat menjadi alat yang memperkuat koneksi antara pengajar dan peserta didik, asalkan digunakan dengan pendekatan yang tepat,” ungkap Wiwin dalam keterangannya, Sabtu (26/4).
Masa depan pendidikan Indonesia kembali menjadi sorotan dalam talkshow bertajuk “The Future of Learning and Innovation with AI Based on Neuroscience” yang digelar pada Jumat sore di Kolaborasi Market, Senayan Park.
Talkshow ini dirancang untuk menggali potensi teknologi AI berbasis neurosains dalam merevolusi metode belajar dan inovasi pendidikan.
Melalui pendekatan yang berbasis pada pemahaman tentang cara kerja otak manusia, teknologi ini diyakini mampu menciptakan sistem pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efektif.