Ini Kitab Sakral Bangsa Mesir Kuno, Isinya Panduan Lengkap Mantra untuk Orang Mati
Orang mesir kuno memiliki kitab sendiri sebagai panduan bagi orang yang sudah meninggal. Ini fungsinya.
Orang mesir kuno memiliki kitab sendiri sebagai panduan bagi orang yang sudah meninggal. Ini fungsinya.
Ini Kitab Sakral Bangsa Mesir Kuno, Isinya Panduan Lengkap Mantra untuk Orang Mati
Bangsa Mesir Kuno, seperti bangsa kuno lainnya, memiliki sistem kepercayaan mengenai kehidupan setelah kematian yang kuat.
Mereka melihat kematian sebagai sebuah awal dari perjalanan panjang dan sulit menuju tanah keabadian.
Ada sebuah “buku” yang berisikan petunjuk dan arahan bagi orang-orang mati ini, Buku ini dikenal dengan nama Book of the Dead atau Kitab Orang Mati.
Meskipun disebut sebagai buku atau kitab, nyatanya buku ini bukanlah berbentuk seperti buku.
Dilansir dari IFL Science, Rabu (13/9), kitab Orang Mati adalah sekumpulan mantra yang setidaknya ditulis selama sekitar 1.000 tahun. Tidak ada urutan, struktur, atau narasi formal dalam buku ini.
Mantra-mantra ini dirancang sebagai pembantu orang yang telah meninggal dalam mengatasi tantangan khusus yang mungkin akan mereka hadapi di dunia lain.
Seperti kebanyakan bangsa kuno lainnya, bangsa Mesir Kuno menganggap bahwa perjalanan menuju surga akan dipenuhi oleh rintangan dan iblis yang berbahaya sehingga diperlukan mantra-mantra untuk membantu menyebranginya.
Menurut kepercayaan Mesir Kuno, orang yang sudah meninggal akan melewati dunia bawah untuk bertemu Dewa Osiris. Di sana, mereka dihakimi berdasarkan perbuatan mereka di dunia.
Jalan menuju Osirus ini dijaga oleh monster-monster mengerikan dan iblis supranatural yang perlu dipuja atau dijinakkan agar orang yang sudah meninggal bisa melewatinya.
Karena inilah, banyak mantra-mantra dalam Kitab Orang Mati yang berfungsi untuk menjinakkan monster-monster ini. Banyak juga yang berupa jawaban atas pertanyaan para monster.Sebab itu, dulu Kitab Orang Mati dijual oleh para juru tulis dan dianggap sebagai perlengkapan penting bagi mereka yang akan meninggal dunia.
Biasanya mereka hanya akan diberikan penggalan-penggalan dari bab-bab tertentu, bukan secara lengkap.
Berbagai kombinasi mantra ini ditemukan dalam papyrus yang ditempatkan di makam-makam bersama jenazah.
Pada awalnya, mantra-mantra ini dibubuhkan pada benda-benda di dalam kamar pemakaman kerajaan Mesir.
Hal ini dilakukan pada sekitar tahun 2.400 SM dan dikenal dengan nama Teks Piramida.
Kemudian, versi selanjutnya dari mantra ini diukirkan pada peti mati elit non-kerajaan dengan nama Teks Peti Mati. Pada abad ke-16 SM, koleksi ini diperbarui kembali dengan nama yang baru, yaitu Kitab Keluar pada Siang Hari.
“Keluar pada Siang Hari” adalah sebutan lain bagi kehidupan setelah kematian yang akan dijalani orang yang sudah mati setelah menjalani ujian di dunia bawah. Barulah pada tahun 1842, koleksi mantra ini diberi nama Kitab Orang Mati, ketika ahli Mesir Kuno asal Jerman bernama Karl Richard Lepsius menerbitkan teks tersebut.