Begini Ribetnya Orang Dulu Mau Edit Foto sebelum Ada Photoshop

Banyak hal teknis yang cenderung sulit untuk mengedit foto sebelum ada aplikasi.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Begini Ribetnya Orang Dulu Mau Edit Foto sebelum Ada Photoshop
Begini Ribetnya Orang Dulu Mau Edit Foto sebelum Ada Photoshop (Merdeka.com)

Sebelum masuknya Era Adobe Photoshop menjamur dalam dunia fotografi modern, ternyata ratusan tahun lalu para seniman khususnya di bidang fotografi menggunakan teknologi modern untuk memanipulasi atau mengedit foto. 

Retouching foto merupakan istilah yang hadir setelah penemuan kamera. Sejak saat itu industri foto melejit. Salah satu teknik yang paling terkenal kala itu adalah “Manipulasi Foto”.

Teknik ini digunakan untuk mengubah atau memanipulasi isi foto. Awalnya teknik ini digunakan untuk memperbaiki atau menyempurnakan hasil jepretan pada kamera di awal abad ke-18. 

Untuk melakukan teknik tersebut, para fotografer saat itu melakukan retouching  foto di darkroom studio yang didukung oleh sejumlah alat seperti manipulasi kimia, cat, serta tinta. 


Foto: LC Handy/ the United States Library of Congress

Selain menggunakan alat-alat tersebut, ternyata teknik manipulasi foto juga pada saat itu dilakukan dengan cara dodging, burning, vibrating, blurring, airbrushing, painting, dan juga coloring. 

Dalam melakukan manipulasi dengan tingkat teknik yang lebih sulit, para fotografer juga menggunakan banyak alat pendukung seperti kaca pembesar, kapas, kuas, penghapus, palet, arang, timbangan, dan banyak lagi alat-alat lainnya. 


Foto: Pixabay/siala

Bahkan, sebagian hasil dari teknik manipulasi foto digunakan untuk memanipulasi catatan sejarah. 

Melansir dari Color Experts dan Creative Live, Rabu, (13/09), para fotografer memanipulasinya dengan menggunakan metode eksposur ganda dengan menyatukan suatu foto dengan foto lainnya.

Mereka juga menghilangkan sebagian foto dengan menaikkan tingkat kecerahan menggunakan teknik lukis seni rupa.

Teknik memanipulasi foto pada saat itu juga digunakan untuk menambah efek dramatis dari hasil jepretan yang didapat.

Contohnya, pada foto yang diambil masa perang Krimea tahun 1855. Foto tersebut diberi judul “ The Valley of the Shadow of Death” yang mengandung semacam misteri di dalamnya. 

Insinyur Optik, Dennis Purcell menjelaskan sebagai seorang fotografer hal itu digunakan agar para penikmat hasil fotografi dapat merasakan keadaan di lapangan saat terjadi perang. 

Foto: Pixabay/PublicDomainPictures

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Manipulasi foto juga bisa digunakan untuk mengubah objek-objek lain. Kegunaannya yang beragam juga menjadikan para fotografer kala itu banyak melakukan kreasi yang tak jarang digunakan sebagai bahan propaganda dan cemoohan. 


Foto: photo-restoration.co.uk

Rekomendasi