Industri Manufaktur di Batam Adopsi Teknologi 5G, Produksi Lebih Efisien
Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan produksi, meningkatkan keselamatan tenaga kerja, dan menciptakan ekosistem manufaktur yang lebih cerdas.
Telkomsel dan Pegatron 5G resmi menjalin kemitraan strategis untuk mengembangkan solusi 5G Smart Manufacturing di Indonesia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona.
Kolaborasi ini menandai langkah baru dalam penerapan jaringan 5G guna mendukung otomatisasi dan efisiensi operasional industri manufaktur, khususnya di fasilitas produksi PT Pegaunihan Technology Indonesia, anak usaha Pegatron yang beroperasi di Batam.
Dengan integrasi 5G dan Internet of Things (IoT), solusi ini memungkinkan konektivitas latensi rendah untuk real-time monitoring, meningkatkan kontrol kualitas, serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan produksi, meningkatkan keselamatan tenaga kerja, dan menciptakan ekosistem manufaktur yang lebih cerdas serta ramah lingkungan.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam akselerasi transformasi digital industri.
“Teknologi 5G tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat keberlanjutan industri manufaktur dengan solusi yang lebih aman dan efisien,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (9/3).
Model Percontohan untuk Industri di Indonesia
Sementara itu, CY Feng, General Manager Pegatron Business Group of Communication Products, menyampaikan bahwa penerapan 5G Smart Manufacturing di fasilitas Batam akan menjadi model percontohan bagi industri di Indonesia dan Asia Tenggara.
“Dukungan Telkomsel terhadap adopsi teknologi ini memungkinkan otomatisasi yang lebih maju, mendukung efisiensi energi, dan meningkatkan standar keselamatan di lingkungan kerja,” ungkapnya.
Ke depan, Telkomsel dan Pegatron 5G juga akan mengeksplorasi peluang baru dalam penerapan teknologi 5G dan IoT di berbagai sektor industri lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat digitalisasi manufaktur dan memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global.