Indosat Tak Mau Buru-buru Perluas Cakupan 5G, Ini Alasannya
Indosat tak mau terburu-buru memperluas cakupan jaringan 5G.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus mengembangkan jaringan 5G di Indonesia dengan strategi yang berfokus pada kesiapan ekosistem. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
“Kami sudah meluncurkan layanan 5G dan akan terus berinvestasi. Namun, kami juga harus mempertimbangkan kesiapan jaringan, ekosistem perangkat, serta aplikasi yang menggunakan 5G. Semakin banyak aplikasi yang membutuhkan teknologi ini, semakin cepat deployment yang bisa kami lakukan,” ujar pria yang akrab disapa Danny ini usai acara Buka Puasa Bersama Media di Jakarta, Kamis (13/3).
Meskipun demikian, lanjutnya, Indosat tidak ingin terburu-buru memperluas cakupan 5G secara masif. Pengembangan jaringan ini akan lebih selektif dan mengikuti kebutuhan di lapangan. Saat ini, perusahaan fokus membangun jaringan 5G di kota-kota yang sudah siap dari segi ekosistem.
“Kami melihat ada beberapa kota dan daerah yang siap untuk penerapan 5G, dan di sana kami akan membangun. Selain itu, dari sisi bisnis, ada enterprise yang membutuhkan jaringan 5G untuk private network mereka, dan kami siap menyediakan layanan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Indosat juga masih menunggu kesiapan spektrum dari pemerintah. Danny juga menekankan bahwa keberhasilan 5G tidak hanya ditentukan oleh kesiapan operator, tetapi juga oleh regulasi yang mendukung serta ekosistem industri yang matang.
Sejauh ini, jaringan 5G Indosat telah tersedia di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Namun, perluasan ke seluruh Pulau Jawa maupun daerah lainnya masih akan dilakukan secara bertahap, sejalan dengan perkembangan kebutuhan pengguna dan harga perangkat yang semakin terjangkau.
Dengan strategi bertahap ini, Indosat Ooredoo Hutchison optimistis dapat menghadirkan layanan 5G yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia.