Ilmuwan sebut Pria Makin Tinggi dan Berat saat Negara Makin Makmur
Penelitian mengungkap bahwa pria bertambah tinggi dan berat seiring meningkatnya kesejahteraan suatu negara, dua kali lebih cepat dibandingkan wanita.
Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa seiring meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan suatu negara, pria menjadi lebih tinggi dan lebih berat, bahkan dua kali lebih cepat dibandingkan wanita.
Penelitian ini menganalisis data dari 135.645 orang di 62 negara, termasuk catatan sejarah dari Wikipedia dan data Inggris sejak tahun 1900. Studi ini mengecualikan individu obesitas agar hasil lebih akurat.
Mengutip ScienceAlert, Rabu (5/2), para peneliti menemukan adanya hubungan erat antara tingkat kemakmuran suatu negara—diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (HDI)—dengan peningkatan tinggi dan berat badan pria.
Mengapa Pria Lebih Sensitif terhadap Kondisi Hidup?
Perbedaan ukuran antara pria dan wanita, atau sexual size dimorphism, semakin jelas di negara-negara yang lebih makmur. Salah satu alasannya adalah tubuh pria lebih sensitif terhadap kondisi hidup dibandingkan wanita.
Pria dengan tubuh besar membutuhkan lebih banyak asupan gizi untuk bertahan hidup, sehingga lingkungan yang lebih baik berpengaruh besar terhadap perkembangan mereka. Sebaliknya, wanita cenderung lebih stabil secara morfologi, meskipun kondisi kehidupan berubah.
Penelitian ini juga menemukan bahwa negara dengan HDI tinggi memiliki variasi berat badan yang lebih besar, sedangkan variasi tinggi badan pria justru semakin kecil seiring peningkatan HDI nasional.
Tinggi Badan Pria Bisa Jadi Indikator Kesejahteraan?
Dengan temuan ini, para ilmuwan menyarankan bahwa tinggi badan pria bisa menjadi indikator kesehatan dan kesejahteraan suatu populasi. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat pola yang ditemukan ini.
"Kami menggabungkan biologi evolusioner dan kesejahteraan manusia untuk memberikan wawasan baru tentang bagaimana faktor sosial dan ekologis membentuk karakteristik fisik manusia," tulis para peneliti dalam jurnal Current Biology.