Ilmuwan Masih Bingung Soal Fenomena Langka ini, Sulit Diteliti
Fenomena langka ini sulit dilakukan penelitian sehingga para ilmuwan masih bingung mengidentifikasikannya.
Bola petir, fenomena bercahaya berbentuk bola yang muncul saat badai, kembali menjadi sorotan ilmiah setelah sejumlah laporan dan studi terbaru menunjukkan kemunculannya masih sulit dijelaskan secara pasti. Meskipun telah didokumentasikan selama berabad-abad, keberadaan bola petir tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan dalam sains modern.
Objek ini digambarkan sebagai bola bercahaya berukuran beberapa sentimeter hingga beberapa meter, melayang di udara dan kadang bergerak tak menentu. Tidak seperti kilat biasa yang hanya muncul sepersekian detik, bola petir dapat bertahan selama beberapa detik. Fenomena ini sering muncul mendadak selama badai dan terkadang menyebabkan kerusakan.
“Ini adalah salah satu pertunjukan cahaya paling aneh di alam,” tulis Discover Magazine dalam ulasan ilmiahnya.
Dalam eksperimen langka pada 2014, ilmuwan di Tiongkok merekam spektrum bola petir di Dataran Tinggi Tibet. Bola cahaya berdiameter sekitar 5 meter tersebut bergerak sejauh 15 meter dalam waktu kurang dari dua detik. Hasil spektroskopi menunjukkan adanya unsur seperti silikon, kalsium, dan besi — berbeda dari komposisi kilat biasa.
Sejumlah teori coba menjelaskan asal usul bola petir. Salah satunya adalah hipotesis silikon teruapkan, yang menyebutkan bahwa kilat yang menyambar tanah bisa menguapkan silika dan menciptakan uap silikon bercahaya. Ada juga teori plasma mikrogelombang, serta model baterai nano yang menyatakan bahwa bola petir tersusun dari partikel bermuatan yang menghasilkan arus listrik melalui pelepasan permukaan.
Namun, hubungan antara eksperimen buatan dan fenomena alam belum bisa dipastikan. "Kita masih kekurangan bukti konkret yang menghubungkan simulasi di laboratorium dengan kejadian sebenarnya di alam terbuka," tulis laporan Wikipedia tentang bola petir.
“Ini fenomena yang sangat langka dan sulit dipelajari secara langsung,” ujar peneliti fisika atmosfer dari Cambridge, dikutip oleh Discover Magazine. Ia menambahkan bahwa keberadaan bola petir bisa membuka pemahaman baru tentang plasma dan interaksi elektromagnetik ekstrem di alam.
Sampai saat ini, bola petir tetap menjadi teka-teki. Meski teknologi pengamatan sudah jauh lebih maju dibanding masa lalu, jawabannya belum tentu lebih dekat.