GPT-5 Resmi Hadir, Ini Daftar Upgrade yang Wajib Diketahui
OpenAI baru saja meluncurkan pembaruan signifikan pertama untuk GPT-5. Mari kita lihat informasi lebih lanjut mengenai hal ini di sini.
GPT-5 akhirnya mendapatkan pembaruan besar pertamanya sejak diluncurkan. Model kecerdasan buatan terbaru dari OpenAI ini kini menawarkan pilihan mode berpikir yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, mulai dari jawaban instan hingga analisis mendalam.
CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan pembaruan tersebut melalui platform X pada Senin (18/8).
Menurut laporan TechRadar, pengguna ChatGPT kini dapat memilih empat mode baru: Auto, Fast, Thinking, dan Thinking-mini.
Mode Auto memungkinkan GPT-5 secara otomatis menentukan durasi proses berpikir berdasarkan tingkat kesulitan pertanyaan.
Mode Fast menghadirkan jawaban instan untuk kebutuhan cepat, sementara Thinking-mini menawarkan kecepatan lebih tinggi daripada mode Thinking namun tetap mempertahankan logika yang memadai.
Adapun mode Thinking membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan jawaban yang lebih matang dan mendalam.
Pembaruan ini hadir setelah GPT-5 menuai kritik di awal peluncurannya. Banyak pengguna menilai model tersebut terasa kaku dan kurang fleksibel.
Dengan opsi baru ini, OpenAI berharap pengalaman pengguna menjadi lebih adaptif—baik untuk kebutuhan analisis singkat maupun pemikiran yang lebih komprehensif.
Menanggapi kritik dan mengembalikan fitur yang sudah ada sebelumnya
Peluncuran GPT-5 awalnya mendapat kritik tajam dari banyak pengguna. Salah satu masalah utama yang diangkat adalah penghapusan model-model sebelumnya, termasuk GPT-4o, yang telah menjadi pilihan utama bagi banyak pelanggan ChatGPT Plus.
Keputusan ini dianggap mengurangi pilihan yang tersedia dan membuat pengguna merasa kehilangan fleksibilitas dalam menggunakan layanan.
Menanggapi masukan yang ada, OpenAI akhirnya memutuskan untuk mengembalikan akses ke GPT-4o bagi pelanggan yang membayar. Selain itu, mereka juga memperkenalkan empat mode berpikir baru di GPT-5 yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mengatur gaya respons AI sesuai keinginan mereka.
Langkah ini dianggap sebagai strategi yang efektif untuk mengembalikan kepercayaan dan loyalitas pengguna terhadap produk mereka.
Sam Altman, CEO OpenAI, menegaskan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk mendengarkan kritik dan masukan dari para pengguna, serta cepat tanggap dalam memperbaiki kekurangan yang ada.
Perubahan-perubahan ini menjadi bukti bahwa OpenAI tidak ragu untuk melakukan revisi besar demi meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan mereka.
Peningkatan GPT-5
OpenAI baru-baru ini mengumumkan peningkatan signifikan terkait batas pesan mingguan untuk GPT-5, yang bertujuan untuk memperluas opsi mode berpikir.
Sebelumnya, model Thinking di GPT-5 hanya membatasi pengguna ChatGPT Plus yang membayar USD 20 atau sekitar Rp 320 ribu per bulan dengan 200 pesan per minggu.
Batas yang dianggap terlalu ketat ini menjadi masalah, terutama bagi mereka yang menggunakan AI untuk keperluan profesional atau penelitian.
Dalam pengumuman terbaru, Sam Altman menyatakan bahwa batas pesan mingguan kini telah ditingkatkan menjadi 3.000 pesan. Dengan peningkatan ini, pengguna premium dapat memanfaatkan GPT-5 secara lebih optimal tanpa khawatir cepat mencapai batas pemakaian.
Altman juga menambahkan bahwa model Thinking sekarang memiliki batas konteks sebesar 196 ribu token, yang memungkinkan pemrosesan informasi yang jauh lebih panjang dalam satu percakapan.
Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa batas ini bisa saja berubah di masa depan, tergantung pada tingkat penggunaan dan kapasitas server OpenAI.
Dengan adanya perubahan ini, diharapkan pengguna dapat lebih leluasa dalam menjalankan aktivitas mereka yang melibatkan GPT-5, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
Ini merupakan langkah positif bagi OpenAI dalam merespons kebutuhan pengguna yang semakin meningkat.
Masa depan GPT-5 dan komitmen OpenAI
Pembaruan terbaru yang dirilis telah mendapatkan sambutan positif dari komunitas pengguna, meskipun masih ada beberapa fitur yang sangat dinantikan.
Sebelumnya, Altman sempat menimbulkan spekulasi mengenai peluncuran ChatGPT-5 Pro untuk pelanggan Plus, yang dikabarkan akan memberikan performa yang lebih baik.
Namun, ia kemudian menjelaskan bahwa keterbatasan sumber daya komputasi saat ini membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Meskipun GPT-5 baru dirilis kurang dari seminggu yang lalu, OpenAI sudah menunjukkan komitmen yang jelas untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Dengan diperkenalkannya pilihan mode berpikir, peningkatan batas pesan, serta kembalinya model-model lama yang banyak disukai pengguna, perusahaan ini berusaha untuk memperkuat posisinya di pasar AI yang semakin kompetitif.
Banyak pihak menilai langkah ini sebagai respons cepat terhadap kebutuhan pengguna yang terus berkembang.
Jika tren perbaikan ini dapat dipertahankan, GPT-5 berpotensi menjadi salah satu model AI yang paling fleksibel dan kuat di pasar, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pengembangan generasi berikutnya.