Google Bikin Aturan Baru, Pengguna Android akan Sulit Instal Aplikasi dari Pihak Ketiga
Mulai Agustus 2026, Google akan memperketat proses sideloading Android. Pengguna menunggu 24 jam dan melalui verifikasi empat langkah mencegah penipuan.
Google diketahui akan memperketat aksi sideloading atau mengunduh aplikasi di luar toko aplikasi resmi Android. Perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka akan merombak proses instalasi aplikasi dari pengembang yang tidak terverifikasi melalui sistem yang disebut Advanced Flow.
Dikutip dari GSM Arena pada Selasa (24/3), proses verifikasi ini akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, pengguna akan diwajibkan melewati empat langkah verifikasi sebelum dapat memasang aplikasi dari pihak ketiga.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pengguna adalah mengaktifkan Developer Mode. Setelah itu, pengguna perlu mengonfirmasi bahwa mereka tidak sedang dipaksa untuk menonaktifkan perlindungan keamanan perangkat.
Selanjutnya, terdapat masa tunggu wajib selama 24 jam, dan sebagai langkah terakhir, pengguna harus melakukan otentikasi biometrik atau memasukkan PIN perangkat. Meskipun prosedur ini tampak rumit, pengguna hanya perlu menjalani seluruh proses ini sekali saja. Setelah semua tahapan selesai, mereka akan memiliki opsi untuk memasang aplikasi pihak ketiga secara permanen.
Tidak hanya pengguna, pengembang aplikasi juga akan menghadapi regulasi baru. Google mewajibkan adanya program verifikasi identitas bagi pengembang yang tidak terdaftar, meskipun ada pengecualian untuk pelajar atau pegiat hobi.
Meskipun alur ini lebih panjang, Android Community Engagement Manager, Mishaal Rahman, menyatakan bahwa proses ini bisa dilewati jika pengguna melakukan sideloading menggunakan Android Debug Bridge. Dengan cara ini, pengguna tidak perlu menunggu selama 24 jam.
Langkah pengetatan ini diambil untuk memperkuat keamanan pengguna dan mencegah maraknya penipuan yang berbasis aplikasi berbahaya. Informasi mengenai kebijakan ini sudah diumumkan sejak Agustus tahun lalu dan akan mulai diterapkan di paruh kedua 2026.
Android Semakin Berkembang dan Google Play Store akan Memberi Tahu Aplikasi Memakan Banyak Daya Baterai
Sebelumnya, Google telah meluncurkan fitur baru di Google Play Store yang bertujuan untuk membantu pengguna Android dalam menghindari aplikasi yang dapat menguras baterai ponsel mereka dengan cepat. Dengan fitur ini, pengguna akan menerima notifikasi sebelum mengunduh aplikasi yang diketahui memiliki konsumsi daya baterai lebih tinggi dari biasanya.
Dikutip dari SammyFans pada Senin (9/3/2026), mulai bulan Maret 2026, beberapa halaman aplikasi di Play Store akan menampilkan pesan peringatan yang menunjukkan bahwa aplikasi yang akan diunduh dapat menguras daya baterai lebih besar dari yang diharapkan, terutama akibat tingginya aktivitas yang terjadi di latar belakang. Ini berarti bahwa aplikasi tersebut akan tetap berjalan di belakang layar, sehingga dapat menghabiskan daya baterai meskipun tidak sedang digunakan oleh pengguna.
Banyak pengguna smartphone sering mengalami masalah baterai yang cepat habis karena beberapa aplikasi yang terus beroperasi di latar belakang. Aplikasi-aplikasi ini dapat "membangunkan" ponsel secara berulang kali, membuat perangkat tidak bisa masuk ke mode hemat daya dengan optimal.
Hal ini mengakibatkan peningkatan konsumsi daya, sehingga baterai lebih cepat terkuras. Untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan pengalaman pengguna Android, Google memperkenalkan sistem baru yang dapat memantau seberapa sering sebuah aplikasi "membangunkan" perangkat.
Aktivitas ini diukur dengan menggunakan sistem yang disebut wake lock. Jika sebuah aplikasi menggunakan wake lock terlalu sering, kondisi ini dapat menyebabkan konsumsi daya yang lebih tinggi, sehingga baterai perangkat cepat habis.
Google Telah Menambahkan Alat Optimasi Baterai Ditujukan untuk Para Pengembang
Google baru-baru ini memperkenalkan alat dan informasi baru yang ditujukan untuk pengembang, sehingga mereka dapat lebih memahami cara aplikasi mereka menggunakan daya baterai perangkat. Dengan adanya data ini, para pengembang dapat mengidentifikasi masalah yang ada dan melakukan optimasi pada aplikasi mereka agar lebih efisien dalam penggunaan daya. Aplikasi yang dinilai memiliki konsumsi baterai yang tinggi akan berpotensi mendapatkan peringatan pada halaman aplikasinya di Google Play Store. Selain itu, aplikasi tersebut juga mungkin akan lebih jarang muncul dalam rekomendasi atau fitur penemuan lainnya di toko aplikasi.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua aplikasi akan menerima pesan peringatan terkait penggunaan daya baterai. Beberapa aplikasi memang memerlukan aktivitas di latar belakang untuk dapat berfungsi secara optimal. Contohnya adalah aplikasi streaming musik, layanan berbasis lokasi, atau aplikasi yang mengunduh file sesuai permintaan pengguna. Dengan demikian, pengguna akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik saat menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, meskipun mungkin ada dampak terhadap konsumsi daya baterai.