China Temukan Cadangan Emas Superbesar
China menemukan cadangan emas supergiant dengan 1.000 ton emas berkualitas tinggi di Hunan.
China kembali mencatatkan sejarah dengan penemuan cadangan emas raksasa di Provinsi Hunan pada akhir 2024. Berdasarkan laporan media pemerintah, tambang tersebut mengandung sekitar 1.000 metrik ton emas berkualitas tinggi, menjadikannya salah satu temuan emas terbesar di dunia.
Mengutip ScienceAlert, Selasa (18/3), cadangan emas ini ditemukan di Kabupaten Pingjiang, Provinsi Hunan. Menurut Biro Geologi Hunan, ada 40 urat emas yang terdeteksi hingga kedalaman 2 kilometer. Data pemodelan 3D juga menunjukkan kemungkinan adanya simpanan tambahan hingga kedalaman 3 kilometer.
"Banyak sampel batuan yang menunjukkan emas terlihat secara kasat mata," kata Chen Rulin, prospektor dari Biro Geologi Hunan.
Kualitas bijih emas di tambang ini tergolong luar biasa. Setiap metrik ton bijih diperkirakan mengandung hingga 138 gram emas. Sebagai perbandingan, bijih emas dari tambang bawah tanah biasanya dikategorikan berkualitas tinggi jika mengandung lebih dari 8 gram emas per metrik ton.
Dampak Ekonomi dan Produksi Global
Penemuan ini diperkirakan bernilai sekitar 600 miliar yuan atau setara dengan Rp1.300 triliun. China sendiri telah menjadi pemimpin pasar emas global dengan cadangan lebih dari 2.000 ton pada awal 2024. Dengan penambahan temuan ini, dominasi China dalam produksi emas dunia semakin kokoh.
Tak hanya itu, pengumuman temuan ini turut berkontribusi pada kenaikan harga emas di pasar global. Di tengah ketidakpastian ekonomi, permintaan emas sebagai aset lindung nilai terus meningkat.
Penemuan emas dalam jumlah besar masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Beberapa pihak meyakini bahwa cadangan emas dunia semakin menipis, sementara yang lain menilai masih ada potensi tambang baru yang belum ditemukan.
Sebagai logam yang terbentuk miliaran tahun lalu dari ledakan bintang, emas adalah sumber daya terbatas yang memerlukan waktu sangat lama untuk mengendap dalam bentuk yang bisa ditambang.
Namun, sampel inti dari lokasi penemuan di Hunan menunjukkan bahwa cadangan emas bisa lebih besar dari perkiraan awal, menjadikannya salah satu temuan emas terbesar sepanjang sejarah.
Tahun 2024 menjadi tahun penting bagi dunia emas. Pada Maret 2024, seorang pemburu harta karun di Inggris menemukan bongkahan emas terbesar di negara itu.
Beberapa bulan kemudian, ilmuwan Australia menemukan mekanisme baru pembentukan emas, mengungkap bahwa aktivitas seismik bisa berperan dalam menciptakan bongkahan emas besar.
Selain itu, studi lain pada April 2024 melaporkan penciptaan "goldene", lapisan emas dua dimensi setipis satu atom, yang memiliki sifat unik yang belum ditemukan pada emas tiga dimensi.
Dengan temuan baru ini, jelas bahwa meskipun emas telah lama menjadi bagian dari sejarah manusia, masih banyak yang bisa kita pelajari tentang logam berharga ini.