ByteDance Pecat Karyawan Magang Gara-gara AI
ByteDance memecat karyawan magang karena dicurigai 'mengganggu' pelatihan mesin AI-nya.
ByteDance mengumumkan bahwa mereka telah memecat seorang karyawan magang karena “dengan sengaja mengganggu” pelatihan salah satu model kecerdasan buatan (AI) mereka.
Namun, perusahaan tersebut membantah klaim tentang kerugian besar yang ditimbulkan, mengatakan bahwa klaim tersebut “mengandung beberapa pernyataan berlebihan dan ketidakakuratan.”
Insiden ini menjadi viral di media sosial sepanjang akhir pekan. Model AI generatif mereka, yang mirip dengan Duobao ChatGPT, adalah chatbot AI paling populer di Cina.
“Orang tersebut adalah pekerja magang di tim teknologi (periklanan) dan tidak memiliki pengalaman dengan Lab AI,” kata ByteDance, dikutip dari BBC, Selasa (22/10).
Perusahaan menegaskan bahwa operasi komersial daring mereka, termasuk model AI bahasa besar, tidak terpengaruh oleh tindakan karyawan magang tersebut. ByteDance juga membantah laporan yang menyebutkan bahwa insiden ini menyebabkan kerugian lebih dari USD10 juta (sekitar Rp 155 miliar) akibat gangguan pada sistem pelatihan AI yang menggunakan ribuan unit pemrosesan grafis (GPU).
Selain memecat karyawan magang tersebut pada bulan Agustus, ByteDance mengatakan mereka telah memberi tahu universitas tempat pemagang itu belajar dan badan industri tentang insiden tersebut.
ByteDance dikenal sebagai operator beberapa aplikasi media sosial terpopuler, termasuk TikTok dan Douyin. Perusahaan ini secara luas dipandang sebagai pemimpin dalam pengembangan algoritma karena daya tarik aplikasinya bagi pengguna.
Seperti banyak perusahaan sejenis di Cina dan di seluruh dunia, ByteDance juga berinvestasi besar dalam AI, menggunakan teknologi tersebut untuk mendukung chatbot Doubao dan aplikasi lainnya, termasuk alat pengubah teks ke video bernama Jimeng.
Reporter magang: Nadya Nur Aulia