Pemerintah China secara resmi menyatakan penghormatannya terhadap rencana penjualan operasional TikTok di Amerika Serikat kepada investor lokal. Pernyataan ini membuka jalan bagi aplikasi populer tersebut untuk tetap beroperasi di Negeri Paman Sam.
Keputusan ini menyusul persetujuan Presiden AS Donald Trump yang meneken perintah eksekutif pada Jumat lalu. Perintah tersebut memberikan waktu 120 hari bagi ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menyelesaikan proses divestasi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa Beijing mengharapkan negosiasi bisnis ini berjalan sesuai aturan pasar. Solusi yang dihasilkan diharapkan mematuhi hukum China dan menguntungkan kedua belah pihak.
Advertisement
Advertisement
Sikap Resmi China Terhadap Penjualan TikTok AS
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat, menyatakan bahwa pemerintah China menghormati keputusan perusahaan terkait. Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penjualan operasional TikTok di AS. Beijing berharap negosiasi bisnis ini akan menghasilkan solusi yang adil dan saling menguntungkan.
Guo Jiakun juga secara khusus menekankan pentingnya Amerika Serikat menyediakan lingkungan investasi yang adil dan non-diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan asal China. Ini merupakan respons terhadap ketegangan perdagangan dan teknologi yang sempat memanas antara kedua negara. China ingin memastikan bahwa perusahaan mereka tidak menghadapi hambatan yang tidak semestinya di pasar AS.
Sikap Beijing ini menunjukkan keinginan untuk menjaga stabilitas hubungan ekonomi, meskipun ada tekanan politik yang signifikan. Penjualan TikTok AS menjadi salah satu isu krusial yang menguji hubungan bilateral tersebut. Pemerintah China tetap memantau perkembangan proses divestasi ini dengan cermat.
Advertisement
Advertisement
Detail Kesepakatan dan Peran Investor AS dalam TikTok
Persetujuan Presiden Trump datang setelah rencana pelarangan TikTok atas alasan keamanan nasional sempat tertunda beberapa kali. Trump menyatakan bahwa investor AS akan mengambil alih dan mengelola TikTok, memastikan operasionalnya tetap berjalan. Ini menjadi langkah penting untuk meredakan kekhawatiran pemerintah AS.
Usaha patungan ini disebut akan melibatkan empat hingga lima investor besar, dengan Oracle Corp. diidentifikasi sebagai pemain kunci. Oracle akan berperan penting dalam pengelolaan keamanan dan teknologi TikTok di AS. Gedung Putih menegaskan bahwa Oracle akan bertindak sebagai penyedia keamanan dan menjamin seluruh operasional aplikasi tersebut secara independen.
Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump membatasi kepemilikan ByteDance maksimal 20 persen saham dalam usaha patungan baru. Entitas baru ini juga akan mengendalikan algoritma serta moderasi konten TikTok. Langkah ini bertujuan untuk memastikan data pengguna AS tidak dapat diakses atau dimanipulasi oleh pihak luar.
Advertisement
Trump bahkan menyebut nama-nama besar seperti Larry Ellison dari Oracle, Rupert Murdoch dari News Corp, dan Michael Dell dari Dell Technologies sebagai figur yang terlibat. Ia juga mengklaim bahwa Presiden China Xi Jinping telah menyetujui kesepakatan ini melalui percakapan telepon. Wakil Presiden JD Vance memperkirakan nilai usaha patungan TikTok di AS ini mencapai US$14 miliar, atau sekitar Rp234,7 triliun.
Sumber: AntaraNews