Butuh Peran Nyata Insinyur Indonesia untuk Industrialisasi
Insinyur punya peran penting untuk industrialisasi di Indonesia.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie mengatakan tidak mungkin sebuah negara dapat menjadi negara maju tanpa adanya industrialisasi. Oleh sebab itu, pihaknya ingin mendorong seluruh insinyur di Indonesia bergerak dan memimpin inisiatif tersebut.
“PII perlu mendorong para insinyur berperan sebagai pemimpin dan arsitek dalam inisiatif re-industrialisasi ini,” ujar Ilham.
Pernyataannya itu diperkuat oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Kata dia, ekonomi 8 persen dapat dicapai dengan berhasilnya industrialisasi, yang memerlukan peran insinyur.
“Pembangunan, baik yang padat karya maupun padat modal tentunya membutuhkan peran Insinyur yang harus didukung juga dengan political will dari para pemimpin,” ungkap dia dalam seminar nasional bertajuk “Outlook Industrialisasi Indonesia: Peran Insinyur dalam Membangun Kemandirian Teknologi dan Ketahanan Ekonomi” Sabtu, (5/7).
Bahkan, menurut Kepala BPS Amalia Adininggar kontribusi industri manufaktur terhadap PDB adalah yang terbesar, namun pertumbuhannya rendah, tertinggal dari sektor lain.
“PII perlu mendorong industrial policy dalam pembangunan ke depan agar industri dapat benar-benar menjadi pendorong utama pertumbuhan Indonesia,” ujar Amalia.
Oleh sebab itu, urgensitas mindset industrialisasi harus merata dirasakan oleh seluruh stakeholder karena target capaian ekonomi nasional di tengah situasi geopolitik saat ini hanya dapat dicapai dengan industrialisasi yang meningkat pesat.
“Salah satunya dengan memberikan pengenalan dasar kepada mahasiswa teknik se-Indonesia bahwa mereka punya tanggung jawab menjalankan UU Keinsinyuran,” jelas Komisaris Pupuk Kujang, Sripeni Inten Cahyani.