Universitas Pertamina dan PII Jalin Kerja Sama Wujudkan Reindustrialisasi Nasional
Universitas Pertamina dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menandatangani MoU strategis untuk mewujudkan reindustrialisasi, menegaskan pentingnya kualitas SDM dalam pembangunan bangsa melalui kerja sama Universitas Pertamina PII.
Universitas Pertamina dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) telah resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong reindustrialisasi nasional, sebuah langkah krusial bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
Penandatanganan MoU yang berlangsung pada Jumat, 13 Februari ini, dihadiri oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Alyosius Mantiri dan Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie. Keduanya sepakat bahwa kolaborasi ini merupakan upaya penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Fokus utama kerja sama ini adalah menciptakan insinyur profesional yang kompeten.
Kerja sama antara Universitas Pertamina dan PII ini tidak hanya berfokus pada pengembangan SDM, tetapi juga mencakup program studi profesi insinyur. Selain itu, kolaborasi ini juga akan meliputi penerbitan jurnal ilmiah. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mendukung visi besar reindustrialisasi Indonesia.
Peran Kualitas SDM dan Keunggulan Universitas Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Alyosius Mantiri menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan penentu masa depan bangsa. Meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam, keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada kapabilitas manusianya. Dalam konteks ini, Universitas Pertamina dinilai memegang peranan kunci dalam menjamin keberlanjutan tersebut.
Simon Mantiri juga menyoroti keunggulan Universitas Pertamina yang membedakannya dari institusi pendidikan lainnya. Kedekatan kampus dengan ekosistem industri menjadi nilai tambah signifikan. Selain itu, program magang yang ditawarkan memungkinkan mahasiswa memahami realitas dunia kerja industri secara lebih mendalam.
Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa dapat memperoleh wawasan praktis yang tidak hanya relevan tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan industri. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri akan tenaga kerja yang siap pakai. Universitas Pertamina berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga terampil secara profesional.
Reindustrialisasi Nasional Melalui Kolaborasi Strategis
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyatakan bahwa nota kesepahaman ini merupakan langkah awal kerja sama antara PII dan universitas di bawah naungan Pertamina. PII memiliki program utama yang berfokus pada reindustrialisasi. Oleh karena itu, kerja sama ini dianggap sebagai upaya strategis dalam rangka mewujudkan reindustrialisasi Indonesia secara menyeluruh.
Upaya reindustrialisasi bersama Universitas Pertamina dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret. Salah satunya adalah program studi profesi insinyur, yang bertujuan untuk memperbanyak jumlah insinyur profesional. Para insinyur ini diharapkan dapat aktif mengisi berbagai sektor industri di tanah air.
Selain program studi, kolaborasi ini juga akan mencakup penerbitan jurnal ilmiah. Jurnal ini akan menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan inovasi di bidang teknik dan industri. Penerbitan jurnal ilmiah diharapkan dapat mendorong penelitian dan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan reindustrialisasi.
Sumber: AntaraNews