Begini Cara Kerja Fatamorgana yang Sering Dilihat di Jalan Raya
Sains menjelaskan bagaimana fatamorgana bisa terjadi.
Sains menjelaskan bagaimana fatamorgana terjadi.
Begini Cara Kerja Fatamorgana yang Sering Dilihat di Jalan Raya
Ketika sedang berkendara atau berada di dekat jalan raya pada siang hari yang terik, seseorang mungkin akan melihat semacam genangan air yang berada di tengah jalan raya.
Ketika “genangan” tersebut didekati, maka ia akan menghilang dan hanya akan ditemui jalan raya yang panas saja.
Fenomena itu dapat disebut sebagai “fatamorgana”. Seperti dilansir dari Live Science dan Popular Science, Senin (20/5), fatamorgana merupakan sebuah gambar dari benda yang nyata, tetapi sering kali gambar tersebut terdistorsi.
Fatamorgana bisa tercipta karena adanya pembiasan, yaitu pembelokan sinar cahaya saat merambat melalui material yang berbeda.
Fatamorgana terjadi karena gelombang cahaya bergerak melalui udara dengan kepadatan yang berbeda.
Karena perbedaan suhu yang tidak proporsional antara tanah dan atmosfer di atas, seseorang kemungkinan besar akan melihat fatamorgana di atas permukaan yang terik, seperti jalan raya, pasir di gurun, dan trotoar.
Fatamorgana terbentuk apabila cahaya dari langit melengkung ke atas menuju udara yang lebih dingin.
Fatamorgana tampak seolah-olah berasal dari tanah.
“Ketika cahaya bergerak melalui material yang sama, biasanya cahaya bergerak dalam garis lurus,” jelas Xin Tong, mahasiswa doktoral pencitraan optik di Institut Teknologi California.
Akan tetapi, ketika cahaya bertemu dengan material yang berbeda, cahaya akan berbelok ke arah kepadatan yang lebih tinggi.
Pada jalan raya di siang hari yang terik, ketika permukaan dan udara di sekitarnya lebih hangat daripada udara di atasnya, seseorang harus berada di atas lapisan udara yang lebih hangat untuk dapat melihat fatamorgana.
Cahaya yang datang dari atas akan melengkung ke atas menuju udara yang lebih dingin.
Mata mengantisipasi bahwa cahaya akan bergerak dalam garis lurus sehingga mata menafsirkan gambar sebagai sesuatu yang lebih rendah dan terbalik.
Dengan proses tersebut, gambar dari langit dapat muncul sebagai permukaan air di aspal/tanah.
Fatamorgana dianggap sebagai ilusi optik yang sesungguhnya, bukan kesalahan dalam pemrosesan visual manusia, karena ia dapat dijelaskan sepenuhnya oleh perubahan di dunia luar, dalam hal ini adalah sifat-sifat cahaya. Fatamorgana bahkan bisa difoto.
“Fatamorgana tidak disebabkan oleh [cara kerja] otak anda—ia disebabkan oleh fisika cahaya,” jelas Peter Tse, profesor ilmu otak dan psikologi di Dartmouth College.