Apa yang Dimaksud dengan Angin Santa Ana yang Jadi Penyebab Kebakaran di California?
Santa Ana merupakan fenomena cuaca musiman yang sering muncul pada bulan-bulan musim gugur dan dingin di wilayah California.
Kebakaran besar melanda kota Los Angeles, California, sejak Selasa (7/1). Api juga menjalar hingga ke bukit ikonik Hollywood serta rumah-rumah warga. Awalnya, kebakaran hutan ini berkembang dengan cepat karena adanya kombinasi cuaca yang sangat kering dan angin topan yang berhembus dengan kecepatan mencapai 160 km/jam.
Kebakaran ini telah memaksa puluhan ribu penduduk LA untuk meninggalkan rumah mereka. Empat titik kebakaran ini telah menghanguskan lebih dari 5.260 hektare lahan dan menghancurkan lebih dari 1.000 bangunan. Angin kencang tidak hanya mempercepat penyebaran api, tetapi juga menghalangi pesawat pemadam kebakaran untuk terbang semalaman, sehingga menghambat upaya pemadaman.
Menurut laporan dari LiveScience pada Senin (13/1), api terus berkobar disebabkan oleh badai angin berbahaya, yang dikenal sebagai Angin Santa Ana. Angin ini terbentuk ketika tekanan tinggi menyelimuti area luas di atas Great Basin di bagian barat Amerika, yang mencakup sebagian besar Nevada serta sebagian Oregon, Idaho, dan Utah.
Angin gurun yang kering ini bergerak ke arah barat daya menuju California. Ketika angin tersebut menuruni pegunungan Sierra Nevada, terjadi proses adiabatik yang menyebabkan suhu udara meningkat dan kelembapan menurun. Proses ini menciptakan kondisi yang sangat mendukung bagi penyebaran kebakaran.
Ketika angin menekan melalui celah-celah pegunungan dan ngarai, kecepatannya meningkat, menciptakan angin kencang yang dikenal sebagai angin katabatik. Setibanya di pesisir California, angin ini dapat mencapai kecepatan yang sangat tinggi, sering kali melebihi 65 km/jam, dan di lokasi tertentu, seperti pegunungan dan kaki bukit, dapat mencapai hingga 160 km/jam.
Keberadaan Angin Santa Ana sangat berpengaruh terhadap cepatnya penyebaran kebakaran hutan di wilayah tersebut. Kelembapan yang sangat rendah dari angin ini membuat vegetasi seperti semak belukar, rumput kering, dan hutan menjadi sangat mudah terbakar, sehingga percikan api kecil dapat dengan mudah memicu kebakaran besar saat disertai angin kencang.
Fenomena Santa Ana merupakan cuaca musiman yang sering terjadi pada bulan-bulan musim gugur dan musim dingin di California. Musim dingin biasanya adalah waktu di mana kelembapan rendah dan tekanan tinggi di Great Basin lebih umum, menciptakan kondisi yang mendukung hembusan angin kencang ke arah barat daya.
Dalam situasi ini, kombinasi antara angin kencang, vegetasi kering, dan percikan api yang berasal dari aktivitas manusia atau listrik bisa berujung pada kebakaran besar.
Fenomena ini telah menyebabkan beberapa kebakaran besar di masa lalu, seperti kebakaran Witch Creek pada 2007 yang membakar lebih dari 800 rumah dan kebakaran Thomas Fire pada 2017 yang melahap lebih dari 114.000 hektare lahan, menjadikannya salah satu kebakaran terbesar dalam sejarah California.
Menurut Badan Cuaca Nasional (NWS), angin Santa Ana dapat bertiup selama beberapa hari berturut-turut, memperpanjang risiko kebakaran. Di sisi lain, upaya pemadaman sering kali menjadi tantangan besar karena pesawat pemadam kebakaran tidak dapat beroperasi saat angin bertiup kencang.
Alat pemadam berbasis darat juga mengalami kesulitan karena api dapat menyebar ke lokasi yang sulit dijangkau dalam waktu singkat. Saat ini, empat kebakaran yang sedang terjadi mencakup Pacific Palisades, Sylmar, Altadena/Pasadena, dan Cekungan Sepulveda.
Kebakaran di Pacific Palisades menghancurkan rumah-rumah mewah dan memaksa evakuasi massal, sementara kebakaran di daerah Sylmar dan Altadena juga menyebabkan kerugian signifikan, termasuk penutupan jalan raya utama dan ancaman terhadap infrastruktur penting.