Android 17 akan Hadirkan Fitur Kunci Bawaan, Pengguna Tak Perlu Menginstal Aplikasi Tambahan
Pembaruan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pengguna pada aplikasi pihak ketiga.
Pembaruan besar Android 17 akan memperkenalkan fitur keamanan yang dianggap sangat penting, yaitu kunci aplikasi bawaan. Dengan adanya fitur ini, pengguna tidak perlu lagi mengandalkan aplikasi dari pihak ketiga untuk memberikan perlindungan tambahan pada aplikasi yang menyimpan informasi sensitif.
Menurut laporan Phone Arena yang dirilis pada Kamis (18/12), Android Authority menemukan bukti adanya fitur ini dalam kode rilis terbaru Android Canary. Dalam penemuan tersebut, Google disebutkan sedang mempersiapkan App Lock API baru yang dapat digunakan di tingkat sistem. Hal ini berarti fitur ini tidak hanya akan tersedia untuk perangkat Pixel, tetapi juga berpotensi hadir di berbagai perangkat Android lainnya yang menggunakan launcher bawaan mereka masing-masing.
Google Kejar Ketertinggalan
Sejak lama, beberapa pengguna Android telah memiliki kemampuan untuk mengunci aplikasi, tetapi fitur tersebut biasanya berasal dari solusi yang ditawarkan oleh produsen perangkat seperti OnePlus, bukan fitur resmi dari Google. Meskipun Google menyediakan fitur Private Space, mekanisme yang digunakan berbeda. Private Space memisahkan aplikasi dari sistem dengan menggunakan profil pengguna lain, sehingga tidak mudah diakses secara langsung. Namun, fitur ini kurang praktis bagi pengguna yang hanya ingin menambahkan kunci pada satu atau dua aplikasi.
Di sisi lain, fitur kunci aplikasi yang akan diperkenalkan di Android 17 akan berfungsi dengan lebih sederhana. Aplikasi tetap berada di sistem utama dan di layar beranda, tetapi hanya dapat dibuka menggunakan sidik jari, face unlock, atau PIN. Mekanisme serupa sebelumnya sudah ada di aplikasi Google Photos.
Di sisi lain, Apple telah lebih dulu memperkenalkan fitur kunci aplikasi di iOS 18. Sementara itu, Samsung menawarkan Secure Folder, dan Motorola menyediakan folder khusus dalam menu Moto Secure, dengan cara kerja yang mirip dengan Private Space, namun bukan untuk kunci aplikasi secara individu.
Aplikasi Bawaan Seharusnya Sudah Ada Sejak Lama
Banyak pengamat berpendapat bahwa fitur utama aplikasi bawaan seharusnya sudah tersedia lebih awal di sistem operasi Android. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mekanisme tersebut memberikan keseimbangan yang sempurna antara keamanan dan kemudahan penggunaan, tanpa memisahkan aplikasi dari sistem seperti yang dilakukan oleh Private Space.
Jika fitur ini benar-benar diluncurkan pada Android 17, maka dapat dipastikan bahwa pembaruan ini akan menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh pengguna. Terutama bagi mereka yang ingin menjaga privasi mereka tanpa harus menghadapi kerumitan tambahan.
Di sisi lain, persaingan antara Android dan iPhone tetap menjadi fokus utama dalam dunia teknologi. Kedua platform ini memiliki keunggulan masing-masing yang menarik perhatian pengguna. Sementara iPhone dikenal dengan ekosistem yang kuat, Android sering kali lebih unggul dalam hal fleksibilitas dan kemampuan untuk melakukan kustomisasi pada perangkat. Hingga tahun 2025, sejumlah fitur canggih yang sudah lama ada di Android diperkirakan belum akan hadir di perangkat iPhone. Ini memberikan pengalaman yang lebih personal dan beragam bagi pengguna Android. Hal ini juga mencerminkan perbedaan filosofi dalam pengembangan antara dua raksasa teknologi ini.
Berikut adalah 10 fitur Android yang diperkirakan belum ada di iPhone hingga tahun 2025. Fitur-fitur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna Android yang menginginkan kebebasan lebih dalam menggunakan ponsel pintar mereka. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai fitur-fitur yang menjadi keunggulan Android ini. Dengan memahami perbedaan yang ada, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka dalam memilih antara kedua platform tersebut.
Delapan Fitur Terkenal Android
Android telah mengalami perkembangan yang signifikan dari sistem operasi dasar menjadi ekosistem ponsel pintar. Banyak fitur yang saat ini dianggap sebagai standar sebenarnya berawal dari munculnya berbagai aplikasi pihak ketiga yang dikembangkan oleh pengembang independen, sebelum akhirnya diadopsi oleh Google dan produsen ponsel besar. Berikut adalah delapan fitur yang lahir dari kreativitas pengembang pihak ketiga, sebagaimana dikutip dari Android Authority, Rabu (3/12/2025):
1. Always-On Display
Fitur Always-On Display (AOD) kini menjadi standar di sebagian besar ponsel Android, bahkan Apple pun mengikutinya. Namun, sebelum popularitas panel AMOLED, pengguna hanya dapat menikmati fungsi serupa melalui aplikasi pihak ketiga. Salah satu aplikasi yang terkenal adalah AcDisplay, yang menampilkan notifikasi dalam tampilan monokrom pada layar gelap. Meskipun aplikasi ini mengonsumsi banyak daya pada layar LCD, ia memberikan pengalaman yang mirip dengan AOD modern sebelum Samsung, LG, dan beberapa produsen lainnya mulai menghadirkan panel AMOLED.
2. File Manager
Selama bertahun-tahun, Android tidak memiliki file manager bawaan, sehingga pengguna mengandalkan aplikasi seperti ES File Explorer atau file manager yang dibuat oleh masing-masing produsen ponsel. Google akhirnya memperkenalkan solusi resmi pada tahun 2017 melalui Files Go, yang kemudian berkembang menjadi Google Files. Aplikasi ini menjadi dasar bagi berbagai fitur pengelolaan data, termasuk teknologi berbagi file cepat Quick Share.
3. Sistem Tema Menyeluruh
Dukungan tema otomatis berbasis warna wallpaper yang kini dikenal melalui sistem warna Monet hadir sejak Android 12. Namun, jauh sebelum itu, komunitas ROM kustom sudah menghadirkan opsi tema yang dapat mengubah tampilan sistem dan aplikasi secara menyeluruh. Platform seperti Substratum dan RRO Layers (yang dikembangkan oleh Sony) menjadi pilihan utama bagi pengguna yang ingin memodifikasi tampilan perangkat mereka. Inovasi tersebut kemudian menginspirasi sistem tema resmi Android yang kini menjadi identitas visualnya.
Infografis mengenai akhir dari perdagangan ponsel ilegal di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)