IHSG

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
IHSG Anjlok 4 Persen, Investor Mulai Berburu Emas dan Dolar AS

pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan aksi profit taking (ambil untung) investor setelah mengalami rally.

{{caption}}
KSEI: Pembaruan Data Investor Pasar Modal Capai 97 Persen

Angka ini menunjukkan hampir seluruh data investor institusional non-individu telah tervalidasi dan diperbarui sesuai standar terbaru.

{{caption}}
Informasi Kepemilikan Saham Perusahaan di Atas 1 Persen Bisa Diakses Masyarakat Mulai Hari Ini

Informasi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas keterbukaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di BEI.

{{caption}}
Ketegangan Iran dan Israel Tekan Pasar Global, IHSG Berpotensi Fluktuatif

Analis IPOT memproyeksi IHSG bergerak volatile akibat konflik global. Kenaikan harga energi bisa menopang saham komoditas, namun risiko inflasi tetap tinggi.

{{caption}}
Petrosea Alihkan Saham Anak Usaha Antar Entitas Grup

Langkah ini merupakan bagian dari penataan portofolio bisnis di lingkungan grup tanpa mengubah pengendalian akhir entitas yang terlibat.

{{caption}}
IHSG Diprediksi Menguat: Rekomendasi Saham untuk 24 Februari 2026

Berikut adalah rekomendasi saham untuk perdagangan hari Selasa, (23/2/2026), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan.

{{caption}}
Perdagangan BEI Positif: IHSG dan Kapitalisasi Pasar Tumbuh Signifikan Sepekan Terakhir

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif sepekan terakhir, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan kapitalisasi pasar meningkat, menandakan optimisme pasar.

{{caption}}
BI-Rate Tetap 4,75%, Analis Ungkap Dampak Terhadap IHSG

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (19/2) IHSG sempat menguat, namun tekanan jual di sesi kedua membuat indeks kembali ditutup di zona negatif.

{{caption}}
IHSG Diproyeksi Naik di Perdagangan Hari Ini, Berikut Rekomendasi sahamnya!

Selama tidak ada tekanan eksternal signifikan dari rilis risalah The Fed atau lonjakan yield AS, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka.

{{caption}}
Saham-Saham Ini Diprediksi Menguat Saat Ramadan, Investor Berpotensi Cuan

Momentum musiman dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk mengincar sektor-sektor yang cenderung mengalami peningkatan aktivitas dan konsumsi.