IHSG
Topik Populer
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Detik-Detik Dadan Hindayana Cs Dijemput Penyidik Kejagung, Ada yang di Rumah dan Hotel
-
Fakta dan Peran Presiden Prabowo di Balik Terbongkarnya Korupsi Dadan Hindayana Cs di BGN
-
Dadan Hindayana Cs Kantongi Rp1 Miliar dari Yayasan SPPG Tiap Hari
-
Cerita Prabowo Panggil Kepala PPATK-BPKP Sebelum Copot Tiga Pimpinan BGN: Saya Dapat Laporan Ada Kejanggalan
-
Prabowo Sedih Copot Tiga Pimpinan BGN: Saya Terpaksa Ganti Orang Sayangi
Berita Utama Lainnya
pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan aksi profit taking (ambil untung) investor setelah mengalami rally.
Angka ini menunjukkan hampir seluruh data investor institusional non-individu telah tervalidasi dan diperbarui sesuai standar terbaru.
Informasi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas keterbukaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di BEI.
Analis IPOT memproyeksi IHSG bergerak volatile akibat konflik global. Kenaikan harga energi bisa menopang saham komoditas, namun risiko inflasi tetap tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari penataan portofolio bisnis di lingkungan grup tanpa mengubah pengendalian akhir entitas yang terlibat.
Berikut adalah rekomendasi saham untuk perdagangan hari Selasa, (23/2/2026), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif sepekan terakhir, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan kapitalisasi pasar meningkat, menandakan optimisme pasar.
Pada sesi pertama perdagangan Kamis (19/2) IHSG sempat menguat, namun tekanan jual di sesi kedua membuat indeks kembali ditutup di zona negatif.
Selama tidak ada tekanan eksternal signifikan dari rilis risalah The Fed atau lonjakan yield AS, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka.
Momentum musiman dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk mengincar sektor-sektor yang cenderung mengalami peningkatan aktivitas dan konsumsi.