Mengenal Pohon Nibung, Tumbuhan Palma Sejuta Manfaat yang Tumbuh Subur di Bangka Belitung
Pohon dengan nama ilmiah Oncosperma tigillarium ini memiliki sejuta manfaat bagi kehidupan manusia serta memiliki keistimewaan lain.
Pohon dengan nama ilmiah Oncosperma tigillarium ini memiliki sejuta manfaat bagi kehidupan manusia serta memiliki keistimewaan lain.
Mengenal Pohon Nibung, Tumbuhan Palma Sejuta Manfaat yang Tumbuh Subur di Bangka Belitung
Indonesia memiliki sumber daya alam yang begitu besar dan kaya. Beberapa jenis tumbuhan langka di dunia pun bisa dijumpai di bumi pertiwi ini. Lebih dari sekadar jenisnya yang langka, keberadaan tumbuhan ini turut memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
(Foto: Wikipedia)
Pohon Nibung merupakan salah satu tumbuhan sejenis palma atau palem yang tumbuh di Asia Tenggara termasuk di wilayah Indonesia. Di beberapa daerah, pohon ini memiliki manfaat serta simbol tersendiri bagi masyarakat setempat.
Sebagian besar jenis pohon ini tumbuh subur di tanah Bangka Belitung. Namun, Pohon Nibung telah ditetapkan menjadi jenis tumbuhan identitas dari Provinsi Riau karena sudah begitu erat dengan kehidupan penduduk setempat.
Batangnya Tahan Lama
Pohon Nibung hanya tumbuh di wilayah bagian Asia Tenggara saja. Hal ini membuat Pohon Nibung memiliki keistimewaan sendiri dibandingkan dengan jenis tumbuhan lainnya. Pada bagian batang dan daunnya terkenal memiliki daya tahan yang lama dan tidak mudah lapuk meski terendam air.
Mengutip berbagai sumber, pada beberapa abad yang lalu telah ditemukan jenis pohon ini yang digunakan sebagai bahan bangunan di lahan gambut oleh masyarakat Jambi. Kondisi kayu ini masih tertancap di tanah dan banyak kayu pohon yang berdampingan dengan artefak.
Di Bangka Belitung, pohon ini biasa digunakan untuk rumah pondok di kebun milik warga. Selain kuat, pohon tersebut juga kokoh serta anti rayap. Dari segi rumpunnya, Pohon Nibung layaknya bambu yang memiliki diameter 38-40 cm.
Sejuta Manfaat
Selain batang, ada bagian lain dari pohon ini yang bisa dimanfaatkan masyarakat, yaitu bunga pohonnya dan umbut atau kuncup bunganya. Mengutip ANTARA, bagian bunganya ini bermanfaat untuk mengharumkan beras, sedangkan kuncupnya dapat dimasak menjadi sayur.
Pohon ini juga menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan sebagai teman makan sirih, pengganti pindang serta durinya yang disebut "Pating" dapat digunakan sebagai paku bangunan sesaji dalam upacara adat.
Tanda Adanya Aliran Air Bersih
Keistimewaan lain dari Pohon Nibung menjadi tanda jika di dekat pohon ini terdapat sumber mata air yang jernih. Ini sudah menjadi suatu kearifan lokal masyarakat dari masa ke masa.
Ada pepatah mengatakan, "Nibung Bangsai Bertaruk Muda" yang artinya manusia berjiwa muda dan kuat, sekuat Pohon Nibung. Ciri dari Pohon Nibung memiliki tinggi batang yang berkisar 9 hingga 25 meter, batangnya lurus dan tinggi menjulang seperti pohon pinang.
Menuju Kepunahan
Pohon Nibung adalah sebuah rezeki dari Tuhan kepada masyarakat Indonesia, selain menjadi ikon, tumbuhan ini hanya hidup di Asia Tenggara yang membuatnya begitu istimewa.
Di balik itu semua, bagaiamana masa depan pohon ini? Dalam beberapa waktu pohon ini mengalami ancaman dari penebangan liar dan alih fungsi lahan tempat mereka hidup. Sedihnya, di beberapa daerah pohon ini sudah berada diambang kepunahan dan kondisinya memprihatinkan.Di habitatnya sekalipun (Bangka Belitung dan Riau), Pohon Nibung sudah sangat sulit dijumpai keberadaannya. Tentu perlu ada upaya dan gerakan dari pihak-pihak terkait untuk menjaga dan melestarikan pohon sejuta manfaat ini.