Tips Ampuh Atasi Migrain Saat Puasa, Ini Cara Sederhana dan Hemat Tanpa Obat
Mengatasi migrain saat berpuasa tanpa menggunakan obat dapat dilakukan dengan merendam kaki dalam air hangat selama 20 menit.
Mengatasi migrain saat berpuasa seringkali menjadi tantangan tersendiri. Perubahan pola makan, kurangnya asupan cairan, dan perubahan jam tidur dapat memicu sakit kepala berdenyut yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Namun, ada metode sederhana dan terjangkau yang bisa dicoba tanpa menggunakan obat. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM, menyatakan bahwa praktik seperti merendam kaki dalam air hangat dapat membantu meredakan migrain.
"Penelitian mengenai kompres air hangat atau merendam kaki dalam air hangat pada pasien migrain sudah dilakukan, tetapi dengan jumlah subjek masih terbatas. Pengaruhnya terhadap aliran darah ke kepala juga masih spekulatif," ungkap Christy seperti dikutip dari ipb.ac.id pada Senin, 2 Maret 2026.
Meskipun demikian, secara fisiologis, terapi air hangat atau hidroterapi memiliki dasar ilmiah yang kuat. Rangsangan sensorik dari air hangat dapat mendominasi rangsangan nyeri dengan mengaktifkan serabut saraf bermielin berdiameter besar. Hal ini dapat menekan impuls nyeri kecil atau nosiseptif yang menyebabkan rasa sakit.
Selain itu, paparan air hangat diketahui dapat menurunkan aktivitas saraf simpatik dan meningkatkan tonus vagal. Efek ini berkontribusi dalam membuat tubuh lebih rileks, yang pada beberapa kasus dapat membantu meredakan gejala migrain saat puasa.
Untuk mengatasi migrain saat berpuasa dengan metode ini, Christy menyarankan agar menggunakan air hangat dengan suhu sekitar 40 derajat Celsius. Kaki direndam selama kurang lebih 20 menit, kemudian segera dikeringkan dengan kain bersih.
"Dapat pula ditambahkan minyak lavender. Intervensi ini diberikan 5 hari seminggu," tambahnya.
Namun, dia menegaskan bahwa sejauh ini penelitian lebih banyak dilakukan pada kasus migrain, bukan pada jenis sakit kepala lainnya. Ini berarti efektivitas metode ini pada tension headache atau jenis sakit kepala lain belum memiliki bukti ilmiah yang cukup kuat. Sebagai terapi pendamping, cara ini relatif aman dan mudah dilakukan di rumah, terutama bagi mereka yang ingin mengatasi migrain saat puasa tanpa obat.
Meskipun begitu, bagi penderita migrain yang berulang, berat, atau disertai gejala lain seperti mual hebat dan gangguan penglihatan, konsultasi medis tetap diperlukan. Puasa tidak berarti harus menahan rasa sakit. Dengan pendekatan yang sederhana dan berbasis sains, migrain saat puasa dapat dikelola lebih baik tanpa harus selalu bergantung pada obat.