Fisiologis adalah Studi Tentang Sistem Kehidupan, Ini Penjelasannya
Merdeka.com - Fisiologis adalah sesuatu yang berkaitan dengan ciri-ciri tubuh (faal). Fisiologi merupakan sub-bagian biologi, yang mencakup berbagai topik seperti organ, anatomi, sel, senyawa biologis, dan interaksinya secara keseluruhan. Jadi, bisa dikatakan fisiologi adalah studi tentang cara kerja tubuh manusia, atau studi yang mempelajari fungsi-fungsi normal dalam makhluk hidup.
Dari teori kuno hingga teknik laboratorium molekuler, penelitian fisiologis telah membentuk pemahaman manusia tentang komponen tubuhnya, bagaimana komponen-komponen tersebut berkomunikasi, dan bagaimana komunikasi antar komponen tersebut membuat manusia dapat menjalani kehidupan.
Merrian-Webster mendefinisikan fisiologi sebagai cabang biologi yang berhubungan dengan fungsi dan aktivitas kehidupan atau materi hidup (seperti organ, jaringan, atau sel) dan fenomena fisik dan kimia yang terlibat. Sementara,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan fisiologi sebagai cabang biologi yang berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan dan zat hidup (organ, jaringan, atau sel.
Mempelajari fisiologi penting adanya agar manusia dapat mengenal sistem dan kinerja tubuhnya sendiri. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai fisiologi yang patut untuk Anda ketahui.
Studi Tentang Ilmu Fisiologi
Mempelajari fisiologi artinya mempelajari tentang kehidupan. Pernyataan ini tidak berlebihan dan memang benar adanya jika Anda mencoba untuk menjabarkan mengenai apa itu fisiologi sebenarnya. Dalam fisiologi, pertanyaan-pertanyaan tentang cara kerja internal organisme dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia di sekitarnya diajukan dan diteliti.
Mengutip physoc.org, fisiologi adalah cabang biologi yang bertujuan untuk memahami mekanisme makhluk hidup, dari dasar fungsi sel pada tingkat ionik dan molekuler hingga perilaku terpadu seluruh tubuh dan pengaruh lingkungan eksternal. Penelitian dalam fisiologi membantu manusia memahami bagaimana tubuh bekerja dalam kesehatan dan bagaimana tubuh merespons dan beradaptasi dengan tantangan kehidupan sehari-hari.
Studi ini juga membantu manusia untuk menentukan apa yang salah dalam penyakit, memfasilitasi pengembangan pengobatan dan pedoman baru untuk menjaga kesehatan manusia dan hewan. Penekanan pada integrasi molekuler, seluler, sistem dan fungsi seluruh tubuh adalah yang membedakan fisiologi dari ilmu-ilmu kehidupan lainnya.
Fisiologi adalah ilmu eksperimental. Penelitian dalam fisiologi memajukan pemahaman manusia akan mekanisme terperinci yang mengontrol dan mengatur perilaku makhluk hidup. Para peneliti terus mempelajari tentang proses mendasar seperti kontrol detak jantung atau indera penglihatan, melalui eksplorasi komprehensif dari berbagai proses yang terlibat.
Sejarah Ilmu Fisiologi
Studi fisiologi dapat ditelusuri akarnya hingga ke India kuno dan Mesir, mengutip medicalnewstoday.com. Sebagai disiplin medis, fisiologi setidaknya kembali jauh ke zaman Hippocrates, "bapak kedokteran" yang populer sekitar tahun 420 SM.
Hippocrates menciptakan teori empat cairan, yang menyatakan bahwa tubuh mengandung empat cairan tubuh yang berbeda yakni empedu hitam, dahak, darah, dan empedu kuning. Setiap gangguan dalam rasio mereka, menurut teorinya, dapat menyebabkan kesehatan yang buruk.
Claudius Galenus (c.130-200 M), juga dikenal sebagai Galen, memodifikasi teori Hippocrates dan merupakan orang pertama yang menggunakan eksperimen untuk memperoleh informasi tentang sistem tubuh. Dia secara luas disebut sebagai pendiri fisiologi eksperimental.
Adalah Jean Fernel (1497-1558), seorang dokter Prancis, yang pertama kali memperkenalkan istilah "fisiologi," dari bahasa Yunani Kuno, yang berarti "studi tentang alam, asal-usul."
Fernel jugalah orang pertama yang menggambarkan kanal tulang belakang (ruang di tulang belakang di mana sumsum tulang belakang lewat). Lompatan maju lainnya dalam pengetahuan fisiologis adalah dengan penerbitan buku William Harvey berjudul An Anatomical Disertation Upon the Movement of the Heart and Blood in Animals pada tahun 1628.
Harvey adalah orang pertama yang menggambarkan sirkulasi sistemik dan perjalanan darah melalui otak dan tubuh, didorong oleh jantung. Pada tahun 1838, pergeseran pemikiran terjadi ketika teori sel dari Matthias Schleiden dan Theodor Schwann muncul, yang mana mereka berteori bahwa tubuh terdiri dari sel-sel individu kecil.
Dari sini, bidang fisiologi terbuka, dan kemajuan cepat dalam bidang inipun terjadi ditandai dengan peristiwa-peristiwa ini:
Cakupan Studi Ilmu Fisiologi
Sistem utama yang tercakup dalam studi fisiologi manusia adalah sebagai berikut:
1. Sistem peredaran darah – termasuk jantung, pembuluh darah, sifat-sifat darah, dan cara kerja peredaran darah dalam keadaan sakit dan sehat.
2. Sistem pencernaan/ekskresi – memetakan pergerakan makanan padat dari mulut ke anus; ini termasuk studi tentang limpa, hati, dan pankreas, konversi makanan menjadi bahan bakar dan pengeluaran terakhirnya dari tubuh.
3. Sistem endokrin – studi tentang hormon endokrin yang membawa sinyal ke seluruh organisme, membantunya merespons secara bersamaan. Kelenjar endokrin utama, yakni hipofisis, tiroid, adrenal, pankreas, paratiroid, dan gonad adalah fokus utama, tetapi hampir semua organ melepaskan hormon endokrin.
4. Sistem kekebalan – sistem pertahanan alami tubuh terdiri dari sel darah putih, timus, dan sistem getah bening. Serangkaian reseptor dan molekul yang kompleks bergabung untuk melindungi inang dari serangan patogen. Molekul seperti antibodi dan sitokin sangat menonjol.
5. Sistem integumen – kulit, rambut, kuku, kelenjar keringat, dan kelenjar sebaceous (mensekresi zat berminyak atau lilin).
6. Sistem muskuloskeletal – mencakup kerangka dan otot, tendon, ligamen, dan tulang rawan. Sumsum tulang sebagai tempat sel darah merah dibuat dan bagaimana tulang menyimpan kalsium dan fosfat disertakan dalam cakupan ini.
7. Sistem saraf – sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi. Studi tentang sistem saraf mencakup penelitian tentang indera, ingatan, emosi, gerakan, dan pikiran.
8. Sistem ginjal/kemih – termasuk ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, sistem ini menghilangkan air dari darah, menghasilkan urin, dan membuang limbah.
9. Sistem reproduksi – terdiri dari gonad dan organ seks. Studi sistem ini juga termasuk menyelidiki cara janin diciptakan dan dipelihara selama 9 bulan.
10. Sistem pernapasan – terdiri dari hidung, nasofaring, trakea, dan paru-paru. Sistem ini membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dan air.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya