Tanda Bahaya Tersembunyi di Usus Bisa Picu Kanker Saat Tua Bisa Dicegah
Penelitian yang diterbitkan jurnal Nature Aging ini menemukan bahwa penanda kimia pada DNA manusia perlahan bergeser seiring waktu.
Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit tertentu memang meningkat, salah satunya kanker kolorektal (usus besar).
Kini, sebuah studi terbaru berhasil mengungkap "tanda peringatan tersembunyi" di dalam usus manusia yang menjelaskan mengapa risiko tersebut makin tinggi saat manusia menua.
Dilansir dari ScienceAlert, Senin (26/1), penelitian yang diterbitkan jurnal Nature Aging ini menemukan bahwa penanda kimia pada DNA manusia perlahan bergeser seiring waktu.
Pergeseran ini dipicu oleh peradangan dan gangguan sinyal sel, yang akhirnya "membungkam" gen-gen penting pencegah tumor.
Fenomena "ACCA Drift"
Tim peneliti internasional menyebut proses ini sebagai Aging and Colon Cancer-Associated (ACCA) drift atau pergeseran terkait penuaan dan kanker usus besar.
Ini melibatkan perubahan pada metilasi DNA sebuah proses yang bisa 'menghidupkan' atau 'mematikan' gen tanpa mengubah struktur DNA itu sendiri (epigenetik).
Sayangnya, pada kasus ini, pergeseran tersebut justru mematikan gen yang bertugas menekan pembentukan tumor.
"Kami mengamati pola epigenetik yang semakin terlihat jelas seiring bertambahnya usia," ujar ahli biologi molekuler Francesco Neri dari Universitas Turin, Italia Dikutip dari ScienceAlert.
Bermula dari Kekurangan Zat Besi
Fokus penelitian tertuju pada kripta usus, yaitu kantung-kantung kecil di lapisan usus tempat sel punca berada. Peneliti menemukan bahwa pemicu utamanya adalah kombinasi dari peningkatan peradangan, penurunan sinyal pertumbuhan, dan penurunan kadar zat besi.
Kondisi ini mengganggu proses pemeliharaan DNA, sehingga "tanda-tanda yang salah" menumpuk dan membiarkan kanker berkembang.
"Ketika sel kekurangan zat besi, tanda-tanda yang salah akan tetap ada pada DNA. Dan sel kehilangan kemampuannya untuk menghilangkan tanda-tanda tersebut," jelas Anna Krepelova, ahli biologi molekuler dari Universitas Turin Dikutip dari ScienceAlert.
Jika dibiarkan dengan waktu yang lama, area dengan profil DNA yang "rusak" ini meluas seiring pembelahan sel, menciptakan lebih banyak zona bahaya di sepanjang usus.
Bisa Dipulihkan
Meski terdengar menakutkan, penemuan ini justru membawa harapan baru. Dalam percobaan menggunakan organoid (usus mini buatan laboratorium), para peneliti berhasil memperlambat bahkan membalikkan proses pergeseran berbahaya ini.
Caranya adalah dengan meningkatkan penyerapan zat besi atau memulihkan sinyal pertumbuhan sel tertentu.
"Ini berarti bahwa penuaan epigenetik tidak harus menjadi keadaan tetap dan final. Untuk pertama kalinya, kita melihat bahwa dimungkinkan untuk mengubah parameter penuaan yang terletak jauh di dalam inti molekuler sel," pungkas Krepelova Dikutip dari ScienceAlert.
Temuan ini memberi petunjuk penting bahwa menjaga kadar zat besi dan menekan peradangan bisa menjadi kunci mencegah kanker usus di hari tua.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie