Sering Makan Seblak? Waspadai Dampaknya pada Asam Lambung dan Risiko Hipertensi
Konsumsi seblak dan makanan tinggi garam secara berlebihan dapat meningkatkan kemungkinan terkena hipertensi.
Seblak adalah salah satu makanan favorit di kalangan anak muda. Variasi isian dan tingkat kepedasan yang bisa dipilih sendiri membuat seblak sangat populer di kalangan generasi muda. Namun, perlu diingat bahwa ada risiko hipertensi yang harus diperhatikan.
Dokter spesialis penyakit dalam, Lingga Ramot Gumelar, menjelaskan bahwa konsumsi seblak dan makanan yang mengandung garam tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terkena hipertensi. Selain itu, jika dikombinasikan dengan minuman manis yang kaya gula, risiko terkena diabetes juga akan meningkat.
Kedua penyakit kronis ini dapat memicu terjadinya gagal ginjal, karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk mengolah racun atau limbah dari makanan yang telah dikonsumsi, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Jum'at (7/2/2025).
Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Anda
Dia merekomendasikan agar masyarakat secara teratur mengonsumsi air putih dan mulai mengurangi asupan gula, garam, serta lemak yang berlebihan.
Mengacu pada anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut adalah pedoman konsumsi gula, garam, dan lemak: "Anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 sendok makan per orang per hari (50 gram)."
Selain itu, "anjuran konsumsi garam adalah 2000 mg natrium atau setara dengan garam 1 sendok teh (sdt) per orang per hari (5 gram)."
Terakhir, "anjuran konsumsi lemak per orang per hari adalah 20-25% dari total energi (702 kkal) atau setara dengan lemak 5 sendok makan per orang per hari (67 gram)." D
engan mengikuti pedoman ini, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan lebih baik.
Jangan lupa untuk berolahraga
Lingga menekankan pentingnya melakukan aktivitas fisik bagi masyarakat, terutama bagi yang masih muda. Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari kecil, atau melakukan latihan kardio sangat dianjurkan.
Sementara itu, bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, tetap disarankan untuk berolahraga secara teratur dengan intensitas yang lebih ringan. "Olahraganya tergantung kelompok usia, ya. Kalau usia 40 tahun ke atas itu harus dibatasi dan lebih ringan saja. Tapi, kalau usianya lebih muda bisa bulu tangkis, basket, sepak bola," ujar dia.
Dengan demikian, setiap kelompok usia memiliki jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik mereka.
Oleh karena itu, penting untuk memahami batasan dan kemampuan masing-masing agar dapat berolahraga dengan aman dan efektif.
Melalui aktivitas fisik yang teratur, kesehatan tubuh dapat terjaga dengan baik. Lingga berharap masyarakat dapat mengadopsi pola hidup yang lebih aktif demi kesehatan jangka panjang.
Makan Seblak Dapat Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Lingga menambahkan bahwa organ tubuh yang paling awal terpengaruh akibat seringnya makan seblak dan makanan yang mengandung vetsin lainnya adalah lambung, yang dapat berujung pada masalah pencernaan.
Oleh karena itu, tidak jarang muncul keluhan seperti peningkatan asam lambung. "Apabila kita terus memaksakan diri untuk mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah yang berlebihan, hal itu pasti akan menimbulkan iritasi pada lambung.
Meskipun dampaknya tidak langsung terasa pada ginjal, tetapi sistem pencernaan, khususnya lambung, adalah bagian yang paling cepat terpengaruh," ungkap Lingga.