Perhatikan Lagi Ini Bedanya Cacar Air, Campak, dan Rubella
Campak, cacar air dan Rubella memiliki ciri-ciri yang sama, perlu ketelitian dan segera bawa anak ke dokter jika mengalami ruam disertai gejala lainnya.
Perhatikan Lagi Ini Bedanya Cacar Air, Campak, dan Rubella
Beberapa penyakit seperti cacar air, campak, dan rubella tampak serupa karena menimbulkan gejala berupa ruam merah pada kulit. Namun, penting untuk memahami perbedaan di antara ketiga penyakit ini agar dapat melakukan penanganan yang tepat.
Rubella, yang sering disebut campak Jerman, disebabkan oleh virus yang berbeda dari campak dan tidak menular separah campak. Ketiga penyakit ini dapat menyebar melalui udara saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Berkat vaksinasi, sekarang kita dapat mencegah ketiganya.
Cacar air, campak, dan rubella semuanya adalah penyakit menular, tetapi penyebabnya berbeda. Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, sementara campak atau rubella disebabkan oleh virus campak.
Gejala campak, cacar air, dan rubella seringkali sulit dibedakan karena memiliki gejala yang mirip. Namun, perbedaan ada pada penampilan ruam yang muncul.
Gejala cacar air meliputi:
1. Ruam merah yang muncul di dada, wajah, dan punggung.
2. Demam.
3. Sakit kepala.
4. Kelelahan.
5. Nafsu makan menurun.
1. Ruam merah yang muncul di garis rambut atau dahi, lalu menyebar ke tubuh.
2. Demam.
3. Batuk kering.
4. Hidung berair.
5. Sakit tenggorokan.
6. Mata meradang (konjungtivitis).
7. Bintik-bintik merah kecil di dalam mulut dan pipi.
Sementara gejala campak mencakup:
Meskipun cacar air dan campak menimbulkan ruam, penampilan ruam keduanya berbeda. Ruam cacar air awalnya berupa benjolan merah yang berubah menjadi lepuh yang gatal dan pecah. Ruam campak adalah bintik merah yang datar dan bisa berkumpul.
Gejala rubella umumnya sangat ringan, termasuk:
1. Demam ringan.
2. Sakit kepala.
3. Hidung tersumbat atau pilek.
4. Mata meradang.
5. Pembesaran kelenjar getah bening di belakang leher atau telinga.
6. Ruam merah muda yang dimulai pada wajah dan menyebar ke tubuh.
Karena ketiga penyakit ini disebabkan oleh virus, pengobatannya berfokus pada meredakan gejala hingga infeksi sembuh.
Untuk cacar air, dokter bisa meresepkan antihistamin untuk mengatasi gatal pada ruam. Penderita campak perlu beristirahat dan banyak minum, serta dapat mengonsumsi asetaminofen untuk mengatasi demam.
Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus, yang menyebar melalui tetesan pernapasan dan sangat menular. Virus campak menginfeksi saluran pernapasan terlebih dahulu sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
Cacar air, pada sisi lain, disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV) dan menyebar melalui kontak dengan lepuh kulit yang terinfeksi atau percikan air liur saat batuk atau bersin. Penderita cacar air rentan terinfeksi jika belum pernah menderita atau divaksinasi.
Rubella biasanya sembuh sendiri, tetapi gejala seperti demam dan sakit dapat diatasi dengan obat penghilang rasa sakit. Penting untuk hindari memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja karena berisiko sindrom Reye.
Cacar air dan campak dapat dicegah melalui vaksinasi yang diberikan pada anak-anak. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis antara usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun.
Jika seseorang melewatkan vaksinasi ini saat masih anak-anak, mereka sebaiknya merencanakan untuk mendapatkannya sebagai dewasa.
Vaksinasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membantu mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.