Jangan Panik Gejala Penyakit Cacar Air, Begin Langkah-langkah Penanganan, dan Cara Mencegahnya
Cacar air merupakan penyakit menular yang sering terjadi, tetapi dapat berakibat serius. Penting untuk memahami tanda-tanda cacar air.
Cacar air, yang dalam istilah medis dikenal sebagai varicella, merupakan penyakit menular yang sering terjadi, terutama di kalangan anak-anak. Meskipun tergolong sebagai penyakit yang ringan, cacar air dapat berakibat serius jika menyerang orang dewasa, wanita hamil, atau individu yang memiliki sistem imun yang lemah. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak langsung maupun melalui udara.
Gejala cacar air biasanya dimulai dengan demam dan perasaan tidak enak badan sebelum munculnya ruam khas yang berbentuk bintik merah dan gatal. Dalam waktu singkat, bintik-bintik ini akan berkembang menjadi lepuh yang berisi cairan. Meskipun sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1 hingga 2 minggu, penting untuk mengenali tanda-tanda awalnya agar dapat menghindari komplikasi yang lebih serius. Liputan6.com akan membahas secara menyeluruh mengenai tanda-tanda cacar air, langkah-langkah penanganan mandiri dan medis, serta cara untuk mencegah penularannya pada Jumat (1/8/2025).
Berikut adalah beberapa tanda cacar air yang harus diwaspadai
Menurut informasi dari NHS UK dan CDC, cacar air memiliki serangkaian gejala yang khas dan mudah dikenali. Gejala awal biasanya mulai muncul 1 hingga 2 hari sebelum ruam terlihat, yang meliputi:
- Demam, baik ringan maupun tinggi
- Sakit kepala
- Kehilangan nafsu makan
- Rasa lelah dan lemas
Setelah gejala awal, ruam akan muncul dan berkembang dalam tiga tahap yang berbeda:
- Tahap Pertama: Bintik Merah
- Bintik-bintik merah kecil akan muncul di seluruh tubuh, yang biasanya dimulai dari area dada, punggung, atau wajah. Pada beberapa individu, bintik ini juga dapat muncul di dalam mulut atau di area genital.
- Tahap Kedua: Lepuhan Berisi Cairan
- Bintik-bintik tersebut kemudian berubah menjadi lepuhan (blister) yang berisi cairan jernih. Lepuhan ini sangat gatal dan mudah pecah.
- Tahap Ketiga: Lepuhan Mengering dan Membentuk Keropeng
- Lepuhan yang telah pecah akan mengering dan berubah menjadi koreng atau keropeng yang pada akhirnya akan mengelupas.
Gejala yang dialami oleh individu yang telah mendapatkan vaksinasi biasanya lebih ringan, sering kali hanya muncul beberapa bintik tanpa disertai demam berat (breakthrough chickenpox).
Langkah-langkah yang perlu diambil jika terinfeksi cacar air
Jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala cacar air, ada beberapa langkah yang direkomendasikan oleh NHS UK. Perawatan di rumah:
- Pastikan untuk minum cukup air agar terhindar dari dehidrasi.
- Gunakan parasetamol untuk meredakan rasa sakit dan demam, tetapi hindari penggunaan ibuprofen karena dapat memperburuk infeksi kulit.
- Potong kuku anak dan kenakan sarung tangan atau kaus kaki agar mereka tidak menggaruk kulitnya.
- Oleskan lotion atau gel penyejuk yang bisa dibeli di apotek untuk mengurangi rasa gatal.
- Mandi dengan air dingin dan keringkan tubuh dengan cara ditepuk, bukan digosok.
- Pilihlah pakaian yang longgar agar kulit dapat "bernapas."
Hal yang harus dihindari:
- Hindari menggaruk ruam karena dapat menyebabkan bekas luka yang permanen.
- Jangan berinteraksi dengan bayi baru lahir, ibu hamil, atau individu yang memiliki sistem imun lemah.
- Jangan pergi ke sekolah, tempat kerja, atau lokasi umum hingga semua ruam berubah menjadi keropeng, biasanya sekitar 5 hari setelah ruam pertama muncul.
Kapan sebaiknya kita pergi ke dokter?
Menurut CDC, Anda harus segera menghubungi layanan kesehatan jika mengalami kondisi berikut:
- Gejala yang muncul tiba-tiba menjadi lebih parah.
- Anak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil.
- Ruam yang muncul menjadi merah, terasa panas, dan nyeri, yang bisa jadi tanda infeksi sekunder.
- Anda sedang hamil dan belum pernah terinfeksi cacar air sebelumnya.
- Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena menjalani kemoterapi.
Beberapa kasus cacar air dapat diobati dengan antivirus, tetapi pengobatan harus dimulai dalam waktu 24 jam setelah kemunculan ruam pertama.
Cara Mencegah Penularan Cacar Air
Cacar air sangat mudah menular dan dapat menyebar baik melalui udara maupun kontak langsung. Menurut NHS UK, seseorang dapat menularkan cacar air mulai dari dua hari sebelum ruam muncul hingga seluruh ruam mengering dan menjadi keropeng, yang biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 7 hari. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil:
- Hindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi cacar air.
- Jangan menyentuh atau berbagi barang yang mungkin terkontaminasi dengan cairan dari lepuhan.
- Selalu cuci tangan setelah menyentuh wajah atau benda-benda yang sering digunakan bersama.
- Pakai masker jika berada di dekat penderita cacar air.
Vaksinasi Sebagai Perlindungan Utama
Menurut HSE Ireland, vaksin cacar air (varicella) terbukti sangat efektif dalam mencegah infeksi. Vaksin ini disarankan untuk diberikan kepada:
- Anak-anak yang berusia di atas 12 bulan.
- Orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air, terutama mereka yang bekerja di bidang kesehatan atau yang tinggal serumah dengan pasien kanker atau individu dengan sistem imun yang lemah.
Vaksin ini diberikan dalam dua dosis dan dapat memberikan kekebalan kepada 86 hingga 98 persen anak-anak. Meskipun ada kemungkinan seseorang tetap terinfeksi setelah mendapatkan vaksin, gejalanya biasanya lebih ringan.
Beberapa masalah soal cacar air
1. Apakah orang dewasa dapat terinfeksi cacar air?
Ya, orang dewasa juga dapat terkena cacar air. Meskipun penyakit ini lebih umum terjadi pada anak-anak, mereka yang belum pernah terinfeksi atau mendapatkan vaksinasi tetap berisiko tinggi dan umumnya mengalami gejala yang lebih parah.
2. Apakah cacar air dapat meninggalkan bekas permanen?
Ya, cacar air bisa meninggalkan bekas, terutama jika ruam digaruk yang kemudian mengakibatkan infeksi sekunder. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah anak-anak agar tidak menggaruk ruam yang muncul.
3. Apakah seseorang bisa terinfeksi cacar air lebih dari satu kali?
Kasus terinfeksi cacar air lebih dari sekali sangat jarang terjadi. Setelah seseorang terinfeksi, tubuh akan membangun kekebalan. Namun, virus tersebut dapat muncul kembali dalam bentuk herpes zoster atau shingles.
4. Apakah cacar air berbahaya bagi ibu hamil?
Ya, terinfeksi cacar air saat hamil dapat menyebabkan komplikasi serius baik bagi ibu maupun janin. Ibu hamil yang belum pernah mengalami cacar air harus segera berkonsultasi dengan dokter jika terpapar virus ini.
5. Apakah cacar air dapat dicegah sepenuhnya?
Pencegahan yang paling efektif adalah melalui vaksinasi. Vaksin cacar air telah terbukti aman dan efektif dalam mengurangi risiko infeksi serta komplikasi yang serius.
Sumber Rujukan:
- NHS UK. Chickenpox. https://www.nhs.uk/conditions/chickenpox/
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Chickenpox Symptoms and Complications. https://www.cdc.gov/chickenpox/about/symptoms.html
- HSE Ireland. Chickenpox (Varicella) Vaccine. https://www2.hse.ie/conditions/chickenpox/