Mengenal Aphranel, Teknologi Regenerative Aesthetics yang Fokus pada Penguatan Skin Barrier
Gangguan tersebut kerap ditandai dengan meningkatnya transepidermal water loss (TEWL) dan menurunnya kemampuan regenerasi alami kulit.
Pendekatan perawatan estetika yang selama ini menitikberatkan pada hasil visual mulai bergeser. Seiring berkembangnya pemahaman ilmiah tentang kulit sebagai organ kompleks, penguatan fungsi dasar kulit, khususnya skin barrier, kini menjadi fokus utama dalam teknologi estetika modern.
Skin barrier memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan, melindungi kulit dari mikroorganisme, serta mempertahankan keseimbangan biologis. Ketika fungsi ini terganggu, kondisi kulit seperti kekeringan, sensitivitas, peradangan ringan kronis, hingga penuaan dini lebih mudah terjadi. Gangguan tersebut kerap ditandai dengan meningkatnya transepidermal water loss (TEWL) dan menurunnya kemampuan regenerasi alami kulit.
Kondisi ini mendorong berkembangnya konsep Regenerative Aesthetics, yakni pendekatan estetika yang tidak hanya mengejar perbaikan tampilan, tetapi juga pemulihan fungsi biologis kulit. PT Estetika Pro International menilai pendekatan ini sebagai evolusi dari teknologi estetika yang sebelumnya bersifat korektif.
Dalam perkembangan teknologi estetika, perawatan hidrasi instan melalui skin booster menjadi tahap awal yang populer. Selanjutnya, muncul collagen stimulator yang merangsang produksi kolagen melalui mekanisme inflamasi terkontrol. Saat ini, fokus beralih ke collagen revitalizer yang bekerja lebih menyeluruh dan selaras dengan proses biologis kulit.
Sebagai bagian dari fase tersebut, PT Estetika Pro International memperkenalkan Aphranel, teknologi calcium hydroxyapatite (CaHA) generasi terbaru yang dirancang untuk mendukung regenerasi jaringan tanpa memicu respons inflamasi berlebihan.
Aphranel menggunakan mikropartikel CaHA berukuran 2–10 mikrometer yang memungkinkan distribusi lebih merata di lapisan dermis. Partikel ini berfungsi sebagai penopang mikro yang mendukung aktivitas sel kulit dalam pembentukan kolagen secara bertahap dan berkelanjutan.
"Ukuran partikel yang lebih kecil memungkinkan distribusi yang lebih merata dan integrasi yang lebih natural dengan jaringan kulit," ujar dr. Riani Loretta, perwakilan PT Estetika Pro International.
Teknologi ini diperkaya dengan modified polysaccharide cellulose, biomaterial dengan kemampuan ikat air tinggi yang berperan menjaga keseimbangan lingkungan kulit. Kombinasi tersebut dirancang untuk menurunkan stres seluler sehingga fibroblast dapat bekerja lebih efisien dalam menghasilkan kolagen yang lebih terorganisir.
"Kombinasi CaHA dan polysaccharide cellulose membantu fibroblast menghasilkan kolagen secara lebih teratur tanpa memicu inflamasi berlebihan," tambah dr. Riani.
Perkuat Fungsi Skin Barrier
Melalui mekanisme tersebut, Aphranel berperan dalam memperkuat fungsi skin barrier, menekan TEWL, serta menjaga hidrasi kulit dalam jangka panjang.
Revitalisasi dermis berlangsung secara bertahap melalui peningkatan kolagen tipe I dan III. Perubahan awal pada kualitas kulit mulai teramati sekitar tujuh hari setelah aplikasi, seiring kulit tampak lebih cerah dan sehat sesuai ritme biologis alaminya.
Kolaborasi Riset
Aphranel dikembangkan melalui kolaborasi riset dengan Nanjing Tech University, Shanghai Jiao Tong University, serta University of Shanghai for Science and Technology. Kolaborasi ini menjadi dasar pendekatan ilmiah dalam memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas teknologi CaHA yang digunakan.