Jenis-Jenis dan Manfaat Luar Biasa dari Lidah Buaya atau Aloe Vera
Lidah buaya adalah salah satu tanaman yang sangat terkenal dengan beragam manfaatnya untuk kesehatan. Yuk, simak jenis-jenis dan manfaat dari lidah buaya!
Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Jenis-Jenis dan Manfaat Luar Biasa dari Lidah Buaya atau Aloe Vera
Lidah buaya atau yang juga dikenal sebagai aloe vera merupakan salah satu keluarga tumbuhan dengan khasiat sebagai obat. Tanaman yang satu ini terkenal dengan segudang manfaatnya, terutama untuk kesehatan dan kecantikan.
Di samping banyaknya manfaat yang terkandung dalam lidah buaya (aloe vera), tanaman tersebut tampaknya juga hadir dalam beberapa jenis. Berbagai jenis tanaman lidah buaya (aloe vera) mengandung manfaat yang masing-masing berbeda.
Aloe Barbadensis Miller
Aloe barbadensis miller merupakan jenis tanaman lidah buaya yang mengandung lebih dari 200 senyawa bioaktif penunjang kesehatan.
Sebagian besar senyawa tersebut terdapat pada gel bening di dalam daun lidah buaya. Senyawa bioaktif yang dimaksud termasuk asam amino, asam fenolik, flavonoid, dan polisakarida.
- Asam amino, merupakan bahan dasar penyusun protein yang memiliki banyak fungsi, seperti membantu tubuh memperbaiki jaringan tubuh dan bertindak sebagai sumber energi bagi tubuh.
- Asam fenolik, merupakan antioksidan alami yang dapat mengurangi risiko stres oksidatif dalam tubuh.
- Flavonoid, merupakan zat tumbuhan alami yang mengandung sifat anti-kanker, antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-virus.
- Polisakarida, merupakan molekul karbohidrat yang menyediakan energi untuk sel-sel tumbuhan. Polisakarida di dalam lidah buaya juga banyak ditemukan dalam kandungan beberapa obat dan penyembuh luka.
Aloe Arborescens
Aloe arborescens memiliki kandungan antioksidan yang telah teruji secara klinis. Tanaman lidah buaya jenis ini juga mengandung konsentrasi asam lemak yang lebih tinggi daripada aloe ferox maupun aloe vera.
Asam lemak tersebut di antaranya termasuk asam linolenat dan asam linoleat, yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak omega 6.
Sedangkan, asam lemak omega 6 adalah lemak esensial atau jenis lemak yang tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh manusia, dan tugasnya adalah membantu fungsi sel-sel tubuh.
Aloe Ferox
Tanaman lidah buaya jenis aloe ferox merupakan salah satu tanaman obat-obatan yang paling sering digunakan. Aloe ferox dipercaya memiliki senyawa tertentu yang secara alami melakukan detoksifikasi tubuh. Sehingga, aloe ferox sering dimanfaatkan dalam proses mengurangi berat badan, kolesterol jahat (low-density lipoprotein), dan gula darah puasa (fasting blood glucose).
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa aloe ferox mengandung sifat antioksidan, antikanker, dan antimikroba. Sayangnya, efek samping dari aloe ferox ini menyebabkan penggunaannya hanya disarankan untuk jangka waktu terbatas.
Aloe Perryi
Tak jauh berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya, aloe perryi juga merupakan tanaman obat yang terbukti memiliki efek antioksidan, antikanker, dan antibakteri.
Aloe perryi juga memiliki kandungan fitokimia (bahan kimia tumbuhan) yang cukup banyak, sehingga efektif untuk melawan penyakit. Fitokimia di dalam aloe perryi ini termasuk fenol, glikosida, dan protein.
- Fenol, merupakan senyawa antioksidan yang memiliki fungsi anti inflamasi, sehingga dapat membantu mencegah penumpukan stres oksidatif dalam tubuh yang dapat memicu kanker, diabetes, hingga penyakit jantung.
- Glikosida, merupakan senyawa turunan dari satu atau lebih gula yang bergabung dengan senyawa hidroksi. Glikosida memiliki fungsi antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat membantu dalam pencegahan serta pengelolaan penyakit.
- Protein, merupakan molekul kompleks yang memiliki banyak peran di dalam tubuh, seperti dibutuhkan dalam fungsi, struktur, serta pengaturan jaringan dan organ-organ tubuh.