Jelang Ibadah Haji, Dokter Ingatkan: Kesiapan Fisik Sama Pentingnya dengan Mental
Cuaca yang ekstrem dan kegiatan yang padat di Tanah Suci dapat menyebabkan masalah kesehatan jika tidak dilakukan persiapan yang memadai.
Menjalankan ibadah haji tidak hanya memerlukan persiapan mental dan spiritual. Agar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan lancar, jemaah haji juga harus memiliki kondisi fisik yang optimal.
Aktivitas yang padat, jarak yang harus ditempuh, dan cuaca panas di sana membuat tubuh perlu beradaptasi dengan baik. Dokter spesialis kedokteran olahraga, Andi Kurniawan, menekankan bahwa kurangnya persiapan fisik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi jemaah.
Selama berada di Tanah Suci, jemaah akan menghadapi aktivitas fisik yang cukup berat dan kondisi lingkungan yang ekstrem, yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
"Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner," ungkap Andi, mengutip Antara.
Kondisi hipoglikemia atau hiperglikemia juga dapat terjadi ketika aktivitas fisik meningkat secara signifikan. Hipoglikemia adalah keadaan di mana kadar glukosa dalam darah turun di bawah batas normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL.
Meskipun kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes, orang yang tidak memiliki riwayat diabetes pun bisa mengalaminya. Di sisi lain, hiperglikemia adalah kondisi yang terjadi ketika kadar glukosa darah sangat tinggi, yakni lebih dari 300 mg/dL.
Selain itu, stres dan pola makan yang tidak teratur dapat menyebabkan terjadinya hiperglikemia pada jemaah.
Kelelahan fisik dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah
Menurut penjelasan yang disampaikan, peningkatan tekanan darah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kelelahan fisik, dehidrasi, dan stres akibat paparan panas.
"Aktivitas fisik yang mendadak berat pada jamaah dengan faktor risiko metabolik juga dapat memicu serangan jantung akut," tambahnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi calon jamaah haji untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. Selain itu, mereka juga disarankan untuk melakukan latihan fisik guna meningkatkan daya tahan tubuh.
Selanjutnya, calon jamaah haji harus mempersiapkan bekal obat-obatan dan secara rutin mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Sebaiknya, persediaan obat yang dibawa cukup untuk minimal 1,5 kali durasi perjalanan dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jamaah dapat menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.