Jakarta – Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) membagikan kiat-kiat penting untuk menjaga kesehatan bagi jamaah haji dengan komorbiditas atau penyakit penyerta. Kiat ini mencakup pengelolaan pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen obat agar jamaah dapat menunaikan ibadah haji dalam kondisi optimal.
Persiapan yang matang sangat krusial mengingat kondisi fisik yang prima dibutuhkan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Dengan jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 221.000 orang pada tahun ini, perhatian khusus diberikan kepada mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Pemerintah Indonesia telah menjadwalkan pemberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi dimulai pada 22 April 2026. Oleh karena itu, para jamaah, khususnya dengan komorbiditas, diimbau untuk segera menerapkan kiat-kiat kesehatan ini demi kelancaran ibadah mereka.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Fisik dan Nutrisi Optimal
Salah satu fondasi utama menjaga kesehatan bagi jamaah haji dengan komorbiditas adalah memelihara status istitha’ah melalui olahraga teratur dan asupan makanan bergizi. Ketua Umum PERDOKHI, Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO–K, menekankan pentingnya aktivitas fisik rutin. Jamaah disarankan untuk menyiapkan diri dengan rutin melakukan aktivitas fisik selama 40 hingga 60 menit sehari, minimal tiga kali sepekan, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Opsi latihan fisik yang bisa dijalankan mencakup jalan kaki, berenang, berlari, atau bersepeda jika mampu, disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Selain itu, asupan makanan bergizi seimbang menjadi prioritas. Jamaah dengan penyakit penyerta dianjurkan mengonsumsi makanan yang mencakup nasi, ikan, daging, telur, serta sayur dan buah yang kaya serat.
Penting juga untuk menghindari makanan pemicu hiperkolesterolemia seperti makanan yang terlalu asin atau terlalu manis, serta makanan bersantan. Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara cukup juga esensial agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dr. Syarief menambahkan, "Jangan lupa untuk meminum vitamin atau suplemen setiap hari."
Advertisement
Advertisement
Manajemen Obat dan Pola Hidup Sehat
Bagi jamaah haji dengan komorbiditas, manajemen obat adalah aspek yang tidak boleh diabaikan. Dr. Syarief mengingatkan untuk menyiapkan bekal obat dan tetap minum obat secara teratur sesuai anjuran tenaga medis. Bekal obat yang diperlukan selama berada di Arab Saudi hingga kembali ke Indonesia sebaiknya ditaruh di tempat khusus yang mudah dijangkau.
PERDOKHI juga menyampaikan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mencukupkan istirahat, serta berpikir positif. Hal ini bertujuan agar jamaah bisa menunaikan ibadah dalam kondisi prima dan terhindar dari gangguan kesehatan.
Setibanya di Tanah Suci, jamaah haji sebaiknya mengatur pelaksanaan ibadah berdasarkan prioritas sesuai dengan kondisi fisik. Pengaturan ini penting untuk menghindari kelelahan berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan saat harus menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Advertisement
Sumber: AntaraNews