Ini Alasan Mengapa Anak Tidak Boleh Minum Dingin saat Pilek
Pada saat anak sedang batuk pilek, sangat umum bagi orangtua untuk mencegah konsumsi minuman dingin. Apa alasannya?
Pada saat anak sedang batuk pilek, sangat umum bagi orangtua untuk mencegah konsumsi minuman dingin. Apa alasannya?
Ini Alasan Mengapa Anak Tidak Boleh Minum Dingin saat Pilek
Dokter spesialis anak konsultan respirologi, dr. Rina Triasih, menegaskan pentingnya anak-anak yang sedang mengalami batuk pilek atau flu untuk menghindari minuman dingin. Hal ini disebabkan karena minuman dingin dapat memengaruhi saluran pernafasan anak.
Menurut dr. Rina, minuman dingin dapat mengganggu gerakan rambut-rambut getar di dalam saluran pernafasan yang berfungsi untuk membersihkan kotoran atau lendir yang berlebihan.
"Suhu dingin itu akan mengganggu gerakan di rambut-rambut getar itu sehingga akan bisa menyebabkan produksi lendirnya menjadi lebih banyak," jelasnya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.
Sebagai alternatif, dr. Rina menyarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman hangat seperti sup.
"Sup hangat itu mungkin akan lebih mudah dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang gak enak badan," tambahnya.
Terkait dengan konsumsi coklat saat batuk pilek, dr. Rina menjelaskan bahwa hal itu sebaiknya ditentukan berdasarkan adanya alergi terhadap coklat. Jika anak tidak memiliki alergi terhadap coklat, maka tidak masalah untuk mengonsumsinya.
Namun demikian, tidak ada makanan atau minuman khusus yang harus dikonsumsi saat batuk pilek. Yang penting adalah memberikan asupan nutrisi yang cukup kepada anak seperti biasanya.
"Yang penting dia tetap diberikan makan minum seperti biasanya, syukur-syukur lebih banyak lagi," ucap dr. Rina.
Dr. Rina juga menekankan bahwa penanganan batuk pilek pada anak tidak selalu memerlukan obat-obatan. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang normal yang bertujuan untuk membersihkan saluran napas dari kotoran atau benda asing.
"Jadi batuk itu untuk melemparkan segala sesuatu yang seharusnya tidak ada di saluran napas kita. Nah itu adalah batuk yang kawan, dan batuk yang seperti itu jangan dilawan," paparnya.
Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengobatan dan tidak pengobatan pada batuk pilek anak. Oleh karena itu, dr. Rina menyarankan untuk tidak terlalu sering memberikan obat kepada anak saat batuk.
"Sehingga, sebaiknya kita agak jangan sedikit-sedikit diobati kalau ada anak batuk," tandasnya.