HPV Tak Pandang Gender, Laki-laki Pun Bisa Terinfeksi HPV
HPV tidak hanya berisiko pada perempuan, tapi juga dapat menyebabkan kanker berbahaya pada laki-laki, seperti kanker tenggorokan dan penis.
Human papillomavirus (HPV) selama ini lebih sering dikaitkan dengan risiko kanker serviks pada perempuan. Namun, tahukah Anda bahwa HPV sebenarnya tidak pandang gender? Virus ini juga dapat menginfeksi laki-laki dan menyebabkan berbagai jenis kanker berbahaya lainnya. Fakta ini menunjukkan bahwa ancaman HPV jauh lebih luas dari yang banyak orang kira.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FRSPH, FINASIM, menegaskan bahwa laki-laki memiliki risiko tinggi terhadap infeksi HPV. "Virus HPV bukan hanya menyerang perempuan, bahkan satu dari empat lelaki itu juga berisiko terinfeksi HPV dan virus ini jahat, bukan hanya kanker serviks dia bisa bikin kutil kelamin, kanker tenggorokan, dan kanker penis," ujar dr. Dirga saat ditemui di Jakarta, Sabtu (tanggal sesuai kebutuhan).
Pentingnya kesadaran akan risiko HPV pada laki-laki dan perempuan semakin mendesak. Apalagi, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2019 tercatat HPV menyebabkan sekitar 620.000 kasus kanker pada perempuan dan 70.000 kasus kanker pada laki-laki di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya dampak infeksi HPV terhadap kesehatan global.
Risiko HPV pada Laki-laki Sama Besarnya dengan Perempuan
Selama ini, kampanye pencegahan HPV banyak difokuskan pada perempuan, khususnya untuk mencegah kanker serviks. Namun, laki-laki pun tidak boleh merasa aman begitu saja. Infeksi HPV pada laki-laki dapat menyebabkan berbagai penyakit serius, seperti kutil kelamin, kanker penis, kanker dubur, hingga kanker tenggorokan.
Menurut dr. Dirga, kanker serviks memang menjadi jenis kanker kedua terbanyak di Indonesia, dengan 99 persen kasusnya berhubungan dengan infeksi HPV. Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa laki-laki juga berisiko mengalami kanker akibat HPV, meskipun jenis dan lokasinya berbeda. "Virus ini jahat," tegasnya, mengingatkan pentingnya pencegahan sejak dini bagi semua gender.
Bahkan, karena sering kali infeksi HPV tidak menimbulkan gejala awal yang nyata, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan bisa menularkan virus tersebut ke pasangan seksualnya. Oleh karena itu, baik perempuan maupun laki-laki perlu memahami bahwa infeksi HPV bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia.
Vaksinasi HPV, Upaya Efektif untuk Melindungi Diri
Kabar baiknya, infeksi HPV dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksin HPV berfungsi membentuk kekebalan tubuh tanpa harus mengalami penyakit terlebih dahulu. "Pada orang yang divaksinasi, dia punya kekebalan tanpa harus sakit dahulu. Itu yang kita inginkan. Dan itulah cara kerja vaksin melindungi kita," jelas dr. Dirga.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006, vaksin HPV telah digunakan secara luas di lebih dari 140 negara, dengan lebih dari 1,2 miliar dosis yang telah diberikan. Keamanan vaksin ini pun terbukti tinggi. "Kita bersyukur tidak ada masalah keamanan serius yang berhubungan dengan vaksinnya," tambah dr. Dirga.
Negara-negara seperti Inggris, Australia, dan Swedia telah membuktikan bahwa cakupan vaksinasi HPV yang tinggi mampu menurunkan kasus infeksi HPV secara signifikan. Contoh sukses ini menjadi bukti kuat bahwa vaksinasi adalah kunci dalam melindungi masyarakat dari bahaya kanker yang disebabkan oleh HPV.
Siapa Saja yang Harus Mendapatkan Vaksin HPV?
Penting untuk diketahui, vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan, melainkan juga bagi laki-laki. dr. Dirga menyampaikan bahwa perempuan usia 9 sampai 45 tahun serta laki-laki usia 9 sampai 26 tahun dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi HPV.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya vaksinasi HPV untuk anak laki-laki. Padahal, memberikan vaksinasi sejak dini berarti memberikan perlindungan jangka panjang terhadap risiko infeksi dan kanker akibat HPV. Dengan demikian, edukasi tentang pentingnya vaksinasi HPV harus dilakukan lebih luas lagi, menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan gender.
Di Indonesia sendiri, pemerintah telah menjalankan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim. Program ini mencakup pelaksanaan skrining kanker serviks, imunisasi HPV, serta penanganan pasien pra-kanker. Selain itu, kegiatan edukasi, pelatihan, dan penyuluhan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat juga terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan HPV.
Edukasi Masyarakat, Langkah Penting untuk Masa Depan
Masih banyak tantangan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai infeksi HPV, khususnya terkait vaksinasi pada laki-laki. Salah satu hambatan terbesar adalah kurangnya informasi yang tepat dan masih adanya stigma bahwa HPV hanya menyerang perempuan.
Oleh karena itu, edukasi yang komprehensif perlu dilakukan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga dunia kerja. Dengan memberikan pemahaman yang benar, diharapkan masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya vaksinasi HPV dan melakukan pencegahan sejak dini.
Infeksi HPV bukanlah hal sepele. Dampaknya bisa fatal, berujung pada kanker yang mengancam jiwa. Dengan langkah pencegahan seperti vaksinasi dan edukasi yang berkesinambungan, kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas dari bahaya virus ini.
Human papillomavirus (HPV) adalah ancaman nyata bagi kesehatan, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Risiko infeksi dan komplikasi serius akibat HPV mengharuskan semua orang untuk meningkatkan kewaspadaan. Dengan vaksinasi HPV dan kesadaran kolektif, kita memiliki peluang besar untuk menekan angka infeksi dan melindungi generasi masa depan dari kanker terkait HPV. Mari bersama-sama cegah infeksi HPV, karena kesehatan adalah hak semua gender, tanpa kecuali.