Habis Sahur Langsung Tidur, Rupanya Berpotensi Naikkan Gula Darah
Ternyata, tidur setelah makan sahur dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, di antaranya adalah peningkatan kadar gula darah. Berikut adalah penjelasannya.
Ternyata, tidur setelah makan sahur dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, di antaranya adalah peningkatan kadar gula darah. Berikut adalah penjelasannya.
Habis Sahur Langsung Tidur, Rupanya Berpotensi Naikkan Gula Darah
Tidak berbeda jauh dengan aturan tidak tidur setelah makan di hari biasa, tidur segera setelah sahur juga berpotensi menimbulkan beragam masalah kesehatan. Sehingga, pelaksanaan ibadah puasa bisa terganggu dan tidak optimal.
Mengapa tidur setelah sahur bisa membahayakan? Hal ini disebabkan oleh kurangnya jeda 2-4 jam setelah makan yang dapat menghambat proses pencernaan.
Gangguan pada proses pencernaan inilah yang kemudian memicu berbagai masalah kesehatan, seperti peningkatan kadar gula darah.
Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah rangkuman 5 dampak negatif dari kebiasaan tidur langsung setelah makan sahur, yang diambil dari beberapa sumber pada hari Selasa (26/3/2024).
1. Memicu Naiknya Kadar Gula Darah
Menurut informasi dari antaranews.com, dr. Rudy Kurniawan Sp.D MM MARS mengungkapkan bahwa tidur setelah makan sahur dapat meningkatkan risiko kenaikan kadar gula darah.
Ia menyarankan untuk memberi jeda 2-4 jam setelah makan sebelum tidur, sambil melakukan aktivitas fisik ringan atau duduk dengan posisi tegak.
Selain itu, dr. Rudy juga menyarankan agar penderita diabetes yang berniat berpuasa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai keamanan puasa dan penyesuaian penggunaan obat-obatan selama puasa.
2. Berat Badan Naik
Mengantuk setelah sahur berpotensi menyebabkan akumulasi lemak dalam tubuh. Sebabnya adalah kalori yang seharusnya digunakan sebagai bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari, malah disimpan sebagai cadangan lemak saat tidur langsung setelah makan.
Kebiasaan ini, jika berlangsung terus-menerus, dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kalori yang berpotensi meningkatkan berat badan secara signifikan. Selain itu, tidur setelah sahur dapat memicu rasa lapar lebih cepat karena kalori tidak terpakai untuk energi.
3. Asam Lambung
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidur setelah makan dapat mengakibatkan terhambatnya proses pencernaan.
Akibatnya, produksi asam lambung akan meningkat untuk mempercepat pencernaan yang terlambat tersebut.
Salah satu alasan lainnya adalah bahwa posisi berbaring saat tidur dapat mengendurkan klep (sfingter) lambung, yang berpotensi membuka aliran asam dari lambung ke kerongkongan.
Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gejala GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
seperti nyeri di bagian atas perut, rasa mual, muntah, mulut terasa pahit, sensasi tercekik di tenggorokan, dan perut terasa kembung.
4. Tubuh Lemas saat Puasa
Proses pencernaan makanan membutuhkan aliran darah dan energi yang besar.Karena itu, saat tidur, energi yang seharusnya digunakan untuk beraktivitas fisik akan teralihkan untuk proses pencernaan.
Sebagai hasilnya, selama menjalani puasa, tubuh akan terasa lemas dan kekurangan energi.
Selain itu, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan protein saat sahur dapat merangsang produksi hormon tertentu yang meningkatkan rasa kantuk.
5. Menyebabkan Sembelit
Selain efek asam lambung, tidur setelah makan juga dapat mengganggu proses pencernaan makanan dengan mengakibatkan sembelit.Makanan memerlukan waktu minimal 2 jam untuk dicerna dan mencapai usus sehingga lambung dapat menjadi kosong. Namun, tidur setelah makan sahur justru dapat menghambat pencernaan dengan baik.
Dikarenakan proses pencernaan yang menjadi lambat, usus akan menyerap terlalu banyak air dari feses yang mengakibatkan feses menjadi keras dan mengakibatkan terjadinya sembelit itu sendiri.