Cara Mendapat Kebahagiaan Hidup yang Lebih Hakiki Berdasar Penelitian
Memperoleh kebahagiaan bisa kita usahakan dalam kehidupan ini dengan menerapkan berbagai hal berikut ini:
Kebahagiaan merupakan salah satu tujuan hidup yang diidamkan banyak orang. Dalam psikologi, kebahagiaan sering disebut sebagai "kesejahteraan subjektif" (subjective well-being/SWB), yang mencakup kepuasan hidup yang tinggi, emosi positif yang intens, dan emosi negatif yang rendah. Namun, apakah kebahagiaan dapat ditingkatkan, dan strategi apa saja yang benar-benar efektif untuk mencapainya? Penelitian terbaru berusaha menjawab pertanyaan ini, memisahkan antara mitos dan fakta berbasis ilmu pengetahuan.
Sejak 1990-an, berbagai penelitian mengusulkan cara-cara untuk meningkatkan kebahagiaan, seperti meditasi, bersyukur, menjadi lebih sosial, dan lain sebagainya. Sayangnya, banyak penelitian ini memiliki kelemahan dalam desain dan analisis, seperti sampel yang kecil dan praktik “p-hacking”—yaitu manipulasi data statistik untuk mendapatkan hasil signifikan secara kebetulan. Namun, sebuah ulasan literatur terbaru yang dilakukan oleh Dunigan Folk dan Elizabeth Dunn dari University of British Columbia menawarkan perspektif baru. Dengan meninjau 48 makalah dan 65 studi eksperimental yang telah diregistrasi sebelumnya, mereka berhasil menyaring strategi yang benar-benar didukung oleh data ilmiah. Dilansir dari Psychology Today, berikut sejumlah cara memperoleh kebahagiaan hidup yang yang hakiki:
Banyak Bersyukur
Ekspresi rasa syukur telah lama dikenal sebagai cara untuk meningkatkan kebahagiaan. Penelitian menunjukkan bahwa mengungkapkan rasa syukur dapat memberikan manfaat langsung bagi suasana hati. Namun, seperti yang disimpulkan oleh penulis, “Studi ini tidak memberikan bukti bahwa manfaat tersebut bertahan lebih dari sehari setelah praktik rasa syukur berakhir.” Artinya, bersyukur efektif untuk kebahagiaan jangka pendek, tetapi dampaknya dalam jangka panjang masih perlu diteliti lebih lanjut.
Lebih Sering Bersosialisasi
Interaksi sosial yang bermakna menjadi salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan. Folk dan Dunn meninjau tiga eksperimen yang menunjukkan bahwa perilaku lebih sosial, seperti berbicara dengan orang lain atau berbagi pengalaman, dapat meningkatkan perasaan positif secara signifikan. Penelitian ini memperkuat pentingnya hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak Tersenyum
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tersenyum secara alami dapat memicu peningkatan suasana hati. “Dua studi lintas budaya berskala besar memberikan bukti bahwa senyuman alami dapat memberikan manfaat suasana hati secara langsung,” ungkap para peneliti. Jadi, tindakan sederhana seperti tersenyum mungkin lebih berdampak daripada yang kita kira.
Menciptakan Hal Baru
Adaptasi hedonik, atau kebiasaan terhadap hal-hal yang menyenangkan, sering kali mengurangi kebahagiaan seseorang. Oleh karena itu, menciptakan pengalaman baru dalam rutinitas sehari-hari dapat menjadi solusi. Empat studi menunjukkan bahwa pendekatan baru terhadap aktivitas yang biasa dilakukan mampu meningkatkan kebahagiaan seseorang.
Melihat Sisi Positif Suatu Hal
Mencoba menemukan sisi positif dari situasi buruk adalah strategi umum untuk mengelola stres. Namun, dua penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendekatan ini dapat membantu seseorang merasa lebih baik terhadap stres tertentu, dampaknya terhadap suasana hati secara keseluruhan cenderung tidak bertahan lama.
Melakukan Meditasi
Meditasi sering disebut-sebut sebagai cara ampuh untuk mencapai kebahagiaan. Namun, dua studi kecil yang diregistrasi sebelumnya tidak menemukan bukti kuat bahwa meditasi dapat meningkatkan suasana hati. Para peneliti menyerukan perlunya eksperimen yang lebih besar untuk mengkaji klaim ini secara mendalam.
Membantu Orang Lain
Perilaku prososial, seperti membantu orang lain, juga berpotensi meningkatkan kebahagiaan. Dari 19 eksperimen yang dianalisis, peneliti menyimpulkan bahwa manfaat dari perilaku ini nyata namun relatif kecil. Sebagian besar bukti berasal dari studi yang melibatkan donasi uang, sedangkan kegiatan seperti kerja sukarela atau tindakan kebaikan lainnya belum menunjukkan hasil yang jelas.
Mengurangi Media Sosial
Penggunaan media sosial yang berlebihan sering dikaitkan dengan kesehatan mental yang buruk. Namun, studi menunjukkan bahwa mengurangi penggunaan smartphone tidak selalu meningkatkan kebahagiaan secara langsung. Meski demikian, abstinensi media sosial selama periode tertentu, seperti satu bulan, dapat meningkatkan kepuasan hidup secara keseluruhan.
Hubungan Uang dan Kebahagiaan
Apakah uang dapat membeli kebahagiaan? Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kekayaan memang memiliki efek positif pada kesejahteraan subjektif. Ulasan dari sembilan eksperimen menyimpulkan bahwa suntikan dana yang signifikan memberikan peningkatan kebahagiaan yang bertahan lama. Menariknya, dampak ini sebanding atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan intervensi lain seperti terapi psikologis atau pelatihan kerja.
Kebiasaan yang Perlu Dihindari
Selain menambahkan kebiasaan baru, menghilangkan kebiasaan buruk juga dapat meningkatkan kebahagiaan. Sebagai contoh, mengurangi aktivitas harian yang tidak menyenangkan dengan menyewa bantuan profesional (misalnya, membayar seseorang untuk memotong rumput) terbukti efektif bagi individu sibuk di negara maju. Namun, strategi ini mungkin kurang relevan bagi populasi dengan keterbatasan finansial.