Beda Vaksin TBC dari Bill Gates dengan Vaksin BCG yang Telah Diberikan di Indonesia
Indonesia menjadi lokasi uji coba vaksin TBC M72/AS01E besutan Bill Gates, menawarkan harapan baru dalam memerangi TBC.
Indonesia tengah menjadi sorotan dunia dalam upaya memerangi tuberkulosis (TBC). Vaksin TBC M72/AS01E, yang didukung oleh Bill & Melinda Gates Foundation, sedang diuji coba di Indonesia, menawarkan harapan baru dalam mengatasi penyakit yang telah lama menjadi masalah kesehatan global ini. Vaksin ini berbeda dengan vaksin BCG yang selama ini digunakan di Indonesia, terutama dalam hal sasaran usia, efektivitas, dan teknologi yang digunakan. Presiden Prabowo Subianto, dalam pertemuan dengan Bill Gates pada 7 Mei 2025, mengonfirmasi hal ini, menandai langkah signifikan dalam upaya pencegahan TBC di Indonesia.
TBC tetap menjadi ancaman besar di Indonesia, negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India. Menurut laporan WHO 2022, ada lebih dari 845.000 kasus baru dan 175.000 kematian akibat TBC pada tahun itu, menunjukkan urgensi akan vaksin yang lebih efektif. Pada saat ini, Indonesia telah mewajibkan penggunaan vaksin BCG pada anak untuk melindungi dari serangan TBC. Lalu apa perbedaan keduanya?
Vaksin BCG: Pahlawan Lama dalam Perang Melawan TBC
Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) adalah vaksin tertua yang masih digunakan untuk mencegah TBC. Dikembangkan pada awal abad ke-20 oleh ilmuwan Prancis Albert Calmette dan Camille Guérin, vaksin ini berasal dari bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan, mirip dengan Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC pada manusia. BCG mulai digunakan secara medis pada 1921 dan menjadi bagian dari program imunisasi global, khususnya di negara dengan kasus TBC tinggi seperti Indonesia, sebagaimana dijelaskan oleh WHO.
Di Indonesia, vaksin BCG diterapkan luas sejak program imunisasi nasional diluncurkan pada 1977. Vaksin ini wajib diberikan kepada bayi sebelum usia 3 bulan melalui suntikan di lengan atas. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, lebih dari 90% bayi di Indonesia menerima vaksin BCG setiap tahun, menjadikannya salah satu program imunisasi paling berhasil di negara ini, seperti dilaporkan oleh UNICEF Indonesia.
Vaksin BCG sangat efektif mencegah bentuk TBC berat pada anak-anak, seperti meningitis TBC dan TBC diseminata (TBC yang menyebar ke seluruh tubuh). Studi di Journal of Global Health menunjukkan bahwa BCG dapat mengurangi angka kematian akibat TBC pada anak hingga 70-80% di daerah endemik. Namun, efektivitasnya terhadap TBC paru pada dewasa bervariasi, berkisar antara 0-80%, tergantung pada faktor seperti usia, genetika, dan paparan lingkungan.
Meski fokus utamanya adalah bayi, vaksin BCG juga bisa diberikan kepada dewasa yang belum divaksin dan berisiko tinggi terpapar TBC, seperti tenaga kesehatan atau orang di daerah dengan penularan tinggi. Panduan WHO menyatakan bahwa BCG aman untuk dewasa tanpa riwayat TBC aktif atau infeksi HIV yang tidak terkendali. Namun, di Indonesia, penggunaan ini jarang karena efektivitasnya menurun seiring usia, ditambah reaksi samping seperti bekas luka kecil yang kurang disukai.
Vaksin M72/AS01E: Harapan Baru dari Bill Gates
Vaksin M72/AS01E adalah kandidat vaksin TBC generasi baru yang dikembangkan dengan dukungan finansial dari Bill & Melinda Gates Foundation dan Wellcome Trust. Berbeda dari BCG yang menggunakan bakteri hidup, M72/AS01E adalah vaksin subunit yang hanya mengandung protein fusi M72, terdiri dari dua antigen Mycobacterium tuberculosis (MTB32A dan MTB39A), ditambah adjuvant AS01E untuk meningkatkan respons imun. Adjuvant ini juga digunakan dalam vaksin herpes zoster dan malaria, menunjukkan potensi keamanannya, sebagaimana dijelaskan oleh M72/AS01E Vaccine.
Vaksin ini awalnya dikembangkan oleh GlaxoSmithKline (GSK) bersama Aeras, organisasi nirlaba yang didanai Gates Foundation. Kini, pengembangannya dikoordinasikan oleh Bill & Melinda Gates Medical Research Institute, dengan uji klinis fase 3 berlangsung di beberapa negara, termasuk Indonesia, menurut Gates MRI Trial.
Vaksin M72/AS01E ditujukan untuk mencegah TBC paru pada remaja dan dewasa, terutama mereka dengan infeksi TBC laten (LTBI), kondisi di mana seseorang terinfeksi bakteri TBC tanpa gejala aktif. Sekitar 25% populasi dunia memiliki LTBI, dan di Indonesia, angka ini diperkirakan tinggi karena kepadatan penduduk, menurut WHO TB Facts.
Hasil uji klinis fase 2b, dipublikasikan di New England Journal of Medicine, menunjukkan efektivitas 54% dalam mencegah TBC aktif pada dewasa dengan LTBI di Afrika Selatan, Kenya, dan Zambia. Ini merupakan terobosan, karena tidak ada vaksin lain yang menawarkan perlindungan spesifik untuk TBC paru pada dewasa.
Vaksin M72/AS01E sedang menjalani uji klinis fase 3, melibatkan hingga 20.000 peserta di tujuh negara, termasuk Indonesia. Uji coba ini bertujuan memverifikasi keamanan, efektivitas, dan kemampuan imunogenik vaksin sebelum disetujui untuk publik. Jika berhasil, ini bisa menjadi vaksin TBC pertama dalam lebih dari satu abad yang fokus pada TBC paru, menurut Wellcome TB Vaccine.
Perbandingan Vaksin BCG dan M72/AS01E
Perbedaan utama terletak pada sasaran usia. Vaksin BCG, yang telah digunakan secara luas selama hampir seabad, berfokus pada bayi dan anak-anak, dengan efektivitas terbatas pada remaja dan dewasa. Sebaliknya, vaksin M72/AS01E dirancang untuk melindungi remaja dan dewasa hingga usia 50 tahun, kelompok yang lebih rentan terhadap TBC dewasa. Uji klinis telah menunjukkan efikasi vaksin M72/AS01E sekitar 50% dalam mencegah TBC paru hingga tiga tahun, peningkatan signifikan dibandingkan BCG pada kelompok usia dewasa. Hal ini menjadi kabar baik mengingat tingginya angka kematian akibat TBC di Indonesia, yang mencapai 100.000 jiwa setiap tahun.
Selain perbedaan sasaran usia dan efektivitas, teknologi yang digunakan juga berbeda. Vaksin BCG menggunakan bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan, sementara vaksin M72/AS01E merupakan vaksin subunit yang menggunakan protein rekombinan dari permukaan bakteri TBC. Teknologi ini lebih modern dan dirancang untuk merangsang respons imun yang lebih kuat. Vaksin M72/AS01E saat ini sedang dalam uji klinis fase 3, tahap akhir sebelum persetujuan penggunaan umum, menunjukkan potensi besar dalam perang melawan TBC.
Efektivitas: Siapa yang Dilindungi?
Vaksin BCG: Sangat efektif mencegah TBC berat pada anak, seperti meningitis TBC, dengan perlindungan hingga 80%. Namun, efektivitasnya terhadap TBC paru pada dewasa bervariasi, sering kali mendekati 0% di beberapa kelompok.
Vaksin M72/AS01E: Dirancang khusus untuk TBC paru pada remaja dan dewasa, dengan efektivitas 54% pada uji klinis fase 2b, menawarkan harapan baru untuk mengurangi kasus TBC aktif.
Target Populasi: Siapa yang Dituju?
Vaksin BCG: Fokus pada bayi dan anak-anak, diberikan sejak lahir hingga usia 3 bulan sebagai imunisasi wajib di Indonesia. Dewasa berisiko tinggi juga bisa divaksinasi, meski jarang dilakukan.
Vaksin M72/AS01E: Menargetkan remaja dan dewasa, terutama dengan LTBI, serta sedang diuji pada orang dengan HIV, cocok untuk kelompok rentan di Indonesia.
Status Penggunaan: Siap atau Masih Proses?
Vaksin BCG: Telah digunakan luas sejak 1977 dan tersedia gratis melalui program BPJS Kesehatan, dengan infrastruktur distribusi yang mapan.
Vaksin M72/AS01E: Masih dalam uji klinis fase 3. Jika disetujui, tantangannya adalah produksi massal dan distribusi, terutama di daerah terpencil.
Indonesia tidak hanya berpartisipasi dalam uji klinis vaksin M72/AS01E, tetapi juga dalam uji klinis vaksin TBC lain, seperti vaksin mRNA (BNT164a1 dari BioNTech) dan vaksin vektor virus (AdHu5Ag85A dari CanSinoBio). Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan dalam pencegahan TBC dan mencari solusi yang paling efektif.
Situasi Darurat TBC di Indonesia
Indonesia menghadapi krisis TBC yang serius. Berdasarkan WHO Global TB Report 2022, Indonesia menyumbang 10% dari 10,6 juta kasus TBC baru dunia, dengan sekitar 845.000 kasus baru dan 175.000 kematian setiap tahun. Pandemi COVID-19 memperburuk situasi, menurunkan deteksi kasus sebesar 20% pada 2020 karena gangguan layanan kesehatan, menurut Lancet Global Health.
Tingginya kasus TBC mendorong kebijakan wajib vaksin BCG bagi bayi sejak 1977. Anak-anak, terutama bayi, sangat rentan terhadap TBC berat seperti meningitis TBC, yang memiliki tingkat kematian tinggi. Program imunisasi nasional telah mencapai lebih dari 90% bayi, secara signifikan mengurangi kematian akibat TBC pada anak. Namun, TBC paru pada dewasa tetap menjadi sumber utama penularan.
Indonesia aktif terlibat dalam uji klinis vaksin M72/AS01E. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa partisipasi ini memungkinkan pengujian kecocokan vaksin dengan populasi lokal, melibatkan ilmuwan dari UI dan Unpad, serta mempercepat produksi melalui Bio Farma jika berhasil, seperti dilaporkan oleh VOI News.
Komitmen Global dalam Pengembangan Vaksin TBC
Bill Gates, melalui Bill & Melinda Gates Foundation, telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memerangi TBC global. Indonesia dipilih sebagai salah satu lokasi uji coba vaksin M72/AS01E, bersama Afrika Selatan, Kenya, Malawi, dan Zambia, karena tingginya angka kasus TBC di negara ini. Kunjungan Bill Gates ke Indonesia dan tawaran uji coba gratis vaksin ini merupakan bukti nyata dukungan global dalam upaya mengatasi masalah kesehatan serius ini. Bill Gates menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan peningkatan pendanaan riset untuk pengembangan vaksin TBC yang lebih efektif.
BPOM telah memberikan izin uji coba vaksin M72/AS01E di Indonesia, sebuah langkah penting dalam upaya pencegahan TBC. Vaksin ini dikembangkan oleh GSK (GlaxoSmithKline) dan Aeras, dengan dukungan Bill & Melinda Gates Foundation dan Wellcome Trust. Profesor Erlina Burhan, peneliti utama nasional vaksin TBC, menjelaskan bahwa vaksin ini telah dikembangkan sejak awal tahun 2000-an dan kini memasuki tahap uji klinis akhir.
Meskipun vaksin BCG tetap menjadi vaksin utama yang digunakan di Indonesia untuk mencegah TBC pada bayi dan anak-anak, vaksin M72/AS01E menawarkan potensi peningkatan perlindungan terhadap TBC pada remaja dan dewasa. Dengan teknologi yang lebih modern dan hasil uji klinis yang menjanjikan, vaksin ini diharapkan dapat menjadi senjata baru dalam mengurangi beban penyakit TBC di Indonesia dan dunia. Uji coba ini merupakan langkah penting dalam upaya global untuk mengendalikan dan memberantas TBC, sebuah penyakit yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.