Banyak Salah Kaprah, Bukan Hanya Duduk Tegak Solusi Pertahankan Postur Tubuh
Postur tubuh yang ideal tidak hanya bergantung pada kursi yang mahal atau posisi duduk yang tegak.
Apakah benar bahwa duduk tegak merupakan faktor utama dalam menjaga postur tubuh? Banyak orang selama ini meyakini hal ini. Mereka berpikir bahwa posisi tubuh yang lurus dengan bahu ditarik ke belakang adalah cara yang tepat untuk menjaga kesehatan tulang punggung.
Namun, ternyata pandangan tersebut tidak sepenuhnya akurat. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Xand van Tulleken, seorang dokter dan presenter BBC, seperti yang dilansir oleh BBC.
Xand menyampaikan bahwa pemahaman mengenai pentingnya postur tubuh dengan duduk tegak sudah tidak relevan lagi.
Dalam acara Morning Live, ia menjelaskan bahwa berusaha untuk tetap duduk dengan posisi kaku sepanjang hari justru dapat menimbulkan lebih banyak risiko daripada manfaat.
Selain itu, banyak kursi mahal dan alat koreksi postur yang beredar di pasaran, yang diklaim dapat membantu menjaga postur tubuh.
Namun, di tengah tren tersebut, Xand menekankan pentingnya kebiasaan sederhana untuk menjaga postur tubuh, seperti banyak bergerak, memperkuat otot, dan menjaga pikiran tetap tenang.
Ketiga langkah tersebut diyakini dapat membantu melindungi punggung sekaligus menjaga postur tubuh agar tetap baik, terutama di tengah kesibukan sehari-hari yang padat.
Dengan melakukan aktivitas fisik yang cukup dan menjaga kesehatan mental, kita dapat memperoleh postur tubuh yang lebih baik tanpa harus terjebak dalam mitos duduk tegak yang sudah usang.
Aktivitas fisik yang tinggi
Kunci untuk memiliki postur tubuh yang sehat bukanlah sekadar duduk dengan tegak dan diam, melainkan dengan aktif bergerak.
Menurut Zand, banyak orang melakukan kesalahan dengan terlalu lama berada dalam satu posisi. Contohnya, mereka sering duduk di meja kerja, bersandar di sofa, atau menunduk saat melihat ponsel.
Kebiasaan-kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah pada punggung. Meskipun ada berbagai alat bantu yang tersedia, Zand menekankan bahwa aktivitas sehari-hari jauh lebih penting daripada bergantung pada alat-alat tersebut untuk memperbaiki postur.
Alat seperti bantal pinggang atau kursi ergonomis mungkin bisa memberikan kenyamanan saat duduk, atau alat koreksi postur yang mendorong tubuh agar lebih tegak, tetapi Zand menyatakan bahwa tidak ada satu pun dari alat tersebut yang dapat menggantikan kekuatan alami tubuh.
"Anda mungkin punya kursi terbaik, tapi kalau Anda duduk di sana selama delapan jam, punggung Anda tetap akan sakit," kata Zand.
Ia juga mengingatkan bahwa beberapa alat bantu untuk memperbaiki postur dapat memaksa tubuh dalam posisi tertentu, sehingga justru membatasi gerakan tubuh.
Untuk memperbaiki postur, Zand menyarankan agar kita melakukan peregangan dan beristirahat secara teratur. Ia percaya bahwa meskipun gerakan yang dilakukan kecil, hal tersebut dapat menyegarkan otot dan membantu menjaga postur tubuh yang baik.
Kembangkan kekuatan, bukan kekakuan
Selain berfungsi untuk bergerak, kekuatan otot juga memiliki peranan yang sangat penting dalam menopang tubuh.
Xand menjelaskan bahwa postur tubuh yang baik tidak berarti harus kaku, melainkan memerlukan otot yang cukup untuk mendukung tubuh itu sendiri.
Ia menekankan bahwa membangun kekuatan otot tidak selalu harus dilakukan dengan cara latihan berat atau dengan menjadi anggota di pusat kebugaran. Sebaliknya, ia menyarankan agar kita melakukan latihan secara teratur untuk memperkuat tubuh.
Xand juga menyatakan bahwa gerakan sederhana, seperti mengangkat tangan ke atas kepala atau memutar leher, dapat membantu mengurangi ketegangan dan memberikan rasa lebih ringan pada tubuh.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pilates dan yoga dapat membantu meregangkan otot sekaligus menargetkan area nyeri tertentu pada otot.
"Yang kami inginkan adalah tubuh kami dapat mendukung dirinya sendiri," kata Xand.
Dalam hal ini, NHS juga merekomendasikan latihan-latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk meningkatkan kekuatan otot.
Postur tubuh tidak hanya dipengaruhi kondisi fisik
Postur tubuh seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisiknya, tetapi juga sangat terkait dengan pola pikir individu tersebut.
Cara duduk, berdiri, atau bergerak dapat mencerminkan seberapa besar stres yang dialami oleh seseorang.
Misalnya, bahu yang membungkuk saat bekerja di depan laptop sering kali disebabkan oleh tekanan dari pekerjaan.
"Rasa sakit bukan hanya pada otot, tetapi juga emosional dan psikologis," ungkap Xand.
Ia menambahkan bahwa selama ini perhatian orang lebih banyak tertuju pada penataan meja kerja, padahal faktor lain seperti stres, durasi bekerja, dan kurangnya aktivitas fisik juga memiliki peranan penting.
Xand menjelaskan bahwa meskipun tinggi kursi dapat mempengaruhi postur, hal tersebut bukanlah satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.
"Tinggi tempat duduk Anda penting, tetapi fakta lain juga penting," tegasnya.
Oleh karena itu, memperbaiki postur tubuh tidak hanya berkaitan dengan pengaturan waktu kerja, tetapi juga penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang.
Menurut NHS, saat mengalami sakit punggung, langkah yang harus diambil adalah tetap aktif, mengonsumsi obat anti-inflamasi, dan melakukan beberapa latihan serta peregangan.
Dengan demikian, menjaga kesehatan postur tubuh dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan secara keseluruhan.